Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 35. Hanya Satu Kali


__ADS_3

Sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Kinara tidak perlu bertanya tangan siapa itu, sudah pasti Dirga yang melakukanya. Sudah satu minggu ini, sejak kesalah pahaman diantara mereka terselesaikan Dirga tidak pernah malu lagi menunjukkan kemesraan mereka. Bahagia? Tentu saja Kinara bahagia, pria yang dicintainya sejak remaja itu ternyata juga mencintainya.


"Kamu juga menginap ya." pinta Dirga sambil mengecup pipi Kinara.


"Ih, maunya Abang itu." balas Kinara menolak.


Tadi malam dia sudah menginap dan hari ini bolos ke perusahaan. Jika menginap lagi, itu berati dia bolos lagi. Bisa-bisa Kinara disemprot sampai habis oleh kakeknya yang tidak suka ada karyawan yang mengabaikan pekerjaan meskipun itu keluarganya sendiri.


Dirga terkekeh, "Jadi nolak nih?" godanya.


"Hemm. Besok aku harus kerja Bang." jawab Kinara.


"Takut eyang kamu marah?" tanya Dirga.


Kinara mengangguk, "Akhir-akhir ini aku banyak izin. Kemarin sudah dapat teguran, belum lagi nyinyiran dari karyawan lain." jawab Kinara.


Rendi mencari keberadaan Dirga, ada yang ingin dia bicarakan terkait masalah Alana. Tapi pria itu tidak ada di kamarnya, tidak juga berada di ruang kerjanya.


Akhirnya Rendi memutuskan untuk ke kamar Alana saja, disana dia bisa bermain dengan Arkana sambil bertanya pada Alana kemana Dirga pergi. Mungkin saja adiknya tahu.


Saat dia melewati dapur, dia bisa melihat dua orang yang tengah berbincang. Tapi bukan percakapan keduanya yang menarik perhatian Redi, melainkan tangan Dirga yang melingkar di pinggang Kinara.


"Hemm." ucap Rendi menegur Kinara dan Dirga.


Dari apa yang dia lihat, Rendi tidak perlu bertanya ada apa? Sudah jelas keduanya pasti memiliki hubungan khusus.


Kinara dan Dirga sama-sama menoleh kearah sumber suara. Ada Rendi yang berdiri sambil memperhatikan mereka.


"Kak." panggil Kinara sambil berusaha melepaskan tangan Dirga. Malu saja rasanya di lihat Rendi dalam keadaan seperti ini.


"Tidak perlu malu Kinara. Sudah aku duga kalian akhirnya akan bersama." ucap Rendi.


Dirga terkekeh mendengar ucapan Rendi sambil melepaskan tangannya dari pinggang Kinara.


"Ada apa?" tanya Dirga setelah menghentikan kekehannya.


"Aku berencana akan mengunjungi Abi." jawab Rendi.

__ADS_1


"Untuk apa? Tidak usah menyerang laki-laki tidak tegas seperti dia itu. Tidak ada gunanya juga kamu marah padanya." sahut Dirga.


"Aku berkunjung bukan untuk marah. Tapi ingin membuat dia tidak bisa menolak bercerai dengan Alana." jawab Rendi.


"Maksudnya?" tanya Dirga tidak mengerti.


"Wisnu baru saja memberitahu hal penting. Menurut laporan orang yang dia kirim untuk mengawasi Abimana, laki-laki itu membawa pulang teman wanita ke rumahnya." ucap Rendi memberitahu.


"Kakak yakin? Rasanya tidak mungkin. Mas Abi itu selama ini setia dengan Al." sahut Kinara.


"Tidak ada salahnya kita mencari tahu apa yang dilakukan wanita itu di kediaman Abi dan Al." balas Rendi.


"Apa rencanamu, Ren?" tanya Dirga.


Rendi menjelaskan apa yang akan dia lakukan di kediaman adiknya. Tujuannya hamya satu, Abimana menerima keinginan Alana untuk bercerai dari pria itu.


Setelah mendengar apa yang terjadi dengan Alana, Rendi rasanya ingin menghajar Aditya yang tega memperkosa adiknya dan juga ingin memberikan pelajaran pada Abimana yang tidak bisa menjaga Alana dan menyakiti adiknya dengan sikap tidak tegas pria itu.


***


"Sayang." Rachel mendekati Abimana yang terlihat sibuk dengan tumpukan berkas dimejanya.


Bukan pemandangan baru bagi Rachel. Sejak dulu, prianya ini memang seperti ini, gila bekerja. Tapi Abimana tidak akan marah setiap Rachel menganggu pekerjaan pria itu. Prianya justru akan senang hati diganggu, karena dia menawarkan kenikmatan.


Rachel memandang seluruh ruangan Abimana. Tidak ada yang berubah membuat Rachel kembali teringat dengan kegiatan panas mereka disetiap sudut ruangan ini. Bahkan sofa yang tadi dia duduki adalah tempat yang paling sering mereka gunakan untuk berbagi peluh.


Begitupun dengan kursi kerja yang Abimana duduki. Mengingat masa itu, Rachel mencoba keberuntungannya. Mungkin saja, Abimana mau mengulang kenangan lama itu hingga hadir Camelia tanpa Abimana ketahui.


Rachel memeluk Abimana dari belakang, memberikan kecupan di pipi prianya yang tidak pernah menolak.


Abimana mengumpat dalam hati. Hanya sentuhan kecil dari Rachel sudah membuat miliknya menegang. Ada apa ini? Mengapa tubuhnya masih saja bereaksi dengan sentuhan Rachel.


"Bi." gumam Rachel lagi. Kini kecupannya sudah turun ke leher Abimana.


Lagi-lagi Abimana mengumpat. Dia ingin menolak, tapi tubuhnya bicara sebaliknya. Jika diingat-ingat, sudah lama dia tidak berhubungan dengan Alana. Terakhir, saat mereka merayakan anniversary. Setelahnya masalah terjadi dan hubungan mereka merenggang dan saat ini sedang dalam sidang perceraian.


Mengingat kejadian itu, lagi-lagi Abimana membayangkan Aditya yang menikmati tubuh Alana.

__ADS_1


"Kau pernah disentuh Aditya Al. Tidak ada salahnya satu kali saja aku menyentuh wanita lain." batin Abimana membuat pembelaan karena saat ini bibirnya dan bibir Rachel sedang berbagi saliva.


"Tubuhmu masih saja menerima sentuhanku sayang." bisik Rachel setelah tautan mereka terlepas.


Abimana membenarkan apa yang Rachel katakan, jadi biarkan dia menikmati kenikmatan ini satu kali saja.


Abimana membiarkan saja saat Rachel menanggalkan pakaiannya dan juga pakaian wanitanya, "Hanya satu kali." itulah yang Abimana katakan dibenaknya.


Abimana lupa, dulu saat pertama kali dia dan Rachel melakukannya, Abimana menggumamkan hal yang sama dibenaknya, "Hanya satu kali."


Kenyataanya hampir setiap ada kesempatan mereka akan kembali melakukannya, menambah dosa setiap kali berbuat.


Rachel tersenyum bahagia, Abimana kembali berada diatasnya. Memasukinya untuk yang ketiga kalinya setelah mereka melakukannya di kursi kerja prianya, di kamar mandi pribadi Abimana dan sekarang di sofa ruangan ini.


Jika dua insan didalam ruangan Abimana sedang memupuk dosa. Berbeda keadaanya diluar ruangan.


Asisten pribadi Abimana segera menganti label di depan pintu pimpinannya dengan tulisan sedang tidak di tempat begitu Abimana masuk kedalam ruangannya. Apa lagi sudah lebih dari satu jam Rachel tidak juga keluar dari ruangan itu.


Sebelumnya, saat melihat kedatangan Rachel, Seno langsung menepuk keningnya. Sudah dapat dia bayangkan apa yang akan terjadi nanti setelah pimpinanya masuk kedalam ruangan itu. Dia kembali akan kebagian menanggung dosa karena menutupi perzinaan yang kedua orang itu lakukan.


Bekerja selama tujuh tahun sebagai asisten Abimana, tentu saja Seno sangat tahu sejauh mana hubungan pimpinannya itu dengan Rachel. Perempuan itu sangat pandai merayu bosnya untuk melakukan hal yang tidak baik, karena itu Seno yakin akan ada adegan dewasa didalam sana seperti dulu.


Berbeda dengan istri pimpinannya saat ini. Alana selalu bisa menjaga kehormatannya. Sikapnya yang sopan dan santun membuat karyawan ikut menghormatinya. Bersama Alana, Abimana jauh lebih baik dalam segala hal. Termasuk dalam pencapaian usaha pimpinanya yang selalu mendapat proyek besar.


Seno sangat menyayangkan Abimana berpisah dengan Alana. Tapi, melihat kelakuan pimpinannya yang berani berhubungan dengan wanita lain sebelum bercerai, Seno mendukung keputusan Alana untuk berpisah dari pria itu.


"Wanita yang baik harus mendapatkan pria yang baik juga." ucap Seno.


"Siapa wanita baik itu?"


Tubuh Seno menegang mendengar suara orang yang bertanya padanya. Bukan pertanyaanya yang membuat Seno takut, tapi apa yang sedang terjadi didalam ruangan pimpinannya yang membuat Seno ketar ketir menghadapinya.


Apa yang harus Seno katakan pada Wijaya? Jujur atau kembali menutupi kelakuan breng sek pimpinannya?


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku...

__ADS_1


__ADS_2