Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 60. Bersyukur


__ADS_3

Dua minggu berlalu setelah kedatangan Aditya menemui Arkana, Alana merasa semuanya baik-baik saja dan aman. Karena tidak ada lagi gangguan dari dokter anak tersebut. Membuat Alana berpikir, saat itu Aditya memang benar-benar untuk menemui Arkana bukan bermaksud menganggunya seperti dulu.


Tidak hanya Aditya, Naren juga menepati janjinya. Pria itu sudah tidak lagi mencoba untuk menemui Alana. Dia sadar, hubungannya nemang sudah berakhir dimalam pertunanagan mereka yang gagal meski itu semua bukan kesalahannya. Naren harus menerima takdir, kenyataanya dia memang tidak berjodoh dengan Alana. Tadinya Naren sangat bahagia Alana bersanding dengan Abimana, sayangnya semua harus berakhir karena obsesi seseorang pada Alana. Naren tidak ingin dia menjadi seperti Aditya, karena kata mencintai berakhir dengan menyakiti. Jadi, siapapun kelak yang akan mendampingi Alana, Naren akan ikut bahagia asalkan Alana bahagia.


Begitu juga dengan Abimana, mantan suaminya itu berhenti meminta mereka untuk rujuk. Alana bahkan tidak mendengar kabar apapun lagi tentang Abimana. Pria itu seolah menghilang dari kehidupannya. Wijaya dan Ajeng juga menutupi dimana keberadaan Abimana dari Alana. Mereka datang mengunjungi Alana murni hanya untuk bertemu dengan Arkana.


Sementara Rachel dan Alex harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Siapa suruh berani masuk ke kediaman orang tua Alana dan Rendi, lalu berniat untuk menculik Arkana sebagai jaminan.


Sedangkan Amel, wanita itu dibuat sibuk dengan segala pekerjaan di restoran, tempat mantan istri Rendi itu sekarang bekerja. Tidak ada waktu dan kesempatan sedikitpun untuk dia bisa memikirkan rencana jahatnya. Rencana untuk mencelakai Alana lagi dan merebut perhatian Wisnu.


Semua hal tersebut tentu saja membuat Alana menjadi lebih tenang dan damai menjalani kehidupannya. Jujur Alana sangat tidak nyaman dengan dirinya sendiri beberapa bulan terakhir ini. Semua orang jadi ikut terlibat dengan masalah yang menimpa dirinya. Alana juga tidak aman berpergian sehingga dia tidak bisa melakukan aktifitas normal seperti biasanya.


Alana sekarang bernafas lega. Masalahnya berlahan terselesaikan satu persatu. Sekarang Alana bisa kembali fokus pada usaha butiknya yang sempat terbengkalai. Apa lagi kalau bukan karena terbongkarnya masalah Arkana yang bukan anak Abimana. Membuat mantan suaminya itu meragukan kesetiaan Alana sebagai seorang istri hingga Alana kecewa dan memilih berpisah. Ditambah lagi Abimana yang kembali berhubungan dengan Rachel membuat jalan mereka untuk kembali bersama semakin tertutup.


Sebenarnya Alana bersyukur, rahasia Aditya itu lebih cepat diketahui oleh Abimana. Karena sekarang ataupun nanti, tetap saja baik Alana maupun Abimana akan sama-sama terluka seperti saat ini. Sekarang, dengan lebih cepat diketahui, maka akan lebih cepat pula Alana dan Abimana bisa menyembuhkan luka. Sementara yang membuat luka tidak merasa bersalah sama sekali, baik kepada Abimana maupun kepada Alana.


Sakit memang Aditya itu, harusnya dia bawa kerumah sakit milik Dirga untuk dirawat. Sayangnya, baik Wijaya maupun Ajeng merasa putra bungsu mereka itu hanya khilaf karena memiliki rasa cinta yang begitu besar pada Alana.


"Bu" panggil Arkana memanggil Alana yang sejak tadi hanya fokus dengan laporan keuangan butiknya.


Hari ini jadwal Alana mengunjungi butiknya. Ibu Arkana itu hanya akan datang ke butik dua hari sekali. Seperti biasa, Alana selalu membawa Arkana setiap pergi ke butik.


Alana sudah mempersiapkan kebutuhan Arkana di ruangannya, tentu saja agar putranya itu nyaman selama menunggu Alana bekerja di butik. Karena itu, Alana sempat merenovasi ruang kerjanya. Sayangnya sempat terhenti karena masalah yang menimpa dirinya.

__ADS_1


"Iya sayang, sudah bangun ya. Arka mau apa?" tanya Alana sambil memperhatikan putranya yang mencoba bangun sendiri untuk duduk.


Alana hanya memperhatikan saja tanpa ada niatan untuk membantu. Arkana sudah satu tahun, Alana ingin putranya menjadi anak yang mandiri. Selama ini, semua orang memanjakan Arkana dengan alasan terlalu sayang dengan putranya itu. Bukan Alana tidak ingin mereka menyayangi Arkana. Alana hanya ingin jangan terlalu berlebihan mencurahkan kasih sayang untuk putranya, karena semua itu bisa membuat Arkana menjadi keras kepala, manja dan akhirnya tidak bisa melakukan apa-apa.


Alana akan merawat dan membesarkan putranya sebaik mungkin. Menjadikan Arkana laki-laki yang bertanggung jawab dan menghormati wanita, tidak seperti Aditya yang suka melecehkan wanita.


"Pintarnya anak Ibu." ucap Alana sambil bertepuk tangan memberikan selamat pada Arkana yang semakin pintar dan kuat tentunya.


"Ka... ntar." sahut Arkana dengan bangga meniru ucapan sang Ibu.


"Iya, Arka pintar." balas Arkana membuat putranya itu bertepuk kesenangan dipuji.


Alana terkekeh, apa yang dilakukan Arkana itu lucu dan menggemaskan. Rasanya Alana ingin mengigit pipi Arkana yang semakin hari semakin bulat. Berlahan wajah Aditya yang sebelumnya menguasai wajah Arkana sedikit memudar.


"Unda." panggil Arkana begitu dia sudah berdiri dihadapan sang ibu.


"Sayang Ibu." ucap Alana menyodorkan pipinya untum dikecup Arkana.


Tentu saja Arkana mau melakukannya. Dengan cepat dia membasahi pili sang ibu dengan air liurnya. Setelahnya Alana membawa sang putra masuk kedalam pelukannya.


"Uyang." ucap Arkana meminta pada sang ibu.


"Arka mau pulang?" tanya Alana untuk memastikan saja. Arkana mengangguk menjawab pertanyaan sang ibu.

__ADS_1


"Ok. Tapi Arka pipis dulu ya." ucap Alana sambil mengajak putranya itu menuju toilet yang ada diruangan pribadi Alana di butiknya ini.


Sejak usia satu tahun, Arkana menolak setiap dipakaikan popok. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka Alana mengajarkan sang putra untuk membuang air kecil di toilet atau kamar mandi. Salah satunya diwaktu sebelum tidur dan sesudah tidur.


Selepas Arkana menyelesaikan hajatnya, Alana tidak langsung membawa pulang putranya. Dia meminta Arkana untuk menunggu sebentar sambil memberikan sebotol susu pada putranya itu.


Alana harus menyelesaikan pekerjaannya pekerjaanya yang tinggal sedikit lagi. Setelahnya baru mereka akan pulang.


Tepat dengan habisnya susu di botol Arkana, Alana juga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Langsung saja Alana membereskan meja kerjanya dan menyimpan kembali botol susu Arkana ke dalam tas perlengkapan buah hatinya itu.


Alana bersyukur, Arkana anak yang sangat pengertian. Penurut dan tidak rewel. Arkana akan sedikit manja jika ada Wisnu atau sedang bersama daddynya itu.


Bicara Wisnu, Alana meminta pria itu datang untuk melamarnya setelah mendapatkan restu dari sang ibu. Alana tidak ingin pernikahannya kembali hancur karena tidak adanya restu, seperti dulu.


Ibu kandung Abimana sangat menentang Abimana menikah dengan Alana, hingga akhir hayatnya. Mungkin itu juga salah satu yang membuat pernikahan Alana dan Abimana berakhir dengan perceraian.


Belajar dari apa yang pernah terjadi, maka Alana menyarankan Wisnu untuk kembali meminta lagi restu pada ibunya. Setelah mendapatkan restu, Barulah Alana mengngizinkan md saja Alana gagal dalam berumah tangga.


"Ayo kita pulang sayang." ucap Alana mengajak sang putra yang sudah rapi dan tampan tentunya.


Alana mengajak Arkana keluar dari ruangannya. Diambang pintu, Alana menghentikan langkahnya. Di depan sana Alana melihat Aditya yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini. Pria itu tersenyum lalu berjalan mendekat.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku ...


__ADS_2