Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku

Anakku Ternyata Bukan Anak Suamiku
Bab 48. Menemui Alana


__ADS_3

Berkali-kali Amel menekan bel di pintu apartement kekasihnya. Hasilnya masih sama saja, tidak juga ada yang membukakan pintu untuknya.


"Menyebalkan." gumam Amel.


Ini bukan kali pertama Amel datang mengunjungi tempat itu. Sejak diceraikan Rendi, Alex pria yang menjadi kekasihnya selama empat tahun itu ikut menghilang. Password apartemen pria itu pun diganti, sehingga Amel tidak bisa masuk dengan bebas seperti biasanya. Yang semakin membuat Amel marah, nomor telepon prianya sudah tidak bisa dihubungi lagi.


"Dasar pria breng sek!" ucap Amel mengumpat kekasihnya.


Hidupnya hancur dan berantakan sejak diceraikan Rendi. Meski dia mendapatkan haknya dengan tetap menempati kediaman mereka yang merupakan hadiah pernikahan dari kakek Rendi, tapi Amel mengalami kesulitan merawatnya seorang diri.


Percuma saja kan, dia tinggal dikediaman mewah yang Rendi berikan, jika dia tidak punya penghasilan untuk membiayai kediaman itu. Uang bulanan yang Rendi berikan dulu selalu dia habiskan dengan bersenang-senang bersama kekasihnya. Tidak terpikirkan untuk menabung atau menyisihkannya untuk keperluan darurat karena Rendi selalu memberikan apa yang dia minta.


Satu persatu barang-barang mewah yang Amel miliki di jual untuk menghidupi dirinya.Tidak ada yang bisa Amel mintakan tolong. Keluarganya sudah mencoret Amel dari daftar keluarga karena dianggap mencoreng nama baik keluarga mereka atas perselingkuhan yang dia lakukan. Rachel dan Cintia juga menghilang tidak ada kabar beritanya, bahkan sebelum perceraiannya dengan Rendi diputuskan kedua orang itu seolah lenyap ditelan bumi.


Satu kata sekarang yang bersemayam dikepalanya adalah menyesal. Itulah yang Amel rasakan sekarang. Andai saja dia tidak terbujuk rayuan kekasihnya untuk tetap meneruskan hubungan mereka setelah menikah dengan Rendi, suaminya itu mungkin tidak akan menceraikannya.


Sayangnya, penyesalan selalu datang diakhir cerita. Karena saat itu Amel dibutakan oleh cinta. Dia menerima dijodohkan dengan Rendi, tapi dia membuat perjanjian pra nikah dengan calon suaminya itu. Rendi tidak boleh menyentuhnya sebagai istri, tapi pria itu harus tetap menafkahi kebutuhannya yang lain. Egois sekali! Tapi siapa sangka Rendi menyetujui begitu saja permintaanya.


Amel mengira Rendi pria bodoh dan terlau penurut sehingga dia berbuat sesuka hati. Amel tidak tahu saja. Karena setelah permintaanya itu, Rendi menyusun rencana lain untuk hidupnya bersama Sandra. Sekarang lihatlah dirinya kacau dan berantakan ditambah lagi dia sekarang tidak sendiri. Kekasihnya itu meninggalkan benih dirahimnya yang kini sedang tumbuh.


Mencoba peruntungan, Amel memberanikan diri menemui Alana. Tidak ada keberanian didiri Amel untuk langsung bertemu Rendi. Kesombongan selama menjadi istri Rendi membuat Amel malu sendiri untuk meminta belas kasihan pria itu.


Alana terkejut saat mengetahui tamunya adalah Amel, sang mantan kakak ipar yang terlalu banyak ikut campur dalam kehidupannya. Ingin rasanya Alana mengusir wanita itu, tapi sisi baik ibu dari Arkana itu mencoba untuk mendengarkan apa yang akan Amel sampaikan.


"Al." panggil Amel sambil tersenyum saat melihat Alana menghampirinya. Hal yang dulu tidak pernah wanita itu lakukan.


Entah apa yang menyebabkan Amel sangat membenci Alana. Adik Rendi itu merasa tidak pernah memiliki masalah karena mereka baru saling mengenal setelah Rendi dan Amel menikah. Tapi Amel membuat kehidupan asmaranya pasang surut.


"Maaf menganggu waktu istirahat kamu, Al. Akun nggak lama, hanya mau minta tolong." ucap Amel.


Menarik nafas panjang, Amel kembali bicara pada Alana yang hanya diam saja, "Tolong sampaikan pada Rendi, aku izin untuk menjual rumah pemberian kakek kalian." ucap Amel.

__ADS_1


"Kenapa dijual Mbak? Enggak sayang? Maksud aku rumah itu...."


"Aku tidak bisa membiayainya. Terlalu besar uang perawatannya, sementara aku tidak punya penghasilan saat ini" jawab Amel jujur memotong pertanyaan Alana.


Alana menghela nafas, "Bukankah dulu Mbak punya penghasilan sendiri selain uang bulanan dari Bang Rendi?" tanya Alana.


"Semua aku titipkan pada... maaf Rachel." ucap Amel yang merasa tidak enak menyebut nama Rachel didepan Alana.


"Tidak perlu minta maaf. Nama itu tidak berpengaruh apa-apa kepadaku." ujar Alana yang mengerti maksud Amel.


"Mengapa Mbak tidak ambil lagi darinya?" tanya Alana.


"Rachel menghilang." jawab Amel.


"Menghilang?" gumam Alana, lalu diam sejenak.


Kemana wanita itu pergi? Bukankah Rendi sudah melepaskan Rachel setelah wanita itu mengembalikan lagi semua aset kakaknya yang dia alihkan atas nama orang lain menjadi kembali atas nama Rendi. Atau? Alana mendapatkan satu nama yang mungkin saat ini tahu dimana Rachel berada.


Alana langsung tersenyum pada Arkarna. Anak laki-lakinya ini baru pulang dari mengunjungi kakak sepupunya. Alana tidak bisa ikut. Arkana hanya ditemani bi Onah dan Wisnu.


Sejak mendapat izin boleh menemui Arkana, pria itu kembali rajin mengunjungi mereka. Alana tidak tahu saja jika itu hanya alasan Wisnu agar bisa bertemu dengannya meskipun hanya sebentar.


"Anak ganteng ibu sudah pulang. Ketemu sama Bang Raka?" tanya Alana sambil mengusap pucuk kepala Arkana lalu mencium kedua pipi chubby putranya yang semakin bulat saja.


Mata Alana melirik Amel sekilas. Mantan kakak iparnya itu memperhatikan interaksi dia dan Arkana. Jika saja Amel tahu, bahwa Raka yang dia bicarakan adalah putra Rendi, bagaimana reaksi mantan kakak iparnya ini?


Wisnu melihat Alana sedang menemui tamunya diruang tamu. Pria itu memilih untuk menunggu calon istrinya di taman belakang saja tanpa ingin tahu siapa tamu yang menemui Alana.


Asisten rumah tangga Alana yang segera menghampiri Wisnu sambil membawakan segelas jus dan kudapan ringan buatan Alana sendiri. Asisten rumah tangga yang baru satu minggu ini bekerja, bertugas mengantikan pekerjaan bi Onah yang sekarang Alana khususkan untuk membatunya menjaga dan merawat Arkana saja.


"Tuan, tamunya nona Alana, nona Amel." ucap Ratna memberikan laporan.

__ADS_1


Yang memilihkan asisten rumah tangga yang baru untuk Alana adalah Wusnu. Tanpa calon istrinya tahu, bahwa Ratna sebenarnya bodyguard yang dipilih Wisnu untuk menjaga Alana dan Arkana.


Bukan tanpa sebab Wisnu melakukan itu. Mantan kekasih Alana yang gagal bertunangan dengan calon istrinya itu sedang menyusun rencana untuk kembali menjalin hubungan dengan Alana.


Setelah tahu Alana sudah bercerai dengan Abimana, pria itu kembali rajin menghubungi Alana dengan mengirimkan pesan meski tidak pernah dibalas oleh calon istrinya. Wisnu tidak sengaja membaca pesan tersebut saat Arkana memainkan ponsel milik Alana.


"Mau apa wanita itu?" tanya Wisnu.


Ratna memberitahu apa yang Alana dan Amel bicarakan. Dari awal wanita itu datang sampai Arkana menemui Alana.


"Kerjakan tugasmu! Jangan sampai wanita itu melukai Alana." ucap Wisnu.


"Baik Tuan." jawab Ratna lalu kembali masuk kedalam rumah untuk mengawasi Amel.


"Ada apa?" tanya bi Onah pada Ratna yang terus mengawasi Amel.


"Tuan meminta saya mengawasi tamunya nona Alana." jawab Ratna apa adanya.


"Tamunya non Alana kenapa harus diawasi?" tanya bi Onah penasaran.


"Dia mantan istri tuan Rendi, Bi." jawab Ratna yang membuat bi Onah terkejut.


Jika Wisnu menempatkan Ratna untuk menjaga orang yang dicintainya. Berbeda dengan Rendi. Pria itu mengirim orang untuk menjaga Alana dengan mengawasi kediaman orang tuanya yang di tempati Alana saat ini.


"Ada apa Mas?" tanya Sandra bagitu masuk kedalam ruangan Rendi. Dia melihat kening suaminya berkerut dan kedua alisnya menyatu sambil melihat layar ponselnya


Mendengar sapaan Sandra, Rendi menoleh pada istrinya. Sebenarnya Rendi sudah meminta Ratna untuk berhenti bekerja. Tapi istrinya menolak. Dia tidak ingin ada yang menggantikan posisinya saat ini. Sebagai istri dan juga sekertaris Rendi.


...🌿🌿🌿...


...Ananku Ternyata Bukan Anak Suamiku  ...

__ADS_1


__ADS_2