
Hampir satu jam Aya tidak sadarkan diri dan setelah mendapatkan penanganan dari Dokter UGD akhirnya Aya pun siuman,
Perlahan Aya membuka mata tapi Aya sedikit bingung dengan tempatnya kini sedangkan pak Fadhly yang masih setia menemani Aya sadar pun akhirnya bisa bernafas lega.
" Alhamdulillah .. syukur lah ay kamu sudah sadar.. kamu membuat saya khawatir " tanpa pak Fadhly sadari dirinya menggenggam tangan Aya saat mengucapkan itu semua.
" pak.. " Aya sedikit heran dengan perlakuan pak Fadhly terlebih genggaman tangan pak Fadhly yang terasa sedikit kencang.
" kamu tau ay.. saya punya trauma tersendiri menghadapi orang yang sakit mendadak seperti kamu tadi, jadi saya mohon jaga kesehatan kamu dan jangan buat saya panik seperti tadi " ucap pak Fadhly sambil mencium tangan ya tanpa sadar.
Aya yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menarik tangannya dari genggaman tangan wali kelasnya terlebih ini di tempat umum akan sangat tidak pantas jika terlihat orang lain.
" maaf " ucap pak Fadhly setelah menyadari apa yang di lakukan nya pada aya.
" iya pak.. pak apa boleh kita pulang.. Aya ngga mau di rawat.. lagian papa sama mama pasti khawatir Aya belum pulang "
Pak Fadhly menepuk keningnya yang lupa mengabari orang tua Aya jika Aya masuk rumah sakit. pak Fadhly pun mengambil handphone nya untuk menghubungi nomor orang tua Aya.
" bapak mau apa ?" tanya Aya saat pak Fadhly sudah menempelkan handphone nya di telinga nya.
" ngabarin orang tua kamu kalo kamu masuk rumah sakit "
tapi belum juga panggilan itu tersambung Aya menarik tangan pak Fadhly yang menggenggam handphone nya.
" jangan.. antar Aya pulang aja.. Aya ngga mau bikin mama khawatir.." ucap Aya setelah melepaskan tangannya untuk menahan pak Fadhly.
" tapi ay.. apa kondisi kamu sudah lebih baik ?" tanya pak Fadhly sambil memegang kening Aya yang masih terasa panas.
Tapi Aya mengangguk meyakinkan jika dirinya memang sudah baik baik saja.
__ADS_1
" tapi ay..badan kamu masih panas " setelah mengucapkan itu dokter jaga pun datang menghampiri Aya dan juga pak Fadhly.
" sudah sadar ?" tanya dokter tersebut pada Aya.
" sudah dok...apa saya boleh pulang dok ?" tanya Aya langsung.
" harus nya di rawat.. apa lagi hasil pemeriksaan kamu menunjukan jika kamu panas kamu belum turun " ucap dokter itu menjelaskan kondisi Aya.
" Aya hanya kurang istirahat dok.. minum obat turun panas juga nanti sembuh " ucap Aya masih dengan pendirian nya.
" ya sudah jika itu mau kamu, tapi jika kondisi kamu masih seperti ini segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat "
setelah mengucapkan itu dokter pun meresepkan obat yang harus di konsumsi oleh ay agar bisa cepat sehat.
" ay .. kenapa kamu keras kepala seperti ini ? apa kamu tau sampai saat ini senja masih mengharapkan kamu untuk jadi bundanya " ucap pak Fadhly sambil duduk di kursi tunggu samping brankar Aya.
Aya hanya bisa diam mencerna apa yang ingin di sampaikan wali kelasnya atau mungkin yang saat ini di hadapannya adalah seorang laki laki yang ingin menuruti keinginan anaknya untuk menjadikannya istri dan ibu untuk anaknya.
Kini keduanya pun diam tanpa ada yang membuka suara seorang pun, hingga suster pun memberi tahu jika semua administrasi Aya sudah selesai dan Aya sudah di perbolehkan pulang.
Aya dan juga pak Fadhly pun sudah berada di dalam mobil Fortuner milik pak Fadhly dan pak Fadhly melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang tapi keduanya masih sama sama diam.
Tiga puluh menit perjalanan pun terasa sangat lama terlebih keduanya masih saja diam padahal tidak ada perang dingin atau mendadak sariawan yang membuat mereka enggan untuk bicara, sampai suara handphone Aya membuyarkan keheningan di dalam mobil itu.
" ya mah ... " jawab Aya saat yang menghubungi nya adalah mama Naya.
" sayang kamu dimana ? tadi pak taryo ke sekolah tapi katanya sekolah sudah sepi tapi kamu ngga ada " mama Naya memang seperti itu baik terhadap Aya maupun kala, iya akan sangat khawatir jika anak anak tidak mengabarinya.
" Aya sebenarnya lagi sampe, nanti aja jelasin di rumah " ucap Aya sambil melihat ke arah laki laki di samping nya yang tiba tiba saja terlihat sangat tampan di matanya.
__ADS_1
" baik lah kamu hati hati ya.. " setelah mendengar ucapan mama Naya, Aya pun menutup sambungan telepon nya dan menyimpan nya kembali di dalam tas miliknya.
" ay.. saya mau bicara sebentar bisa ?" setelah mengucapkan itu pak Fadhly pun meminggirkan mobilnya di bagi jalan yang aman dan melepaskan Seth bell nya agar bisa menghadap Aya.
" ay.. ijinkan saya untuk bisa dekat dengan kamu, mungkin saya terkesan egois atau sangat tidak pantas bagi seorang guru berbicara seperti itu pada muridnya "
Pak Fadhly mencoba menarik nafas dalam agar bisa meyakinkan hati dan pikiran nya jika memang ini adalah ya g terbaik untuk nya dan juga untuk Aya terlebih untuk putri kecilnya senja.
" saya tau jika jarak usia saya dan kamu juga terpaut jauh bahkan dengan status saya yang seorang duda beranak satu rasanya sangat tidak pantas meminta anak murid saya untuk jadi istri saya "
" tapi saya akan berusaha meyakinkan kamu jika memang saya bisa mencintai kamu dan juga saya akan membuat kamu mencintai saya " ucap pak Fadhly sambil meraih tangan kanan Aya.
" saya tidak akan meminta jawaban kamu sekarang tapi saya minta pikirkan permintaan saya dan juga harapan senja baik baik "
" saya tunggu jawaban kamu sampai satu Minggu ke depan " pak Fadhly sengaja menjeda ucapannya sekedar melihat reaksi Aya dan kembali melanjutkan ucapannya setelah Aya memahami apa maksud dirinya
" kau cukup memberi kabar lewat aplikasi chat Jika kamu menerima permintaan saya, tapi jika kamu tidak ingin menerima permintaan saya.. kamu tidak jangan memberi kabar apapun cukup abaikan saja semua yang saya ucapkan saat ini "
setelah mengutarakan semua isi hatinya pak Fadhly Langsung melajukan mobilnya kembali menuju rumah Aya agar kedua orang tua aya tidak semakin khawatir.
Sedangkan Aya dari tadi hanya bisa diam karena memang ini pertama kalinya dirinya dekat dengan lawan jenis apa lagi pak Fadhly bukan meminta nya untuk sekedar pacaran tapi ke jenjang yang lebih serius.
" jika kamu ingin saya membuktikan keseriusan saya katakan saja tanpa ragu.. Aya akan melakukan apapun yang kamu minta " ucap pak Fadhly yang tau apa yang sedang di pikirkan aya.
" apapun ??"
✍️✍️✍️ tuh ay di tantang sama pak Fadhly... apapun yang kamu minta bakalan dia lakuin🤭🤭
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹