Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
( AYMM 2 ) Ya udah nikah aja...


__ADS_3

" ayah.."


senja yang baru saja turun bersama dengan Aya yang sudah berganti pakaian yang lebih sopan langsung memanggil ayahnya yang sedang duduk bersama seorang laki laki yang belum senja kenal.


senja menarik tangan Aya setelah sampai di ruang tamu agar senja bisa membisikan sesuatu pada Aya.


' bunda itu siapa ?" bisik senja di depan papa Arya dan juga ayahnya Fadhly bahkan masih terdengar oleh keduanya.


Jangan tanya bagaimana malunya Aya saat senja memanggilnya bunda di depan papanya dan juga wali kelasnya, sedangkan pak Fadhly hanya bisa menunduk kan wajahnya tak berani menatap pria yang ada di hadapannya.


Tapi lain halnya dengan papa Arya yang malah termenung seperti mengulang kembali masa dimana Aya kecil yang memaksa Naya untuk bisa menjadi ibunya. Mama Naya yang dari tadi menahan tawa hanya bisa menyenggol pundak papa Arya.


" senja tuh kayak Aya waktu kecil tapi senja lebih cerdik " bisik mama Naya yang tanpa papa Arya sadari malah di jawab anggukan olehnya.


" hai sayang kenalkan ini papanya bunda Aya.. jadi kalo sama mamanya bunda manggil Oma jadi kalo manggil papa nya bunda manggilnya apa dong ?" tanya mama Naya mencairkan suasana yang sedikit kikuk.


" opa " jawab senja polos.


" senja sini sama ayah " ucap pak Fadhly mengulurkan tangannya agar senja mendekat padanya. Tapi senja menggeleng dan malah berdiri di belakang Aya.


Papa dan mama Aya hanya bisa melihat drama yang di mainkan setan kecil yang bernama senja.


" kak bantu kala ngerjain pr yu " ucap kala yang tiba tiba saja mencari kakaknya.


" bunda ngga boleh pergi " ucap senja sambil terus menggenggam tangan Aya bahkan ayahnya saja sampai di acuhkan oleh senja.


" Kak dia siapa ? kenapa manggil Kaka bunda ?" ucap kala yang memang baru melihat senja di rumah ini.


" senja ini anak guru kakak " ucap Aya sambil berbisik pada kala, sedang kala hanya ber oh ria.


" senja ayo pulang nenek pasti udah nungguin di rumah " ucap pak Fadhly mencoba mendekati senja yang hanya berjarak beberapa langkah darinya.


" senja ngga mau tinggal sama nenek lagi, senja mau tinggal sama ayah aja " ucap senja sendu.

__ADS_1


" senja... tapi ayah harus kerja.. kalo ayah kerja senja sama siapa di rumah ayah.. " ucap pak Fadhly saat sudah bisa meraih tangan senja agar bisa menghadap padanya.


" kita bicara di rumah aja ya " ucap pak Fadhly lagi karena merasa tidak enak hati pada orang tua Aya. senja hany bisa mengangguk mengikuti ayahnya.


" baik lah pak Bu.. maaf senja sudah sangat merepotkan kalian semua di sini, saya dan senja pamit " ucap pak Fadhly sambil mengulurkan tangannya dan di sambut papa dan mama Aya dan juga kala.


" ay maafkan senja yang sudah merepotkan kamu hari ini " ucap pak Fadhly saat berjalan menuju keluar saat Aya mengantarnya ke depan.


" ngga papa pak saya mengerti mungkin senja sedang merindukan ibunya jadi hari ini dia sangat manja " ucap Aya mencoba mengerti posisi senja saat ini.


" bunda.. eh .. kakak. boleh ngga kapan kapan senja maen lagi ke sini ?" tanya senja penuh harap. Aya pun berjongkok agar bisa mensejahterakan tingginya dengan senja.


" senja boleh kok main ke sini dan juga manggil Kaka dengan sebutan bunda tapi jika kita ada di ?"


" luar sekolah " ucap senja dengan penuh semangat sambil memeluk Aya yang ada di hadapannya.


" makasih bunda " cup senja mencium pipi Aya setelah mengucapkan terima kasih.


Setelah senja dan pak Fadhly pergi meninggalkan rumah Aya, papa dan mama serta kala menatap curiga pada Aya yang begitu dekat dengan senja bahkan mengizinkan senja memanggilnya dengan sebutan bunda.


" ay sayang ada yang ingin kamu jelaskan sama papa dan mama ?" tanya papa Arya setelah Aya duduk di dekat kala.


Aya pun menceritakan kejadian tadi pagi saat dirinya pertama kali bertemu dengan senja bahkan saat kejadian di taman belakang dan juga saat di parkiran sebelum Aya pulang kerumahnya.


Semua nya hanya bisa diam mendengarkan cerita Aya tapi setelah Aya selesai bicara kala yang begitu sangat menyayangi kakaknya pun mulai menebak nebak apa yang sebenarnya di inginkan senja dari kakaknya.


" kak kalo misalnya senja terus gigih agar Kaka mau jadi bundanya dan harus menikah dengan ayahnya gimana ?" tanya kala yang mewakili apa yang di pikirkan papa Arya.


" Aya ngga tau.. Aya hanya melihat persamaan Aya sama senja yang kehilangan sosok seorang ibu disaat kami masih sangat membutuhkan nya " ucap Aya sambil menatap mama Naya yang begitu menyayangi nya hingga saat ini.


" dan di saat sosok itu ada, kami sangat mendambakan kehadiran nya karena takut kehilangan kesempatan itu lagi jadi kami berusa untuk bisa mendapatkan nya " ucap Aya yang malah bersimpuh di depan mamanya Naya.


" mah ... maaf jika dulu saat Aya kecil begitu memaksa mama untuk jadi mama untuk Aya padahal mama dan papa baru saja ketemu " ucap Aya sampai berlinang air mata.

__ADS_1


" apa mungkin apa yang mama alami dulu bakalan Aya alami sekarang ?" tanya Aya dalam pelukan mamanya.


" tapi Aya kan masih sekolah " Naya menuntun Aya agar duduk di samping nya dan membelai rambut yang sengaja Aya biarkan tergerai.


" sayang mama ngga pernah menyesal menikah muda dan menikahi papa karena kamu yang meminta, mama malah bersyukur memiliki kamu dan juga papa apalagi sekarang kita juga sudah punya kala yang akan selalu menjaga kakaknya "


Papa Arya tersenyum mendengar Naya yang memang tidak pernah menyesali pernikahan mereka selama ini.


" sudah... jangan membahas yang belum tentu terjadi " ucap papa Arya yang sebenarnya ucapan itu iya tujukan untuk dirinya juga.


Aya pun pergi memasuki kamarnya berusaha tidak memikirkan Apa yang tadi di tanyakan oleh kala.


' nikah muda.. sama pak Fadhly lagi.. ganteng sih tapi ' gumam Aya tapi tak lam iya pun berteriak meski teriakannya di redam oleh bantal yang menutupi mulutnya.


Membayangkan menikah dengan guru kesayangan semua siswa san guru guru yang masih single membuat Aya hanya bisa menggeleng kan kepalanya.


Pak Fadhly yang baru saja sampai di rumahnya pun mengajak senja untuk duduk di ruang keluarga dimana dia biasa menghabiskan waktu seorang diri jika senja sedang di rumah neneknya.


" sayang ... kenapa manggil kak Aya dengan sebutan bunda ?" tanya pak Fadhly yang merasa tidak enak pada Aya dan jug orang tua nya.


" tapi kak Aya juga ngga marah kalo senja panggil kak Aya dengan sebutan bunda " ucap senja dengan menundukkan wajahnya karena tau jika saat ini ayah ya sedang marah.


" tapi sayang panggilan bunda hanya untuk istri dari ayah senja dan kak Aya kan bukan istri ayah " ucap pak Fadhly berusaha bersabar menjelaskan pada anak nya yang memang sangat kritis dalam berfikir.


" ya udah kalo gitu nikah aja "


✍️✍️✍️ hayo... bocah kok di lawan 🤭😜😜


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2