Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Membantu Setelah Menghancurkan


__ADS_3

" maaf ?? tolong ??"


Arya dan Naya saling berpandangan tidak mengerti dengan ucapan pak Doni.


" maafkan saya.. karena saya kamu sampai lumpuh kemarin " ucap pak Doni mengakui kejahatannya yang pernah dilakukannya untuk membantu Clara mendapatkan Arya.


Naya berusaha menenangkan Arya yang baru mengetahui semua, Naya di beritahu papi Arga hasil penyelidikan Raka tentang dalang penculikan dan kecelakaan Arya. Naya dan papi Arga sengaja merahasiakan itu semua agar Arya fokus pada kesembuhannya.


Arya menatap Naya dan juga Raka yang memberikan reaksi yang biasa saja sehingga membuat Arya curiga jika Naya dan Raka mengerti semuanya tapi tidak memberitahu nya.


" sayang kamu tau ini semua ? Raka kamu juga ? " Arya menatap naya dan Raka tajam sedangkan pak Doni tersenyum sinis melihat Arya seperti itu.


Arya berusaha menguasai emosinya terlebih di hadapan pak Doni, orang yang mungkin memiliki niat terselubung atas kedatangannya.


" lalu " tanya Arya setelah menguasai emosinya.


" tolong hentikan papi kamu yang ingin menghancurkan perusahaan saya. kamu tau Arya, papi kamu mempengaruhi semua rekan bisnis saya untuk menarik semua saham mereka dari perusahaan saya "


Arya menatap pak Doni penuh senyum kemenangan, meski bukan dirinya Langsung yang membalas tapi apa yang papinya lakukan itu cukup untuk memberikan pelajaran pada pak Doni.


" terus sekarang bagaimana keadaan perusahaan anda saat ini ?" tanya Arya seolah iba akan apa yang di alami pak Doni sekarang.


" perusahaan ku terancam bangkrut tapi jika kamu ingin membantu menanam saham mu di perusahaan, saya yakin perusahaan bisa kembali stabil " pak Doni menatap Arya penuh harap.


Seolah mendapat angin segar dari pertanyaan Arya tadi, pak Doni berharap Arya mau membantunya. Biarkan papi Arya yang mencoba menghancurkannya tapi pak Doni akan berusaha meyakinkan Arya untuk mau membantu perusahaan untuk bangkit.


" bagai mana sayang apa kamu tidak keberatan jika mas membantu pak Doni ?" ucap Arya sambil menatap Naya dan juga Raka.


Naya yakin jika Arya tidak akan mengambil keputusan yang akan merugikan perusahaan nya sendiri, terlebih pada orang yang pernah mencelakakan nya.


" Naya terserah mas, karena Naya yakin mas tau apa yang terbaik buat perusahaan kita " ucap Naya sambil mengusap usap tangan Arya


" baik lah pak Doni setelah saya rundingkan dengan istri saya, saya akan membantu perusahaan pak doni " Arya sengaja menjeda ucapannya menatap pak Doni yang tampak tersenyum senang karena berfikir usahanya berhasil.

__ADS_1


" terima kasih Arya, saya akan menyiapkan berkas kerja sama kita " pak Doni yang menyangka jika Arya mau bekerja sama dengannya hendak pergi meninggalkan.


" tunggu dulu pak Doni " Raka menghentikan langkah pak Doni yang ingin meninggalkan atasannya.


" pak Arya belum selesai mengutarakan semuanya " ucap Raka, pak Doni kembali duduk dan menatap arya yang tersenyum devil.


" saya bukan ingin menanamkan saham di perusahaan anda " Arya sengaja menjeda agar pak Doni berfikir maksud Arya menolongnya itu apa.


" saya akan membeli perusahaan anda yang hampir bangkrut dengan harga yang bagus " ucap Arya sambil tersenyum penuh kemenangan atas kehancuran orang yang selalu berbuat jahat pada keluarganya.


" MAKSUD KAMU APA ARYA ??" pak Doni tidak bisa mengontrol emosi nya karena merasa di permainkan oleh anak bau kencur.


" apa kurang jelas yang saya ucapkan " tanya Arya sambil menyilangkan tangan di dadanya dan satu kaki iya naikkan ke kaki lainnya.


" baiklah saya ulangi.. saya akan membeli perusahaan anda dengan harga yang bagus karena apa yang papi saya lakukan pada anda itu jauh lebih ringan dari pada apa yang anda dan Clara lakukan pada saya dan juga Naya "


pak Doni menatap tajam Arya yang dengan berani mempermainkan nya seperti ini, Naya yang melihat tatapan pak Doni yang tidak bersahabat pun mulai angkat bicara.


Naya memang memegang bukti yang di berikan Raka padanya, tapi Naya masih berbelas kasih pada Clara, karena papi Arga yang akan menghukum pak Doni jadi Naya pikir biar Clara hanya iya pantau agar tidak melakukan kejahatan yang akan mengancam dirinya Arya dan juga Aya.


Tanpa menjawab apapun pak Doni meninggalkan ruangan Arya dengan emosi yang masih tersimpan di dadanya.


Sedangkan di rumah Lexi setelah kedatangan Angga keadaan bukannya semakin baik malah bertambah kacau apalagi Clara yang sepertinya takut akan adanya Angga di sana.


" Nisa.. Lexi tolong aku..aku tak mau bersama dia " terlihat jelas wajah takut Clara pada Angga.


" sayang jangan seperti itu.. jangan mengganggu Lexi dengan kekasih barunya" ucap Angga yang mengira jika Nisa adalah partner baru Lexi.


" tunggu aku seperti nya familiar dengan wajah nya " Angga menatap Nisa berusaha mengingat dimana dia pernah melihat Nisa.


Nisa yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan wajahnya dan berpindah duduk ke sebelah Lexi. Lexi yang tau Nisa tidak nyaman di tatap seperti itu merangkul pinggang Nisa mendekat padanya.


" aku tidak tau masalah mu dengan Clara tapi aku mohon pergi dari rumah ku sekarang !! " Lexi pun mencoba bicara baik baik untuk menyuruh pergi Angga dan Clara.

__ADS_1


" Lex aku mohon jangan biarkan Angga membawa ku pergi.." Clara memegang tangan Lexi berharap Lexi mau membantunya.


" ayo Clara kita pulang ke rumah ku, aku bersedia menikahimu demi anak kita " ucap Angga sedikit menarik Clara dengan paksa.


Lexi yang sedikit iba akan perlakuan Angga pada Clara ingin sekali membantunya tapi iya memikirkannya perasaan Nisa jika iya melakukan itu. tapi di luar dugaan Nisa malah membantu Clara lepas dari cengkraman Angga.


" lepas kan dia " Nisa maju menarik Clara dari cengkeraman tangan Angga, Angga menatap Nisa yang telah berani membantu Clara untuk ikut dengannya.


" wows ternyata teman ran jang


mu berani juga ya " ucap Angga sengaja memprovokasi Lexi.


" jaga ucapan mu Angga !! " Lexi menatap Angga penuh amarah.


" dia istriku bukan seperti yang kamu pikirkan" Lexi memasang badannya di depan dua wanita yang seperti nya dalam bahaya, karena memang Angga tipikal orang yang tidak pandang bulu dalam menghajar lawan.


Angga menatap Lexi dengan sinis karena terus saja merasa kalah dari Lexi, mulai dari perusahaan kekayaan bahkan teman ran Jang Lexi selalu saja unggul darinya.


" ah iya aku ingat dia siapa " ucap Angga yang baru bisa mengingat dimana dia pernah melihat Nisa.


Lexi menatap tajam Angga yang bisa saja membongkar rahasia yang sengaja dia simpan.


" dia adalah wanita itu !!


✍️✍️✍️maaf ya... hari Minggu jadi telat update...


apakah Lexi bisa mencegah Angga membongkar rahasia nya ataukan ini waktunya Nisa mengetahui semuanya 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2