Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Butuh sandaran


__ADS_3

Belum sempat queenza mengutarakan niatnya, Aya tiba tiba saja kesulitan bernafas yang tentu saja membuat Naya panik.


" mas... Aya " Arya langsung melihat ke arah Naya yang sudah mulai memangku Aya bahkan mami Nilam pun ikut khawatir dengan keadaan cucunya.


" Arya.. cepat bawa anak mu ke rumah sakit !!" bentar papi Arga kala melihat anaknya yang hanya diam.


Arya mendekat ke arah Naya dan mulai menggendong Aya menuju ke arah luar dimana mobil papi Arga memang berada tepat di depan rumah diikuti Naya dan papi maminya.


queen hanya diam melihat anak yang kesulitan nafas, dirinya pun mengikuti langkah Arya dan keluarga tapi langkah nya terhenti karena ucapan arya.


" tidak usah mengikuti kami, kehadiran mu hanya akan memperburuk keadaan Aya " setelah mengucapkan semua itu Arya mengitari mobil papinya dan mulai mengemudikan mobil membelah jalanan berharap Aya masih bisa bertahan.


Nafas Aya pun semakin berat dan tentu saja membuat hati naya menjadi sangat sedih dan takut.


" mas cepat !!" Arya hanya melihat sekilas pada Aya.


Arya dan rombongan pun sudah sampai di rumah sakit yang memang sudah sering Aya datangi, Arya langsung menggendong Aya untuk menuju ruang pemeriksaan agar Aya segera di periksa dan di tindaklanjuti.


Naya dan papi mami hanya mengikuti kemana Arya melangka.


" dok...tolong anak saya " Arya yang begitu panik malah berteriak di ruang UGD sebuah rumah sakit, tak lama dokter dan suster jaga pun segera menghampiri Aya yang baru saja di letakan oleh Arya di ranjang pemeriksaan.


Arya memberikan ruang agar dokter san suster lebih leluasa memeriksa keadaan Aya, sampai datang suster yang menghampiri Arya.


" maaf pak, sebaiknya bapak dan ibu menunggu di luar ! " ucap suster, arya dan Naya pun langsung melangkah ke luar dimana disana juga ada mami dan papi Arya.


" mas kamu tenang ya... Aya pasti bisa melewati semuanya dan dia pasti akan sehat kembali " ucap Naya sambil mengusap usap dada Arya berharap itu bisa memberikan ketenangan pada Arya


Arya malah memeluk Naya, karena dirinya kini sedang membutuhkan sandaran. anak yang iya jaga dengan sangat baik kini sedang tidak baik baik saja. sedang kan papi dan mami Arya hanya bisa menunggu dokter yang sedang menangani Aya.


sudah hampir dua jam dokter yang menangani Aya masih belum keluar dari ruang tindakan dan itu terus saja membuat Arya semakin bertambah panik.

__ADS_1


" mas... kamu harus yakin kalo Aya pasti bisa melewati semuanya sehingga Aya pun merasakan kekuatan yang kamu berikan " Arya hanya memejamkan matanya setelah mendengar penuturan Naya.


' ya Allah percayakan Aya pada kami, izinkan kami agar bisa menjaga merawat dan mendidiknya. sembuhkan lah Aya ya Allah karena hanya engkau yang maha penyembuh atas sakit yang di derita manusia aamin ' ucap doa dalam hati Arya.


Di saat Aya berjuang dalam masa kritisnya, di alam bawah sadar Aya seperti sedang di sebuah taman.


Di Taman itu Aya duduk di bangku taman bersama dengan papa dan mamanya, Aya berlari kesana kemari mengejar kupu kupu yang terbang dengan sayap yang kelap kelip membuat Aya begitu semangat mengejarnya.


Aya berlari terlalu jauh meninggalkan papa mamanya hingga sampai lah Aya pada sebuah pintu berwarna putih yang tiba tiba saja menarik Aya agar masuk ke dalam sana.


saat pintu putih mulai terbuka Aya melihat mama Naya yang terlihat mencari Aya tapi bukannya mendekati Aya mamah Naya malah menjauh, bahkan Aya berteriak sekencang yang iya bisa untuk memanggil mamahnya.


Aya terus berteriak memanggil mama Naya hingga sampai pintu putih itu menarik Aya masuk dengan paksa, tapi saat Aya mulai tertarik kedalam terdengar suara sang papa yang sedang meminta pada tuhan agar Aya bisa kembali pada nya ditambah tangan mama Naya yang tiba tiba saja terulur untuk menarik Aya keluar dari pintu putih itu.


Tak lama dokter yang menangani Aya pun keluar yang langsung di hampiri Arya


" keluarga anak Aya.."


" saya ayahnya dok.." ucap Arya.


" mas..." Naya memegang pundak Arya


" Aya sekarang sudah baik baik saja, mas harus Bisa mengendalikan diri jangan sampai Aya melihat mas yang rapuh seperti ini "Arya hanya mengangguk sambil mencoba tersenyum pada naya.


" apa kami sudah bisa melihat Aya dok ? tanya Naya mewakili Arya dan dokter hanya mengangguk mengiyakan.


" kalian saja dulu saja yang masuk, Aya pasti seneng kalo yang pertama dia lihat papi dan mama nya " ucap mami Nilam.


" ya udah mih Naya sama mas Arya masuk dulu ke dalam ya " Arya langsung menggenggam tangan Naya menuju tempat tidur dimana Aya masih terbaring lemah dengan selang infus di tangannya dan selang oksigen di hidungnya.


" assalamualaikum sayangnya mamah.." Naya mengecup kening Aya yang baru saja tersadar sedangkan Aya hanya tersenyum menanggapi.

__ADS_1


" sayang papa khawatir banget.. sekarang udah enak napasnya " Aya hanya mengangguk karena Aya masih sangat lemas.


" mah... jangan tinggalin Aya "


" hei... kenapa bicara seperti itu, mama ngga akan ninggalin Aya mamah janji " Naya menggenggam tangan Aya berusaha meyakinkan.


" kenapa Aya bicara seperti itu " Aya pun menceritakan apa yang di alaminya dalam mimpi sambil terus menggenggam tangan mamah nya.


Arya yang mendengar mimpi Aya pun hanya bisa membalikan badan nya, iya tidak ingin Aya melihatnya rapuh. setelah bisa mengendalikan diri Arya lalu mendekat ke arah Aya mencium kening putri kesayangan nya.


" Aya harus kuat demi mama dan papa ok " Aya hanya bisa mengangguk.


" pah Tante yang tadi ?" Arya menatap naya meminta pendapat apa yang harus di ucapkan pada Aya dan Naya mengerti arti tatapan Arya padanya.


" sayang... nanti kalo Aya udah sehat sama udah stabil dan bisa pulang ke rumah mama jelasin ok, tapi sekarang Aya ngga usah mikirin Tante yang tadi ya " Aya hanya mengangguk.


" ya sudah Aya istirahat ya, biar cepet sehat lagi ya..." Naya pun mulai menarik selimut untuk menyelimuti setengah tubuh Aya.


" tapi mamah di sini ya jangan tinggalin Aya.." Naya pun mengangguk mengiyakan.


" ya sudah papa ke luar ya papi mami nya papah juga kayaknya mau lihat Aya, boleh kan?"


" boleh dong kan sekarang Aya udah temenan sama mami ya kan sayang.." Aya pun mengangguk.


Arya berjalan keluar ruang tindakan Aya, tapi apa yang di lihat malah membuat amarahnya tiba tiba saja memuncak. Arya berjalan menghampiri mami dan papi nya yang sedang berdebat dengan orang yang menjadi penyebab kondisi Aya saat ini


✍️✍️✍️ kira kira siapa yang sedang berdebat dengan mami papi Arya ??? apa jangan jgan itu queenza 🤔🤔🤔 tapi bukannya tadi Arya melarangnya mengikuti mereka 😒😒 .


hai... maaf ya hari ini UPnya telat banget, pagi tadi ngga sempet up mohon di maklum ya...


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2