Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Penawaran Naya


__ADS_3

" tapi pak Naya masih boleh kan menghubungi Aya ?? karena Naya sudah menganggap Aya anak naya sendiri ya..." pak Dimas tau jika Naya memang sangat menyukai anak anak dan mudah dekat dengan anak kecil jadi sangat wajar jika Naya tidak mudah lepas dari Aya.


" iya..tapi hanya sesekali dan tidak boleh memberitahu jika kita akan pergi dari kota ini" ucap pak Dimas tegas.


Tidak akan ada seorang ayah pun yang akan rela jika anak gadisnya di kecewakan terlebih oleh suaminya sendiri, seperti itu juga yang di rasakan pak Dimas. Pak Dimas juga kecewa karena sahabatnya Arga membiarkan putranya mengecewakan anaknya padahal dia sendiri yang berjanji akan menjaga Naya.


" ya sudah ibu sama ayah pulang dulu sekalian menyiapkan semuanya, Anisa kamu juga bersiap nak.. Tante sama om akan senang jika kamu ikut dengan kami.


" tapi om .. Nisa nanti akan menjadi beban om dan Tante !" meski Anisa anak yatim piatu tapi pantang baginya menyusahkan orang lain apalagi dirinya sudah berumur delapan belas tahun dan almarhum ayah dan ibunya juga memiliki uang pensiunan yang bisa dia gunakan untuk kebutuhannya.


" Nisa sayang... om dan Tante ngga pernah merasa keberatan, kamu sudah om dan Tante bagian dari keluarga kami.." ucap Bu Hera yang di Amini pak Dimas


Sepeninggalnya pak Dimas dan Bu Hera, Naya mencoba menghubungi rumah Arya dan berharap Aya yang mengangkat telepon darinya.


📞📞📞 kriingggg


📞📞📞 kringggg


📞" halo Assalamualaikum..." Naya yang mendengar suara ayah dari janin yang dia kandung hanya mematung tanpa mengeluarkan suara dan Naya baru menyadari jika nomor yang dia pencet bukan nomor rumah Arya tapi nomor handphone Arya sendiri.


📞" nay itu kamu sayang..."


📞" ok kalo kamu ngga mau jawab tapi aku mohon dengarkan aku.. aku ingin menjelaskan semuanya dan kamu cukup mendengarkan saja jangan di tutup"


📞" kemarin itu apa yang kamu dengar tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah juga.."


📞" jujur aku akui aku salah karena belum bisa melupakan rasa ini untuk queen dan soal ciuman itu mas hanya terbawa suasana "


helaan nafas Arya terdengar jelas oleh Naya.


📞" tapi rasa cinta mas jauh lebih besar buat kamu dari pada buat queen, dan queen sebenarnya kemarin itu hanya berpamitan dan mas juga tidak ada niatan sedikitpun untuk kembali padanya."


📞" kini semua mas kembalikan sama Naya jika Naya mau memaafkan mas dan memberi kesempatan pada mas ijinkan mas jemput kamu, tapi jika kamu masih membutuhkan waktu mas akan setia nunggu kamu.. tapi beri mas kepastian sayang.. "


📞" jika mas bisa menemukan Naya sebelum jam dua belas malam maka nay akan memaafkan mas tapi mas juga harus bawain nay soto ayam Betawi di tempat dulu kita makan setelah menikah.."

__ADS_1


Arya yang mendengar penawaran yang Naya berikan bahagia sekaligus heran kenapa harus bawa soto segala tapi Arya tidak akan melewatkan kesempatan yang Naya berikan padanya.


📞" baik mas akan berusaha buat nemuin kamu dan mas pasti bisa nemuin kamu sayang.."


setelah mengucapkan itu Naya langsung menutup panggilan telepon nya dan dirinya baru sadar jika Nisa sejak tadi memperhatikan nya.


" Nay kamu yakin mau kembali sama suami kamu nay?? dan apa tadi kamu bilang harus bisa nemuin kamu sebelum jam dua belas emangnya kamu Cinderella??" Naya memutar matanya menanggapi sindiran Nisa.


" dan juga nay jam dua belas malam itu masih lima jam lagi... dan kemungkinan dia nemuin kamu itu sangat kecil " ucap Nisa mengingatkan karena dari rumah nya ke rumah Arya itu sangat jauh setidaknya butuh waktu dua jam perjalanan.


" itu ujian buat dia, sejauh mana dia mengenali dan memahami istrinya.." ucap Naya sambil masuk menuju kamar yang selalu dia tempati jika sedang berada di rumah Anisa.


Di kantor Arya dimana Arya kini sedang memikirkan kemungkinan dimana Naya berada dan kira kira siapa yang mengetahui keberadaan Naya, sampai Arya ingat pada bapak ibu Naya yang memang sejak kejadian Naya pergi belum pernah dia datangi sekedar menanyakan keberadaan Naya.


Arya memanggil Raka untuk masuk ke ruangan nya melalui sambungan intercomnya


" ka ke ruangan saya sekarang" tak lama setelah panggilan itu Raka pun memasuki ruangan atasan nya.


" bapak memanggil saya ..?? " ucap Raka setelah memasuki ruangan Arya.


flashback on


" pak dokternya sudah datang..." ucap Raka sambil menunjukan dimana posisi Arya saat ini


" siang pak... apa yang bapak rasakan ...?? " ucap dokter sambil mengeluarkan stetoskop nya dari dalam tasnya.


" perut saya dari kemarin mual tidak jelas bahkan yang lebih parahnya lagi perut saya tiba tiba mual saat tadi ada seorang wanita dengan pakaian seksi mendekati saya bahkan menatapnya saja membuat saya bertambah mual tapi saya tidak memuntahkan apapun "


Arya menjelaskan apa yang dia rasakan dan alami sejak semalam hingga saat ini.


" baik.. apa sekarang masih mual..? " tanya dokter pada Arya yang masih di terbaring lemas di tempat tidur nya.


"sekarang tinggal lemasnya dok.. mualnya sudah mulai berkurang.." ucap Arya.


" apa pak Arya sudah menikah ?? "

__ADS_1


" apa hubungannya saya yang mual dengan sudah menikah ?" dokter itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Arya.


" sangat berhubungan.. " ucap dokter menjeda ucapkannya


" jika bapak sudah menikah ada kemungkinan istri anda sedang hamil dan yang anda rasakan saat ini di sebut dengan kehamilan simpatik.."


" memang kehamilan simpatik itu apa??"


ucap Raka antusias.


Bukannya Arya tidak antusias karena saat ini Arya sedang memikirkan kemungkinan jika Naya memang benar sedang hamil maka dirinya harus bisa membujuk Naya untuk kembali padanya dan memulai semuanya dari awal.


" kehamilan simpatik itu dimana sang suami merasakan mual muntah seperti yang dirasakan istri yang hamil dan juga karena rasa cinta yang dimiliki sang suami lebih besar di tambah khawatir sang suami terhadap istrinya yang membuat hal itu terjadi" ucap dokter menjelaskan.


" atau mungkin anaknya yang ingin memberi pelajaran untuk ayahnya yang tidak peka pada ibunya.." sindir Raka pada atasannya.


Arya yang mendengar sindiran Raka bukannya marah tapi malah terkesan bahagia jika benar itu yang terjadi bisa menjadi alasannya untuk kembali sama sama lagi.


flashback off


" ka kira kira kamu tau ngga dimana Naya saat ini " ucap Arya berharap Raka tau dimana istrinya.


" coba bapak tanya orang tua Naya.. bicara baik baik sama mereka dan tunjukan kesungguhan bapak untuk bisa bersama naya lagi.


Arya memikirkan saran yang di berikan Raka yang memang ada benarnya dan wajib di coba karena kini dirinya berburu dengan waktu yang di berikan Naya padanya yang kini tersisa empat setengah jam lagi.


Tanpa membuang waktu Arya melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Naya berharap pak Dimas dan Bu Hera mau memberikan nya kesempatan untuk bisa memperbaiki semuanya.


✍️✍️✍️Apakah pak Dimas akan memberitahu dimana dimana Naya saat ini atau tidak.?? dan apakah usaha Arya akan berhasil ..??🤔🤔


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2