
Pagi ini terasa berbeda dimana bukan hanya ada papi mami tapi juga ada bapak ibu Naya yang menginap karena ingin memberikan kejutan untuk Naya, ditambah Arya yang mulai berjalan sendiri tanpa bantuan kursi roda atau pun kruk.
" ga.. liat tuh anak Lo kayaknya seger bener pagi ini " goda pak Dimas saat Arya sudah bergabung bersama mereka di meja makan.
" ya wajar lah dim, dia kan baru pilih mungkin juga baru bisa "
" pih.. udah ngga usah di bahas malu tau " sela Arya yang sedikit kesal karena buka puasanya di sajikan bahan olok olok papi dan mertuanya.
Naya yang mendengarkan jangan di tanya bagaimana malunya dirinya saat ini, dengan pipi bersemu merah dia masih melayani arya untuk mengambilkan sarapan untuk Arya dan Aya.
Mereka sarapan dengan tenang tidak ada lagi godaan yang di berikan papi Arga pada anaknya. hanya ada suara denting sendok garpu yang beradu dengan piring.
" mas hari ini mau ke kantor ? tanya Naya karena melihat Arya yang sudah bisa berjalan membuat nya berpikir Arya pasti kangen untuk mulai bekerja.
Naya dan Arya kembali ke kamar mereka karena Naya hendak bersiap untuk berangkat kerja.
" iya sayang tapi mungkin hanya sebentar untuk melihat kamu kerja, mas sudah lama ingin melihat kamu yang sedang kerja " ucap Arya jujur.
" ya sudah ayo nay bantu bersiap " Naya pun membantu Arya mulai dari memilih pakaian yang akan di pakai Arya sampai ke aksesoris yang di gunakan Arya.
" kamu jadi makin gagah mas "
Di sebuah rumah yang biasanya terdengar damai kini kedatangan tamu tak di undang yang membawa berita yang menghancurkan hari Nisa.
Ya di rumah Lexi kini Clara sedang duduk dengan congkak di hadapan Lexi dan Nisa
" aku hamil Lex " ucap Clara tanpa rasa bersalah pada Nisa,
Nisa menatap Lexi lalu menatap Clara, mencari kebohongan di mata Clara tapi jika di lihat dari mata itu terlihat jujur bahkan dari body Clara pun terlihat jelas karena banyak perubahan dalam tubuh Clara.
Clara yang kini ada di hadapannya begitu semok dengan dada yang semakin membusung. meskipun dirinya tak kalah dalam ukuran dada dari Clara bahkan ukurannya jauh lebih baik dari Clara.
Lexi memegang tangan Nisa memberikan ketenangan agar tidak mudah terpengaruh dengan ucapan Clara.
" sayang ingat kamu lagi hamil " ucap Lexi mengingatkan.
Ya Lexi dan Nisa sudah menjadi suami istri seutuhnya setelah dua Minggu pernikahan mereka, Lexi dengan sabar mendekati Nisa bahkan untuk urusan ran jang Lexi tidak langsung menerkam Nisa tapi melalui beberapa kali tahapan agar Nisa tidak merasa takut saat melakukan hubungan suami istri.
__ADS_1
Semenjak saat itu Lexi berjanji dalam hatinya tidak akan mengkhianati Nisa bukan hanya karena Nisa wanita yang pernah iya rusak dulu, tapi memang rasa tidak bisa berbohong.
Lexi begitu menggilai Nisa bahkan soal urusan ran Jang Nisa jauh lebih se xy dari Clara dan Lexi merasakan kepu asan yang luar biasa dari Nisa.
" kamu pernah bilang jika aku hamil kali ini, kamu ngelarang aku untuk menggu gurkan nya dan kamu yang akan merawatnya " ucap Clara mengingatkan.
Nisa dan Lexi hanya mendengarkan apa yang Clara ucapkan dan ingin mengetahui tujuan sebenarnya dari kedatangan Clara ke rumah Lexi.
" aku ingin kamu menikahi ku " ucap Clara tanpa rasa malu dan rasa bersalah sedikitpun.
tapi Lexi dan Nisa hanya diam, bahkan saat Lexi akan bereaksi dengan apa yang Clara ucap kan di hentikan oleh Nisa.
" kamu juga tidak mengenalkan Nisa pada semua orang jika kamu sudah menikah dan memiliki istri " nisa tersenyum mendengar ucapan Clara
" dan aku ingin kira mengadakan resepsi besar besaran dan mengumumkan jika aku istri kamu satu satunya " Clara mengeluarkan semua yang ingin dia ucapkan pada Lexi bahkan semua itu atas perintah sang papi.
" kamu ingin membohongi publik bahwa kamu istri sah suamiku " ucap Nisa tenang.
" kamu tau walaupun kamu menikah dengan suamiku posisi kamu tetap istri siri yang berada jauh di bawahku "
Clara yang di tanya usia kehamilan oleh Nisa mendadak pucat karena iya yakin Nisa bisa tau jika usia kandungannya baru beberapa bulan.
Lexi menatap Nisa dan juga Clara, tapi Lexi salut dengan ketenangan Nisa dalam menghadapi Clara yang notabene mantan partner ran jang nya.
" kalo boleh aku tebak jika usia kandungan kamu baru masuk tiga bulan sama seperti usia kandungan ku " Lexi yang mendengar y
tebakan Nisa tentang usia kandungan Clara kini menatap tajam Clara.
" sok tau kamu " tanya Clara dengan wajah pucat nya.
" ok kalo aku salah sebaiknya kita periksa langsung ke rumah sakit agar lebih jelas " Nisa memberikan solusi yang memang bisa membuat semua yang tidak jelas menjadi jelas.
Lexi langsung berdiri menggandeng tangan Nisa menuju ke luar rumahnya, tapi Clara hanya diam tanpa ada niatan mengikuti usulan Nisa.
" Clara ayo.. " teriak Lexi dari pintu rumah nya.
mau tidak mau Clara mengikuti Lexi dan nisa sambil memikirkan cara agar mereka tidak sampai ke rumah sakit.
__ADS_1
Lexi Nisa dan Clara menaiki mobil Lexi dimana Nisa sengaja berada di bangku belakang menemani Clara agar tidak bisa kabur atau mencari alasan untuk pergi.
Tak butuh waktu lama mereka bertiga sudah sampai di sebuah rumah sakit ibu dan anak yang memang sengaja Lexi pilih untuk memeriksa kehamilan Nisa dan Clara.
Kini mereka sedang menunggu antrian karena memang Nisa sudah mendaftar secara online agar bisa mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan nya.
" jika saja apa yang kamu ucapkan salah dan itu bukan anak ku, aku tidak akan tinggal diam.. akan ku hancurkan kamu dan juga keluarga mu tanpa ampun " ucap Lexi penuh emosi.
" sudah mas.. kita lihat nanti hasilnya seperti apa " ucap Nisa menenangkan suaminya yang memang sejak tadi seperti menahan emosi.
Kini tiba giliran Nisa dan Clara yang memasuki ruangan pemeriksaan dokter kandungan.
" Anisa ?? " tanya dokter yang bernama Lenka pada Anisa
" siang dokter Lenka " jawab Nisa sopan, Nisa tidak menyangka jika dokter yang akan memeriksanya dan Clara adalah Kaka sepupu jauh dari almarhum ayahnya.
Dokter Lenka menatap Nisa lexi dan Clara secara bergantian, dan Nisa bisa menebak apa yang di pikirkan sepupu jauhnya padanya itu.
" kak lenka perkenalkan ini Lexi suami Nisa " nis pun memperkenalkan Lexi pada kakak sepupu jauhnya itu, sedangkan Lexi hanya menganggukkan wajahnya tanpa mengulurkan tangannya
" begini dok saya mau minta bantuan dokter untuk memeriksa wanita ini " ucap Nisa pada dokter Lenka.
✍️✍️✍️ kira kira apakah benar jika Clara hamil anak Lexi atau ini hanya akal akalan clara saja untuk menjebak Lexi 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
jangan lupa mampir juga ke cerita receh R-kha 😘😘 lainnya
- memendam rasa ( andai aku bisa memiliki mu)
- Adikku kekasihku ( gagal move on ) lanjutan cerita setelah 15 tahun pernikahan.
- setelah 15 tahun pernikahan ( dia telah kembali )
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1