
" ARYA !!!" bentak pak Dimas dengan sorot mata penuh emosi pada keduanya.
Arya mendorong Clara begitu keras sampai sampai Clara terdorong kebelakang dan terjatuh.
" pak Arya bisa jelaskan semuanya " ucap Arya sembari mendekat ke arah pak Dimas, tapi pak Dimas malah pergi meninggalkan ruangan itu menuju ruang makan dan mengambil teko yang berisi air putih untuk sarapan.
Byurrr
Pak Dimas menyiramkan air teko ke arah Clara yang masih terduduk di lantai. namun tiba tiba saja Naya datang menghampiri Clara mencoba mengulurkan tangannya namun di tepis dengan keras oleh Clara.
" ngga usah sok peduli sama saya, kalo bukan karena kamu Arya ngga akan meninggalkan saya dan kalo bukan karena anak penyakitan itu kamu ngga mungkin jadi istrinya Arya "
Dengan napas memburu Clara meracau ditambah pengaruh alkohol membuatnya semakin tak terkendali, kini
" DASAR PEREMPUAN PEREBUT..." belum selesai Clara menyelesaikan ucapannya tangan Arya sudah lebih dulu mendarat di pipi Clara.
Plakk
" Jaga ucapanmu !! " bentak Arya.
" Naya tidak merebut ku dari mu karena kita memang tidak memiliki hubungan apapun "
ucap Arya tegas karena dirinya pun sudah sangat lelah di ganggu oleh semua ulah clara.
" tapi Ar aku yang selalu ada di samping kamu !!" Clara berusaha mendekat ke arah Arya tapi Arya mundur dan mengangkat kedua tangannya.
" aku tidak pernah meminta kamu untuk selalu bersama ku, tapi kamu yang terus saja menempel padaku"
" cla selama ini aku selalu memaafkan kamu atas apa yang kamu lakukan tapi sekarang tidak lagi, maaf !!" ucap Arya tegas.
" dan sebaiknya kamu pergi sekarang sebelum aku benar benar mengusir kamu dari sini " ucap Arya sambil berlalu meninggalkan Clara yang masih diam mencerna apa yang di ucapkan Arya.
Clara akhirnya pergi meninggalkan rumah pak Dimas dengan emosi yang masih meninggi ditambah penghinaan yang di terimanya.
' aku akan mendapatkan mu apapun caranya ' gumam Clara sambil mengemudi kan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah Clara meninggalkan rumah pak Dimas, semuanya melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.
" Arya kamu harus bisa tegas pada wanita itu, jangan terus biarkan dia berada di dekat mu karena dia akan jadi benalu yang bisa saja menghancurkan rumah tangga kalian " nasehat Bu Hera pada menantunya.
" iya pak, bu mulai sekarang saya akan sangat tegas pada Clara " Naya hanya bisa mengusap tangan Arya agar bisa lebih tenang.
" mah Aya kapan bisa sekolah" ucap Aya kala mengingat jika dirinya ingin bersekolah.
__ADS_1
Naya menatap Arya sejenak lalu kembali menatap Aya yang masih menunggu jawaban nya.
" tunggu 3 bulan lagi ya, nanti saat tahun ajaran baru kita daftar sekolah Aya ok " yang langsung di sambut anggukan oleh Aya.
" pak, Bu Arya pamit berangkat kerja ya sudah dua hari Arya tidak ke kantor " ucap Arya saat telah menyelesaikan sarapan nya.
" titip Naya sama Aya ya.." ucap Arya yang entah kenapa Arya seperti merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi.
" iya.. kamu tidak usah mengkhawatirkan Naya dan Aya mereka akan aman di sini " ucap pak Dimas yakin.
Arya pun berpamitan pada Naya dan juga Aya untuk berangkat kerja.
" yang.. mas berangkat kerja dulu jangan terlalu lelah ingat kamu saat ini sedang hamil"
" iya mas "
" sayang jagain mamah sama adik bayi ya, papa pergi dulu " ucap Arya sambil mengecup kening Aya dan juga Naya.
setelah puas berpamitan Arya memasuki mobilnya untuk menuju kantor nya berada, meski hatinya mulai tidak tenang yang entah apa sebabnya. Arya tetap fokus mengemudi untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.
Tapi untung tidak dapat diraih bala tidak dapat di tolak, seperti itu juga yang di alami Arya karena tiba tiba saja sebuah mobil yang lebih mirip ambulance menabraknya dengan sengaja dari arah belakang saat berada di tikungan.
Brukk.. ckittt tabrakan dua mobil itu tidak terhindarkan lagi. Yang Langsung saja membuat mobil yang Arya tumpangi menabrak pembatas jalan dengan luka di tubuh Arya yang cukup parah terutama di bagian kepala.
Tapi tidak dengan mobil yang menabrak Arya, karena jalanan yang sepi membuat orang tersebut dengan mudah membawa Arya keluar dari mobilnya dan di masukan ke dalam mobil dimana di dalam nya sudah ada seorang dokter dan juga suster yang siap mengobati Arya.
" dok jalan kan sesuai dengan apa yang papah saya perintahkan" ucap seorang yang sudah menunggu kedatangan Arya dari tadi.
" baik Bu, sesuai dengan permintaan ibu" ucap dokter tersebut dengan senyum penuh artinya.
' sebentar lagi kita akan bersama Arya dan setelah kamu mendapatkan penanganan kita akan pergi jauh dari sini ' gumam wanita tersebutlah sembari melihat dokter tersebut mengobati arya.
Sampai suara dering ponsel membuyarkan lamunan nya.
📞" iya pah.."
📞" .....
📞" rencana papah memang yang terbaik "
📞".....
📞" tapi apa papah bisa menjamin jika Arya akan baik baik saja "
__ADS_1
📞" ....
📞" baik pah, nanti setelah Arya selesai perawatan kami akan keluar dari kota ini.
Setelah selesai menerima telepon dari papa nya, wanita itu langsung menutup sambungan telepon karena dokter yang menangani Arya telah selesai.
" dok Nata aman kan? " tanyanya pada dokter setelah mengganti nama Arya menjadi nata sesuai dengan nama panjang Arya.
" aman Bu, jadi kita bisa membawa nya sekarang sebelum semuanya terlacak dan saya yang akan kena dampaknya " ucap Dokter yang ternyata masih sayang pada pekerjaan nya tapi tidak setia pada sumpah dokternya.
" kamu siap kan semuanya saya akan mengikuti kalian dari belakang, jangan lupa ganti mobil yang akan membawa Arya menggunakan mobil yang papa saya siapkan" ucap wanita itu mengingatkan.
" baik Bu" dokter tersebut menjalankan apa yang di perintahkan terlebih bayaran yang di berikan papa dari wanita itu sangat lah tinggi.
Mobil yang membawa Arya pun kini meninggalkan rumah sakit menuju luar kota sesuai dengan perintah wanita itu tepat nya di kota B meski perjalanan memakan waktu tiga jam tapi karena kondisi Arya yang sudah stabil membuat dokter dengan tenang membawanya.
Di kantor Raka sedang menunggu kedatangan Arya karena memang tadi padi Raka menelpon Arya memintanya datang untuk menandatangani berkas penting.
Namun hingga siang hari atasannya Arya masih belum juga datang.
Raka mencoba menghubungi handphone atasannya tapi nomornya berada di luar jangkauan, penasaran Raka mencoba menelpon Naya.
📞📞📞 kriingggg
📞📞📞 kriingggg
📞" halo assalamualaikum kak " ucap Naya saat tau Raka yang menelpon nya.
📞" waalaikum sallam nay, maaf saya mau nanya pak Arya berangkat ke kantor ngga ? " tanya Raka
📞" berangkatlah kok kak dari pagi malah berangkat nya "
📞" tapi sampai saat ini belum sampe kantor nay " jelas Raka pada Naya.
deg..
📞" terus mas Arya kemana kak ?" tanya Naya pada Raka.
📞" coba nanti kakak cari tau apa yang terjadi pada pak Arya, kamu tenang ok ingat kamu sedang hamil nay "
✍️✍️✍️ kira kira apa kemampuan Raka melacak kali ini akan berhasil menemukan Arya ??🤔🤔
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹