
" apa ada syarat yang harus papa penuhi ?"
tanya Clara, tapi papa Doni tidak menjawab hanya memalingkan wajahnya tak ingin membuat putrinya sedih dengan syarat yang di berikan pak Broto.
" pap jawab!! kasih tau Clara apa syarat yang di ajukan pak Broto ?" ucap Clara tak menyerah.
Angga mencoba mendudukkan diri di samping Clara dan menenangkannya.
" apa ada syarat yang di ajukan ayah saya pak?" tanya Angga lebih halus lagi berharap pak Doni mau memberitahu kan padanya.
" dia ingin kalian hanya menikah siri sementara ini " ucap pak Doni yang tak sampai hati memberitahu bahwa Clara harus menyerahkan anaknya sendiri.
Clara tersenyum dengan syarat dari pak Broto,
" lalu masalahnya dimana ?" ucap Clara enteng.
" bagi papa menikahkan anak secara siri bukan menyelesaikan masalah tapi hanya menunda masalah " ucap papa Doni sambil menatap Angga.
" saya ingin berbicara dengan mu di ruang kerja " ucap pak Doni sambil melangkah ke ruang kerja di ikuti Angga, sedangkan Clara terlihat cuek apa lagi syarat pak Broto membuatnya masih bisa melangkah jauh.
Clara pun meninggalkan ruang makan setelah dirasa kenyang dengan makanan yang di bawa Angga karena dirinya sudah merasa sangat lelah karena mual muntah tadi.
Sedangkan di rumah pak Dimas kini Naya sedang berada di kamarnya bersama Arya, Aya sendiri tidur di kamar pak Dimas dan juga Bu Hera karena permintaan Aya.
" mas.. udah punya nama buat anak kita ?" tanya Naya yang memang belum memikirkan nama untuk anaknya
" udah.. kenapa memang?" tanya Arya sambil memeluk Naya dari samping karena kini mereka sedang rebahan di atas tempat tidur Naya.
Naya pun memiringkan tubuhnya agar lebih memudahkannya memeluk Arya.
" mas mau anak kita cewe apa cowok ?" Tanya Naya sambil memainkan tangannya di dada polos Arya. Arya yang sedang memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan Naya di dadanya pun terpaksa membuka matanya lalu menatap Naya.
" kalo mas ngga masalah mau dia perempuan atau laki laki keduanya sama saja " ucap Arya sambil mencium bi bir Naya yang memang sedari tadi menggodanya.
" yang pasti dia kan buah cinta kita " ucap Arya setelah puas mencium bi bir Naya.
__ADS_1
Tapi mungkin karena Naya yang sedang merindukan sentuhan Arya, Naya kembali menci um bi bir Arya bahkan kini Naya mendorong Arya agar terlentang.
" mas.. kangen" ucap Naya setelah puas menautkan bi bir nya pada Arya, Arya yang mengerti apa yang di inginkan Naya langsung mengambil alih permainan.
Berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk istrinya yang sedang hamil enam bulan, meski Arya dan Naya melakukannya dengan pelan dan hati hati tapi tak mengurangi kenikmatan yang mereka rasakan.
Keduanya pun tertidur setelah keduanya mendapatkan puncak kenikmatan, bahkan Arya hanya menyelimuti tubuh polos mereka berdua dengan selimut tebalnya.
Tak terasa pagi kini sudah mulai menyapa dimana Naya juga baru saja bangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat senang, terlebih saat membayangkan dirinya bisa makan bubur favorit nya yang berada dekat tempat sekolah nya dulu.
" mas bangun .. sudah pagi.. " ucap Naya sambil menepuk lengan Arya.
Tak lama Arya pun terbangun karena memang dirinya pun merasakan panggilan alamnya. Arya yang baru saja selesai mandi dan berpakaiannya langsung di gandeng Naya untuk turun dan menemui pak Dimas dan Bu Hera serta putri kecil mereka.
" pagi pak, bu.. sayang " ucap Naya pada semuanya terlebih Aya yang mendapat kecupan manis di pipinya.
" pak .. Naya pinjem mobilnya ya " semua yang ada di sana langsung menatap Naya yang tidak biasanya ingin membawa mobil, bahkan saat Naya mengganti kan posisi Arya pun Naya tidak pernah membawa mobil.
" memang kamu mau kemana sayang ?" tanya Arya.
Bu Hera pun tersenyum melihat naya yang seperti itu, lalu membisikkan sesuatu pada pak Dimas. Arya yang melihat mertuanya saling berbisik hanya bisa menebak apa yang di pikirkan mertuanya itu.
" ya sudah Arya sebelum kamu ke kantor kamu antar dulu Naya makan bubur, mungkin anak kamu sedang ingin di manja dan di perhatikan papanya " ucap pak Dimas.
" pake aja mobil bapak " ucap pak Dimas melanjutkan.
" ngga usah Bu.. pak .. sebentar lagi juga mobil Arya datang " ucap Arya yang tidak ingin merepotkan mertuanya.
Begitulah Naya yang akhir akhir ini sering meminta hal yang macam macam meski hanya sekedar makanan dan itu mudah di cari tapi Naya tidak mau jika saat menginginkan nya dia mendengar kata tidak bisa bilang dan jauh.
Dan hari ini adalah hari dimana Naya sedang menikmati perjuangan nya sebagai seorang ibu yang sebenarnya, dimana Naya menginginkan untuk bisa melahirkan secara normal.
" nay.. mas ngga tega liat kamu kayak gini " ucap Arya sambil menggenggam tangan Naya yang terasa dingin dan bergetar.
" Naya pasti bisa dan Naya yakin kuat mas.. jadi izinkan Naya menikmati semua ini " ucap Naya di sela sela Rasa sakit yang iya rasakan saat ini.
__ADS_1
Arya berusaha meyakinkan hatinya jika Naya pasti bisa dan kuat melewati ini semua, sedangkan papi mami Arya dan juga bapak ibu Naya serta Aya kini sedang menunggu di luar ruang bersalin dimana Naya sedang berjuang di dalam sana.
" nin.. mama kesakitan ya di dalam ? " tanya Aya saat tadi melihat Naya yang sedang merintih menahan sakit.
" iya sayang.." ucap Bu Hera yang juga mencemaskan anaknya yang sedang berjuang di dalam.
" apa semua ibu merasakan sakit seperti itu saat melahirkan anaknya ?" tanya Aya yang tiba tiba saja teringat pada seorang wanita yang mengaku sebagai ibunya.
Bu Hera dan mami nilam merasa jika bukan itu sebenarnya pertanyaan Aya, akhirnya menanyakan pada aya.
" Aya kenapa ? " tanya mami Nilam saat melihat Aya yang ang yang tiba tiba saja sedih
" apa Aya lagi inget sama ibunya Aya ?" tanya Bu Hera, tapi Aya hanya menggeleng lalu kembali melihat ke arah pintu berharap mamah Naya segera keluar dari sana.
Hampir satu jam Naya berjuang menahan rasa sakit ngilu perih bahkan nyeri di tubuhnya untuk bisa melahirkan secara normal buah cintanya degan Arya.
" masss..maafin Naya ya.." ucap Naya di sela sela usahanya melahirkan anak nya.
" mas yang minta maaf sayang karena sudah membuat kamu seperti ini " ucap Arya sambil mengecup kening Naya.
" ayo Bu fokus .. sudah keliatan adik bayinya.." ucap dokter mengembalikan fokus Naya.
Naya kembali menatap dokter yang sedang membantunya melahirkan.
" ayo Bu Naya sekali lagi ya.. nanti saat saya bilang dorong baru mengejan ya.
" siap..."
✍️✍️✍️ saya yang belum siap nay.. lagi bayangin proses melahirkan anak saya dulu.. sambil nunggu ada yang punya ide kasih nama buat anak Naya sama Arya.. tulis di kolom komen ya..
clue nya anak Naya nanti yang akan menjadi pelindung untuk kakaknya Aya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹