
Hari ini Aya tidak membawa motor kesayangan nya karena kala ingin berangkat bersama kakaknya dia antar supir mereka.
" pak anterin kakak dulu ke sekolah, kala terakhir aja " ucap kala yang memang lebih mendominasi meski iya masih jelas lima SD.
" baik den " Aya hanya bisa mengikuti kemauan kala karena memang dirinya pun harus mengerjakan sesuatu bersama teman temannya di kelas.
Tak butuh waktu lama Aya sudah sampai di d pan gerbang sekolah nya karena letak sekolah Aya memang lebih dekat karena tak taryo mengambil jalan memutar jadi bisa mengantarkan Aya lebih dulu.
" Kaka duluan ya " ucap Aya saat mau turun dari mobil.
" kak... kakak harus hati hati " ucap kala dengan senyum yang tertahan dan tentunya membuat Aya mencurigai adiknya.
" hati hati kenapa ? lagian kan kakak di sekolah ?" ucap Aya yang tidak mengerti maksud kala adiknya.
" hati hati kan lagi di incar duda anak satu " ucap kala di akhiri tawa yang menggelegar di dalam mobil dan menyuruh pak taryo untuk segera melajukan mobilnya.
Aya yang mendengar apa yang di ucapkan kala jadi mengingat guru tampan kesayangan seluruh siswi dan guru guru di sekolah nya, hingga tanpa sengaja Aya menabrak dada seseorang karena asih dengan pemikiran nya.
" kalo jalan liat ke depan jangan ngelamun " ucap seseorang yang tak lain adalah pak Fadhly orang yang baru saja di pikirkan Aya.
Belum juga Aya mengambil jarak dari pak Fadhly, pak Fadhly malah membisikkan sesuatu pada Aya yang membuat Aya tersadar dari lamunannya.
" gimana mau jadi istri dan ibu kalo jalan aja sambil ngelamun " bisik pak Fadhly di telinga Aya.
Blushhhh wajah Aya tiba tiba merona mendengar apa yang di bisikan pak Fadhly padanya, dan tanpa menyapa apalagi menjawab Aya Langsung pergi meninggalkan pak Fadhly.
Tanpa sadar pak Fadhly malah tersenyum melihat raut malu malu Aya yang menghadirkan desiran halus di hatinya.
' izinkan mas membuka hati ini untuknya yang bisa menggetarkan hati mas yang sudah lama dingin ' ucap pak Fadhly dalam hati sambil mengikuti Aya yang arahnya memang sama antara ruang guru sama kelas Aya.
Aya yang baru saja sampai di kelasnya pun langsung di sambut oleh sahabat sekaligus teman sebangku yang juga fans fanatik dari pak Fadhly.
" ay.. Ay.. tau ngga hari ini pak Fadhly tuh ganteng banget apalagi kemeja itemnya itu.. behh bikin kegantengannya terpancar " ucap Zahwa sambil membayangkan wajah pak Fadhly.
__ADS_1
Aya hanya bisa mengalihkan pandangan nya agar Zahwa tak melihat wajahnya yang masih merona tapi sayang Zahwa terlanjur melihat itu semua.
" ay.. kenapa sama wajah kamu ? apa kamu sakit ?" tanya Zahwa sambil memegang kening Aya yang memang terasa sedikit hangat.
" aku ngga papa wa " jawab Aya meletakan tangan Zahwa yang masih di kening nya dan tak lama bel tanda masuk pun berbunyi dan tak lama pelajaran pun di mulai.
Tak terasa sekarang adalah jam pelajaran terakhir yang kebetulan Pelajaran biologi dan yang mengajar adalah pak Fadhly.
" siang anak anak.. masih semangat buat belajar atau sudah ngga sabar untuk pulang.. ?" tanya pak Fadhly sambil membuka buku pelajaran biologi nya
Pak Fadhly pun mulai menjelaskan materi pelajaran tapi kali ini terasa berbeda, jika sebelumnya saat iya mengajar iya akan jadi guru yang sangat fokus. Tapi tidak kali ini karena pak Fadhly terus saja memperhatikan Aya yang makin lama makin terlihat jelas wajah pucat Aya.
" Aya kamu baik baik saja ?" tanya pak Fadhly yang langsung membuat Zahwa melihat ke arah Aya yang ada di sampingnya.
" ay.. " Zahwa memegang kening Aya dan benar saja kini suhu tubuh Aya terasa sangat panas.
" Aya sakit pak.. badannya panas " ucap Zahwa memberitahu wali kelasnya.
" Aya kamu pulang saja " ucap pak Fadhly karena memang hanya tinggal tiga puluh menit lagi jam pelajaran berakhir.
" ngga papa pak, saya masih kuat " ucap Aya yang sangat menyukai pelajaran biologi.
Akhirnya pak Fadhly pun meneruskan menjelaskan tentang materi yang sedang ia ajarkan hingga bel pulang sekolah pun berbunyi nyaring.
Satu persatu siswa siswi yang ada di kelas Aya pun keluar hanya tinggal Aya, Zahwa dan juga pak Fadhly yang masih membereskan tas kerjanya.
" Aya kamu pulang naik motor ?" tanya Zahwa karena yang Zahwa tau Aya sering mengendarai motor Scoopy kesayangan nya,
Sedangkan Aya hanya menggeleng dan tanpa Aya dan Zahwa sadari jika pak Fadhly mendengar apa yang mereka berdua ucapkan.
" tapi aku bawa sepeda ?" ucap Zahwa yang memang Zahwa bukan anak orang kaya bahkan Zahwa bersekolah melalui jalur beasiswa.
" biar Aya saya yang antar " ucap pak Fadhly yang berjalan mendekati Aya dan juga Zahwa.
__ADS_1
" ayo ay " ucap pak Fadhly sambil mengulurkan tangannya pada Aya yang tentu saja perlakuan pak Fadhly pada Aya membuat Zahwa sedikit curiga karena pak Fadhly yang iya tau adalah orang yang dingin terhadap perempuan.
Aya yang sudah tidak kuat dengan kondisi tubuhnya pun menggapai tangan pak Fadhly tapi baru saja tangan Aya menyentuh tangan pak Fadhly, tubuh Aya tiba tiba saja melemah dan jatuh tak sadarkan diri.
" ay.. Aya.. ya Allah " pak Fadhly langsung menggendong Aya ala bridal style di hadapan Zahwa sedang Zahwa hanya bisa memaklumi jika apa yang di lakukan pak Fadhly semata mata karena menolong.
Zahwa mengikuti pak Fadhly yang sedang menggendong Aya ke arah parkiran mobilnya sambil membawa tas dan buku buku Aya.
" Zahwa kamu pulang saja, biar Aya saya yang urus " ucap pak Fadhly dalam kepanikan nya.
" ya Allah ay.. kenapa kamu memaksa untuk terus mengikuti pelajaran saya jika kamu sudah tidak kuat ?" tanya pak Fadhly pada Aya yang masih tidak sadarkan diri sambil melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Bahkan saking paniknya pak Fadhly pun lupa untuk memberitahu pada kedua orang tua Aya jika Aya iya larikan ke rumah sakit.
Hampir empat puluh lima menit mobil yang di kemudikan pak Fadhly kini sudah tiba di depan rumah sakit. pak Fadhly pun kembali menggendong Aya menuju ruang pemeriksaan UGD ruangan sakit.
" sus tolong " ucap pak Fadhly semakin panik karena Aya masih tak sadarkan diri.
Dokter dan suster pun mulai memeriksa keadaan Aya sedangkan pak Fadhly hanya mondar mandir merasa tidak tenang dengan kondisi Aya.
Ya pak Fadhly teringat mendiang istrinya yang meninggal dengan sakit yang sama yaitu demam tinggi saat akan melahirkan mungkin ada rasa trauma yang di rasakan pak Fadhly saat ini.
' yang... jika kamu merestui mas dengan Aya, tolong berikan kesehatan untuk aya '
✍️✍️✍️ eh pak Fadhly bukan kayak gitu doa nya .😒😒 gini nih author ajarin.
Ya Allah sembuhkan lah murid hamba yang sebentar lagi akan jadi istri hamba🤭😜😜
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1