Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Taktik mengusir lalat


__ADS_3

" sayang..." Clara memanggil Arya saat sudah sampai di meja makan.


Arya hanya menatap sekilas wanita keras kepala yang ada di hadapannya, tanpa mempersilahkan Clara duduk disana.


" sayang... kok kamu gitu sih... aku kan kesini sengaja pagi pagi biar bisa berangkat kerja bareng sama sarapan bareng kamu..." ucap Clara sembari bergelayut manja di tangan Arya.


Naya hanya memperhatikan dua orang yang ada di hadapannya dalam diam, hanya ingin melihat sejauh mana Arya bisa bersikap terhadap wanita yang ada di sampingnya. Arya yang tau Naya memperhatikan nya berusaha melepaskan tangan Clara yang masih merangkul tangan nya, tapi Clara malah mempererat rangkulan tangannya.


" Aya udah selesai sarapan nya... kita ke kamar yu, lama lama di sini mamah kayak liat hantu..." Arya yang mendengar itu hanya bisa menahan tawanya karena sindiran Naya pada Clara.


" apa tadi kamu bilang... mamah... ??" Clara menatap Arya seolah meminta penjelasan tentang apa yang di dengarnya.


" sayang... kamu udah nikah sama dia?? " Clara menunjuk Naya dengan jari telunjuk nya. Naya yang memang tak jauh dari Clara segera menepis telunjuk Clara yang berada tepat di hadapannya.


" Tante mau tau aja... apa mau tau banget..?? tapi berhubung aku ini gadis yang baik hati rajin menabung dan tidak sombong aku kasih tau Tante ya... " Naya menutup telinga Aya dan menatap Clara sambil mengucapkan sesuatu


" aku udah nikah sama mas Arya.. bahkan semalam itu malam pertama kami di rumah ini.." Naya melepaskan tangannya dari telinga Aya dan berjalan menuju kamar Arya dan Naya.


Clara yang mendengar itu terduduk dan kembali menatap Arya seolah meminta penjelasan, tapi Arya hanya mengangkat pundaknya, jawaban acuh Arya Membuat.


" tunggu ... aku ngga bisa percaya gitu aja sama cerita kamu ." Clara berusaha menghentikan Naya yang sedang menuju kamar aya.


" coba kamu buktikan kalo kamu memang benar benar istrinya Arya.. " Naya sejenak berfikir Apa yang bisa membuktikan pernikahan nya, tapi tiba tiba sebuah ide konyol terlintas di benaknya.


" Aya sayang ... Aya ke kamar dulu aja ya istirahat... mamah mau bicara dulu sama ayah dan Tante Clara ok.." Aya hanya bisa mengikuti perkataan mamah barunya.


Naya melangkah mendekati Arya dan Clara yang masih berada di meja makan.. Naya mendekat ke arah Arya, berdiri di samping Arya dan menuntun Arya untuk berdiri menghadapnya, setelah Arya berdiri disampingnya dan menatapnya.


Naya mengalungkan tangannya di leher arya tapi matanya menatap Clara yang berada di belakang Arya. Naya memajukan bibirnya pada telinga Arya setengah berbisik dan mengedipkan mata nya pada Clara.


" mas... sayang.... kamu suruh Tante ini pulang... Aku tunggu kamu di kamar, kita lanjutkan yang semalem... " cup Naya mengecup pipi Arya dan mengakhiri bisikan gaibnya di telinga Arya, tanpa Naya sadari apa yang di lakukan Naya pada Arya benar benar telah mengusik ketenangan timun ajaib milik Arya.


Clara hanya bisa melebarkan matanya melihat adegan di hadapannya itu, dengan menghentak kan kakinya Clara pergi meninggalkan Arya dan naya.

__ADS_1


melihat Clara yang melangkah keluar rumah, Naya melepaskan rangkulan tangannya di leher Arya dan melangkah meninggalkan Arya menuju kamar Aya. tapi baru saja Naya hendak melangkah tangan naya di tarik oleh Arya dan membuat Naya berada dalam pelukan Arya.


" pak lepas.. taktik mengusir lalat nya udah selesai, Tante clara nya juga udah pergi jadi sandiwara kita juga udah selesai.." ucap Naya membujuk Arya agar melepaskan pelukannya, tapi Arya malah mempererat pelukannya di tubuh Naya.


" enak ya jadi kamu... jika kamu mau kamu bisa godain aku, tapi sekalinya aku udah tergoda kamu malah ninggalin aku....!!"


Arya tau jika Naya tadi hanya mengerjai Clara saja tapi kini timun ajaibnya juga tidak bisa di ajak kompromi lagi.


" kamu tau nay... apa yang tadi kamu lakuin itu udah mengusik timun ajaib yang aku punya, jadi jangan salahkan aku jika kita akan menikah besok. saya sudah menelpon ayah kamu bahwa saya nanti malam akan datang ke rumah melamar anaknya.."


sontak Naya melebarkan matanya mendengar Arya yang memajukan tanggal pernikahannya yang tadi nya masih seminggu kenapa baru sehari udah berubah bahkan tanpa berdiskusi dengannya.


" bapak ngga bisa gitu dong.. kan bapak yang bilang akan menikahi saya seminggu lagi tapi kenapa sekarang berubah.. ??" Arya hanya diam dirinya pun tidak mengerti dengan kemauannya sendiri.


Naya berusaha melepaskan rangkulan Arya melangkah menuju kamar Aya.


" nay saya serius..kita akan menikah besok... !! " ucap Arya meyakinkan Naya


Naya yang baru saja membuka pintu kamar melihat Aya yang mulai kesulitan bernafas berlari menghampiri.


" Aya kenapa... Aya ngga nyaman kalo Tante Clara ke rumah...,??" Aya hanya mengangguk.


" Aya tenang ya... insyaallah Tante Clara ngga akan kesini lagi, lagian kan ada mamah disini.." Naya berusaha membuat Aya tenang dan nyaman.


Arya yang melihat itu semua dari pintu kamar hanya tersenyum ternyata pilihan Aya untuk menjadikan Naya istrinya dan juga ibunya adalah pilihan yang paling benar.


' aku akan buat kamu menerima pernikahan ini dengan hati yang ikhlas nay.. dan kamu kelak akan mau menerima saya juga sebagai suami kamu, saya janji nay.. karena tidak akan sulit buat saya cinta dan sayang sama kamu '


Arya melangkah menuju kamarnya dan mulai menghubungi seseorang


📞📞📞 kringggg


📞📞📞 kringggg

__ADS_1


📞" halo Assalamualaikum pak Dimas... ini saya Arya...


📞....


📞" begini pak, rencananya saya akan mengajak Naya ke rumah bapak sore nanti karena ada yang mau saya sampaikan pada bapak.


📞


📞" maaf pak tolong juga siapkan semua berkas pernikahan Naya.. karena rencananya saya akan menikahi Naya besok siang .


📞


📞" tidak terjadi sesuatu pada kami pa... bapak tenang saja.. saya akan menjaga Naya semampu saya dan sebisa saya.


Arya pun mengakhir panggilan telepon nya dengan calon mertua yang bahkan pernah menjadi rekan bisnis ayahnya.


' maaf nay, mungkin dengan saya mempercepat pernikahan kita terkesan saya yang egois yang hanya mementingkan hati saya sendiri.. tapi percayalah nay saya tidak akan mengecewakan mu yang rela mengorbankan masa muda kamu untuk membuat Aya bahagia.'


tak terasa hari sudah menjelang malam dimana kini Arya naya dan Aya sedang menuju rumah milik pak Dimas.


" nay kamu mau beli apa dulu buat buah tangan orang tua kamu.. masa pertama kali calon menantunya Dateng ngga bawa apa apa.. nanti apa kata dunia seorang bos di bidang resort tidak bisa membeli buah tangan untuk mertuanya."


" pak bisa diem ngga .. lagian ayah saya bukan orang yang seperti itu dimana yang datang kerumahnya harus membawa buah tangan.


" tapi nay...mas ngga enak..!"


" mas????


✍️✍️✍️ sandiwara dimulai..Kira kira orang tua naya bakalan tau ngga ya kalo anaknya itu setengah hati menerima pernikahan nya nanti 🤔🤔🤔


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2