Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Keputusan Pak Dimas


__ADS_3

Berita kepergian Naya dari Arya pun sampai juga ke telinga Clara dan juga lexi, berita itu sungguh membuat Clara dan Lexi tersenyum senang karen tanpa mereka harus berusaha payah memisahkan Arya dan Naya kini mereka malah sudah berpisah dengan sendirinya.


Clara dengan penuh percaya diri mendatangi kantor Arya dengan menggunakan dres super ketat bahkan terkesan mini dengan menenteng bag berisikan makan siang yang sudah iya siap kan khusus.


kenapa bisa khusus karena Clara sudah mencampurkan obat yang iya dapat dari Lexi berharap saat Naya tidak ada di sisi Arya membuatnya mudah mendapatkan Arya.


Saat Clara akan mengetuk pintu ruangan Arya, sekretaris Arya menahan Clara sesopan yang iya bisa karena iya tau tempramen buruk Clara.


" maaf Bu.. pak Arya minta untuk tidak di ganggu..!! "


Clara yang bahkan tidak menggubris larangan sekretaris Arya dan langsung membuka pintu kantor Arya. Arya yang melihat Clara memasuki ruangannya tanpa permisi hanya bisa memutar kursinya menghadap jendela besar yang ada di belakangnya.


" Ar aku mau minta maaf... karena emosi aku menyuruh papa untuk mencabut kerjasama nya dengan perusahaan kamu.. " Clara membuat wajahnya seolah olah dirinya benar benar menyesali perbuatannya.


Tapi Arya tetap bergeming sambil melihat pemandangan di luar sana memikirkan dimana Naya kini bahkan hingga saat ini tidak ada kabar apapun bahkan kedua orang tua naya pun tidak ada yang mengetahuinya.


" Ar.. sebagai permintaan maaf aku bawakan makan siang buat kamu, dan kamu tau apa yang aku bawa.. iga bakar kesukaan kamu di restoran favorit kita " Clara meletakan bag yang iya bawa di atas meja kerja berharap Arya mencium wanginya dan mau memakannya.


" sudah..." ucap Arya tanpa melihat ke arah Clara.


" sudah.. ?? sudah apa Ar..??" Clara bingung dengan ucapan arya.


" kalo kamu sudah selesai silahkan keluar dari sini.dan untuk makan siang terimakasih tapi aku sedang ingin makan.. huekkk..huekkk " Arya segera berlari ke kamar mandi dan menumpahkan apa yang dari tadi dia tahan.


Bukan tanpa alasan Arya menghadap jendela kacanya, semenjak Clara memasuki ruangannya entah kenapa rasa mual itu tiba tiba saja Arya rasakan, termasuk saat Arya mencium bau iga bakar yang Clara bawa membuatnya tidak bisa menahan itu semua.


" Ar kamu kenapa aku panggilan dokter ya.. "


ucap Clara dari depan pintu kamar kecil.


Arya menatap sebentar pada Clara dan Arya kembali memuntahkan isi perutnya meski hanya cairan kuning karena sejak bangun tidur Arya terus saja merasa mual hingga belum satu pun makanan yang berhasil masuk ke dalam perutnya.


" aku mohon keluar dari sini.." ucap Arya tanpa melihat ke arah Clara setelah merasa lebih baik.


Dengan terpaksa Clara keluar dari ruangan Arya tapi belum juga Clara sampai di depan pintu Arya kembali memanggilnya.


" tolong bawa juga apa yang tadi kamu bawa baunya membuat perutku bergejolak.." ucap Arya setengah berteriak dari kamar kecil.

__ADS_1


Clara sang sempat bahagia kembali kecewa apa lagi saat Arya menyuruhnya membawa lagi makanan yang khusus iya bawa.


Setelah memastikan bau parfum Clara tidak tercium lagi di ruangannya Arya baru berani keluar dari kamar kecil. Arya langsung menelpon sekretaris nya dan juga Raka agar segera menghadapnya.


" bapak memanggil saya " ucap cinta sekretaris Arya.


" maaf pa saya tadi sedang menghubungi klien jadi tidak tau jika bapak sedang muntah muntah di dalam.." ucap Raka penuh sesal.


Arya hanya mengangguk lalu menatap dua bawahannya yang begitu setia kepadanya.


" cinta saya harap ini terakhir kalinya kamu membiarkan Clara memasuki ruangan ku kalo perlu beritahu staf security untuk melarang Clara memasuki kantor ini lagi " ucap Arya dengan suara lemahnya.


" pak Anda baik baik saja..??" Raka sangat khawatir apalagi melihat wajah Arya yang begitu pucat.


" tolong panggil dokter.. badan saya lemas apalagi sejak pagi saya mual dan muntah " Aray memejamkan matanya dengan tangan yang menutup kedua matanya.


" cinta kamu telepon dokter pribadi pak Arya minta agar segera datang ke kantor dan langsung minta ob mengantarkan teh manis hangat ke sini " Raka dengan cekatan memerintahkan apa yang perlu di lakukan cinta.


" baik pak Raka.. " cinta langsung keluar dari ruangan atasannya dan segera menelpon dokter dan bagian pantry untuk membawakan teh manis hangat sesuai perintah pak Raka.


Raka menuntun Arya untuk menuju ruang istirahat yang ada di ruangan untuk bisa istirahat dengan nyaman sambil menunggu dokter pribadi nya datang.


" terimakasih " Raka langsung mengambil teh itu dan menyerahkan nya pada Arya agar bisa membuat perut atasannya sedikit lebih nyaman berharap itu bisa mengurangi mualnya.


cinta kembali menuju meja kerjanya yang berada tepat di depan ruangan Arya.


Naya yang masih berada di rumah Anisa kini kedatangan bapaknya, yang yang datang ke rumah Anisa adalah pak Dimas karena Anisa sendiri yang memberitahukan keberadaan Naya pada orang tua Naya.


" sayang kita pulang ya... " ucap Bu Hera membujuk anak semata wayangnya.


" tapi Bu jika Naya pulang mas Arya pasti akan mengajak Naya pulang ke rumah nya " Naya tau jika bapak ibunya tau dia ada di rumah Anisa pasti akan mengajak nya pulang kerumahnya.


" ngga .. menurut Bu Nilam arya semenjak pagi sedang tidak sehat katanya muntah muntah terus " ucap Bu Hera karena pagi tadi Bu Hera sempat menelpon nya menanyakan Naya apakan pulang ke rumahnya atau tidak.


" mas Arya sakit Bu.." Naya begitu khawatir pada suaminya karena bagaimana pun Arya masihlah suaminya yang harus dia jaga dan rawat apa lagi saat ini Arya sedang tidak sehat.


" kamu tenang aja nay, Arya masih kuat pergi ke kantor kok.." Naya sedikit lega saat mendengar Arya masih bisa pergi ke kantor.

__ADS_1


" nay sebenarnya apa yang terjadi.." pak Dimas tidak bisa lagi menyembunyikan rasa penasaran tentang masalah yang sedang Naya hadap.


Naya pun menceritakan semuanya tanpa di lebihkan atau di kurangi. Bu Hera yang mendengar cerita Naya langsung memeluk anak nya yang pasti saat ini begitu kecewa pada Arya.


" om Tante.. Naya punya kabar yang pasti bisa membuat om Tante bahagia.. " ucap Anisa mencairkan suasana yang mendadak sendu.


" apa sayang " pak Dimas menatap Anisa.


" om sama Tante akan jadi kakek dan nenek sungguhan.." pak Dimas menatap naya tak percaya dengan apa yang di sampaikan Nisa barusan.


" nay... apa itu semua benar... kamu hamil nak.." Bu Hera tak sabar ingin memastikan apa yang di dengarnya, apa lagi pak Dimas yang hanya diam setelah mendengar itu semua.


" iya Bu Alhamdulillah" ucap Naya dengan mata berbinar.


" apa Arya tau jika kamu hamil nay..??"


Naya hanya menggeleng menjawab pertanyaan pak Dimas.


" jangan beritahu dia dan kita semua akan pindah dari kota ini tanpa sepengetahuan nya"


" tapi pak ... Arya itu suami Naya dan ayah dari janin yang di kandung Naya.." ucap Bu Hera mengingatkan.


" tapi dia sudah mengkhianati Naya Bu.. " pak Dimas tetap pada pendirian nya.


" tapi kita belum mendengar penjelasan nya.." ucap Bu Hera.


pak Dimas menatap istrinya dan Bu Hera hanya bisa menuruti apa yang suaminya ucapkan.


" tapi pak.. Naya..


✍️✍️✍️kira kira Naya mau ngga ya pindah dan menjauh dari Arya??🤔🤔


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


sambil nungguin up mampir jug ya ke cerita baru R-kha ya...

__ADS_1


Adikku kekasihku ( gagal move on) kisah tentang anak anak Kiran hakiki regi Rara ( setelah 15 tahun pernikahan)


love you moreeeee 😍😍


__ADS_2