
Setelah menelpon papinya Arya pun mencari keberadaan dua wanita yang paling berarti dalam hidupnya siapa lagi kalo bukan naya dan Aya.
" yang.. " Arya melabuhkan kecupan manis nya di kening Naya dan di pipi Aya.
" udah beres telpon nya ??" tanya Naya dan Arya hanya mengangguk.
" yang nanti siang Dateng ke kantor ya bareng sama Aya mas mau kenalin kamu sama Aya padan dunia.. mas mau buat konferensi pers buat klarifikasi masalah yang di buat queen agar gosip itu tidak semakin beras dan melebar kemana mana ok "
Naya menatap Arya sejenak namun setelah itu iya pun mengangguk menyetujui jalan yang di ambil arya, mungkin dengan ini akan meminimalisir lalat lalat yang akan hinggap dalam rumah tangga nya.
" ok Naya siap..!!" ucap Naya percaya diri.
setelah mengucapkan itu semua Arya pun bersiap menuju kantor dan menyiapkan semuanya termasuk bukti bukti pendukung untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.
kini waktu yang di tunggu Aray pun semakin dekat dan semua wartawan dan orang yang di undang oleh Arya pun sudah mulai berdatangan untuk mendengarkan langsung penjelasan Arya mengenai berita yang beredar akhir akhir ini.
namun Naya dan Aya belum juga datang bahkan Arya berkali kali menelpon Naya ingin memastikan posisinya dimana tapi Naya tidak bisa di hubungi.
' ya Allah ada apa ini... naya kamu di mana sayang.. ' gumam Arya lalu dirinya melihat ke arah Raka.
" ka kamu sudah bisa menghubungi Naya atau supir kantor yang menjemputnya??" namun Raka hanya menggeleng karena tidak bisa menghibur keduanya.
" seperti nya ada yang ingin bermain main dengan ku " ucap Raka entah pada siapa.
Dalam kepanikan Arya melihat jika Queen malah hadir di sana seolah ini adalah acara miliknya bahkan tanpa rasa malu queen menggandeng tangan Arya dan menuntunnya menuju meja konferensi pers.
' kita lakukan konferensi pers ini dan akui aku sebagai calon istrimu jika kamu ingin melihat Naya dan juga Aya kembali ke rumah ' bisik queen di telinga Arya.
Arya yang mendapat ancaman seperti itu kini yakin jika ad yang sedang bermain main dengannya.
' jika kamu atau orang yang berada di belakang kamu berani macam macam pada Naya dan Aya hingga satu saja aku temukan goresan di tubuh dua wanita yang aku cintai jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang buruk padamu ' bisik Arya sambil mengikuti jalan memainkan queen.
lima belas menit yang lalu di waktu di tempat yang berbeda tepatnya di rumah Arya dimana naya dan aya sudah siap dengan pakaian terbaiknya kini sedang menunggu supir kantor yang akan menjemput mereka.
Tak lama mobil yang di tunggu Naya kini sudah ada tepat di halaman rumahnya tanpa ragu dan curiga Naya dan Aya menaiki mobil tersebut.
Naya yang sudah pernah ke kantor Arya pun hapal jalan menuju kantor Arya, tapi saat setengah jalan mobil yang membawanya mulai melajukan ke arah yang berlawanan dari kantor Arya.
__ADS_1
Naya hanya membisikan sesuatu pada Aya
' sayang ingat yang mama ajarkan tentang mengatur nafas dan menenangkan diri agar Aya tidak mudah kambuh ' bisik Naya pada Aya dan aya hanya mengangguk.
' sayang kita mau sedikit berolahraga raga Aya siap ' ucap Naya pada Aya karena sudah mencurigai sesuatu yang tidak beres.naya pun memulai aksinya.
" pak kita mau kemana ya...? " ucap Naya sambil menggenggam tangan Aya.
Tapi sopir yang membawa mereka pun hanya diam, namun tak lama mobil yang membawa mereka pun berhenti di sebuah rumah klasik tempo dulu.
saat sang sopir keluar dari mobil dan Seseorang dari luar ingin membuka pintu mobil dengan sigap Naya mengunci seluruh pintu mobil dari dalam dan kini dirinya pun berpindah ke bangku depan belakang kemudi.
" sayang pasang sabuk pengaman nya ya " Aya pun melakukan apa yang di perintahkan mamanya
" woi buka pintunya ngga ??? tapi Naya tidak ingin mendengarkan, Naya malah mulai menyalakan mobil dan memundurkannya menuju jalan raya dan melesat meninggalkan orang orang yang tadi membawanya entah kemana.
" sayang tolong ambil handphone mama " ucap Naya pada Aya yang masih duduk di kursi belakang.
Aya pun menyerahkan handphone Naya pada mamanya dan Naya hanya cukup menekan nomor 1 di handphone nya dan handphone Naya pun tersambung pada seseorang yang memang selalu membantu Naya jika dalam masalah.
π".....
π" gue butuh bantuan Lo sekarang"
π"......
π" gue lagi di jalan Hayam Wuruk 15, tapi kayaknya ada yang ngikutin mobil gue. Lo sekarang langsung kesini."
setelahnya Naya pun menutup sambungan telepon nya, Naya mulai memfokuskan diri mengemudikan mobilnya menyalip mobil yang berada di hadapannya.
tak lama orang yang di hubungi Naya sudah ada di belakang mobilnya tak jauh dari mobil yang Naya kendarai hanya terhalang mobil yang mengikutinya.
" Aya sayang kamu masih aman sayang..??" ucap Naya memastikan anak sambungnya.
" iya ma Aya baik baik saja " Naya hanya menyatukan jari telunjuk dan jari jemari membentuk huruf.
Naya menghubungi seseorang yang sudah mengikutinya.
__ADS_1
π " gue berhenti Lo pantau ya?? kalo memang orang yang ngikutin gue macem macem terlebih pada anak gue, Lo boleh bantuin gue.
π " ok " jawab seseorang dari sebrang telepon.
Naya mulai menepikan mobilnya dan benar saja mobil yang sedari mengikuti nya pun memberhentikan mobilnya tepat di belakang naya.
" sayang mama keluar dulu ok, Aya di dalam saja janji sama mama aya bakalan di dalam ok" Aya hanya mengangguk meyakinkan mamahnya
" anak pintar" ucap Naya sambil mencium kening Aya.
Dengan langkah pasti Naya pun keluar dari mobil setelah salah seorang dari yang mengikuti nya tadi mengetik pintu mobil ya.
" ada masalah ap saya sama kalian semua..!!!" ucap Naya
" masalahmu bukan dengan kami tapi dengan orang yang membayar kami. "
" cikk .. hanya orang suruhan ternyata !!" ucap Naya memprovokasi.
" apa maksud dari tertawamu barusan hah ??"ucap salah satu orang suruhan itu.
" ternyata aku berhadapan dengan seorang pengecut " tanpa memberikan aba aba Naya mulai menjatuhkan lawannya satu persatu. beruntung orang yang menyuruh melukai Naya hanya menyuruh preman kambuhan yang tidak memiliki ilmu bela diri yang tinggi jadi dengan mudah Naya melumpuhkan mereka.
" sampaikan sama orang menyuruh kalian bahwa DIA SALAH PILIH LAWAN " setelah mengucapkan itu Naya meninggalkan preman yang sudah babak belur akibat pukulannya.
" mama hebat.." ucap Aya saat mama nya sudah sampai dan masuk ke mobilnya lagi.
"terimakasih sayang... ok kita langsung ke kantor papa, pasti papa khawatir banget sama kita " tapi sebelum Naya melajukan mobilnya Naya meng hubungi seseorang yang ada di mobil tak jauh dari mobilnya.
π" Lo urus tuh preman kambuhan.. jeblosin lagi ke penjara kalo perlu "
βοΈβοΈβοΈkira kira siap yang di hubungi Naya kalo lagi dalam keadaan darurat??π€π€
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi
love you moreeeee πππΉ
__ADS_1