
" begini dok saya mau minta bantuan dokter untuk memeriksa wanita ini " ucap Nisa pada dokter Lenka.
Dokter Lenka pun menatap mereka bertiga, yang tentu saja membuat Nisa langsung menjelaskan maksud pemeriksaan itu.
" begini dokter eh kak " Nisa sebenarnya kikuk untuk memanggil kakak sepupu nya meskipun sepupu jauh tapi mereka lumayan dekat karena ibu nya Lenka selalu berhubungan dengan Nisa.
" Kakak saja ngga papa " jawab Lenka mengerti.
" jadi gini kak, wanita ini mengaku hamil oleh suami Nisa tapi Nisa yakin kalau itu cuma akal akalan dia saja untuk menghancurkan rumah tangga Nisa " Clara hanya bisa diam karena memang bukan ini yang di rencanakan nya.
" baiklah mari kita mulai pemeriksaan nya" ucap Lenka setelah mengerti Semuanya.
Clara dengan penuh keraguan maju mendekati ranjang rumah sakit untuk di lakukan USG pada kandungannya agar lebih memastikan berapa usia kandungan Clara yang sebenarnya.
" baik nona ?" Lenka menatap Nisa karena sejak tadi Clara tidak mengeluarkan suaranya.
" Clara kak" ucap Nisa yang mengerti tatapan kakak sepupu nya.
" baik nona Clara kita akan melihat apakah nona Clara hamil atau kah tidak "
Lenka pun memulai pemeriksaan di bantu suster yang yang selalu menjadi asistennya. dengan teliti Lenka memeriksa rahim Clara, Lenka begitu serius menatap layar komputer yang ada di hadapannya dan tak lama pemeriksaan itu pun berakhir.
" baiklah.. begini nis " Lenka menatap wajah Nisa yang begitu terlihat tenang meski sebenarnya ada sedikit rasa khawatir di dalamnya
" Clara memang hamil " Lenka menjeda ucapannya melihat reaksi Nisa dan juga suaminya.
" dan menurut ukuran dan pertumbuhan bayi yang ada di kandungannya kakak bisa pastikan jika usia kehamilan nona Clara kini memasuki bulan ke tiga "
Senyum cerah terlihat jelas di wajah Nisa yang meyakini jika yang di kandung Clara bukan anak dari Lexi suaminya.
Lain halnya dengan Lexi yang terlihat sangat marah karena Clara sudah berani mau membohongi nya, jangan lupakan wajah Clara yang pucat pasi karena rencana dan kebohongan nya terbongkar.
Lenka sampai bingung dengan berbagai macam reaksi yang berbeda dari setiap orang yang ada di hadapannya. tak ingin membuat kakak sepupunya bingung Nisa maju untuk mengganti kan Clara untuk di lakukan juga pemeriksaan kandungan nya
__ADS_1
" kak nisa juga di periksa biar dia tau jika Nisa juga sedang mengandung anak dari mas Lexi suami nisa " ucap Nisa sambil menatap Clara yang hanya bisa diam tanpa bisa pergi dari sana, karena pintunya sengaja di tutup dan dihalangi Lexi.
" kamu juga hamil nis ?" tanya Lenka antusias, sedangkan Nisa hanya mengangguk dan tersenyum manis.
" baik lah ayo kita lihat berapa usia ponakan Tante ini " ucap Lenka memulai pemeriksaan kandungan Nisa.
Sambil menggerakkan alat USG di perut Nisa, Lenka menjelaskan jika usia kandungan Nisa sama dengan usia kandungan Clara yang memasuki bulan ketiga sehingga menambah pucat di wajah Clara.
Pemeriksaan pun berakhir dan setelah mendapatkan obat, Lexi mengajak semuanya untuk pulang karena memang semuanya harus di selesaikan saat itu juga.
Lexi berusaha tenang dalam mengendarai mobilnya karena Nisa selalu mengingatkannya jika Lexi melajukan mobilnya terlalu cepat.
Ketiganya pun baru memasuki rumah Lexi dimana Lexi berada di paling belakang untuk menjaga agar Clara tidak bisa lari yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Nisa pun menyuruh Clara untuk duduk diantara dirinya dan juga lexi. mereka semua terdiam Sampai Lexi membuka suara yang di tujukan untuk Clara.
" ada yang mau kamu jelaskan ? " tanya Lexi yang berusaha bersikap tenang.
Clara hanya diam sambil menunduk kan wajahnya terlebih tatapan tajam Lexi membuat nyalinya menciut.
Ya dia adalah Angga orang yang pernah membuat Lexi kehilangan kewarasan nya yang akhirnya membuat dirinya merusak Nisa yang sampai saat ini belum bisa dia akui pada Nisa.
Angga berjalan sambil menatap Nisa wajah yang sedikit familiar tapi iya tidak tau dimana dia pernah melihat Nisa.
" Angga " Clara menatap tak suka pada Angga.
" siapa anda ? " tanya Nisa
" perkenalkan saya Angga rekan bisnis Lexi dan ayah dari anak yang di kandung Clara.
Lexi hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Angga dan Lexi juga melihat jika Clara tidak suka dengan kedatangan Angga.
" jadi terjawab sudah semuanya " Nisa merasa lega karena apa yang di ucapkan Clara tentang Lexi tidak benar.
__ADS_1
" nis tolong ijinkan Lexi menikahi ku aku sungguh tidak Sudi menikah dengannya " ucap Clara sambil menatap Angga.
Nisa menatap Clara yang sepertinya ketakutan dengan laki laki yang bernama Angga. tapi suara dering telepon Nisa menyadarkan Nisa dari tatapannya pada Clara.
Di kantor Arya tepatnya di ruang kerja, Arya sedang berkeliling melihat ruangan kantor nya yang sudah lebih dari empat bulan tidak dia datangi. tidak ada yang berubah di sana bahkan letak file saja tidak ada yang bergeser.
" sayang kamu tidak mendesain ulang ruangan ini lagi " tanya Arya, Naya hanya mendekat ke arah suaminya. tanpa rasa malu Naya memeluk suaminya itu.
" Naya ngga mau merubah semuanya, karena Naya yakin mas pasti akan kembali ke sini dan memimpin perusahaan mas seperti dulu" ucap Naya masih dalam pelukan Arya. tapi sesuatu mengusik pelukan Naya dan Arya.
" yank... Ade nya gerak .." ucap Arya antusias, Arya langsung berlutut di hadapan perut Naya yang terlihat membuncit lalu mencium nya dengan sayang.
" Ade baik baik di dalam ya, jangan buat mama susah terus kalo Ade mau apa apa biar papa aja yang mau dan merasakannya ok " ucap Arya di akhiri kecupan di perut Naya.
Sedangkan Naya hanya membelai lembut rambut Arya yang terlihat sedikit gondrong, Arya pun kembali berdiri dan mengecup kening Naya dengan sayang. tiba tiba pintu ruangan Arya di dorong Raka dari luar sambil diikuti pak Doni papa nya clara.
Arya dan Naya menatap lelaki paruh baya yang pernah ingin menghancurkan perusahaan suaminya karena ucapan Clara.
" pak Doni silahkan duduk " ucap Naya sopan karena bagaimana pun pak Doni jauh lebih tua darinya.
Pak Doni pun duduk setelah Arya dan Naya juga duduk di sofa depan meja kerja Arya.
sedangkan Raka berdiri di belakang pak Arya, menjaga dari hal hal yang mungkin saja di rencanakan pak Doni pada atasannya.
" Arya saya kesini untuk minta maaf dan minta tolong padamu dan juga Naya " ucap pak Dimas tanpa rasa sungkan dan bersalah.
" maaf ?? tolong ???"
✍️✍️✍️anaknya di rumah Lexi dan Nisa sedangkan papanya di kantor Arya, kira kira apa yang di inginkan pak Doni dari Arya dan apa yang akan di lakukan Lexi pada Clara dan Angga ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹