
Satu Minggu sudah Aya menjalani pemulihan paska operasi jantung nya di rumah sakit, kini saatnya Aya pulang ke rumah setelah di izinkan oleh dokter yang menanganinya.
" horeee Aya udah bisa pulang ke rumah " ucap Aya sumringah saat mereka sedang melewati lorong rumah sakit menuju mobilnya papa Arya.
" iya sayang Alhamdulillah " ucap Naya di samping Arya yang sedang mendorong Aya di kursi roda.
" mas nanti mampir dulu ya ke rumah bapak sama ibu.. Naya kangen masakan ibu terutama soto ayam ibu "
Arya menghentikan langkahnya yangs Edang mendorong Aya, lalu menatap Naya penuh selidik.
" apa udah bilang sama ibu kalo kita mau ke sana?" Naya hanya menggeleng.
" lalu pas sudah sampe sana kamu mau minta bikinin ibu soto ayam ?"
" emang kenapa ? salah ya ?" ucap Naya dengan wajah yang iya palingan ke samping agar Arya tidak melihatnya bersedih dengan ucapan Arya.
" kamu lagi ngidam sayang? " tanya Arya yang tidak biasanya Naya suka merepotkan orang lain terlebih ini orang tua nya.
" ya udah kalo mas ngga mau mampir ke rumah ibu, Naya bisa kok Dateng sendiri " ucap Naya sambil melanjutkan langkahnya nya meninggalkan Arya dan juga Aya.
" papah sih.. " Aya yang dari tadi hanya mendengarkan akhirnya menyalahkan papanya yang tidak mau mengikuti keinginan mamahnya.
Arya sedikit lebih cepat mendorong kursi roda Aya berusaha menyusul Naya yang sudah sampai di mobil yang langsung di sambut oleh Raka.
" Aya... " sapa Raka sambil membukakan pintu depan untuk Aya dan pintu penumpang untuk atasannya Arya.
" ka.. kita ke rumah Naya dulu " ucap Arya sambil menyebutkan alamat rumah orang tua Naya.
Naya yang mendengar Arya menyebut kan alamat rumah orang tua nya langsung tersenyumlah cerah bahkan cerahnya matahari saja kalah dengan senyum Naya.
" makasih papah " ucap Naya menirukan suara anak kecil
Aya dan juga Raka yang berada di kursi depan hanya bisa tersenyum mendengar dua orang yang seperti nya sudah berbaikan.
Hanya butuh waktu empat puluh lima menit kini mobil yang di bawa Raka sudah sampai di depan orang tua Naya, dan langsung di sambut oleh pak Dimas yang sudah menunggu anak menantu dan cucunya di depan pintu.
" Alhamdulillah Aya udah sehat.." ucap pak Dimas sambil menggendong Aya menuju ke dalam rumah setelah Arya dan Naya mencium tangan nya.
__ADS_1
" pak.. ibu mana ? " tanya Naya yang sudah tidak sabar ingin meminta ibunya untuk membuat kan soto ayam kesukaan nya.
" ibu lagi di dapur tadi ada yang ngabarin kalo cucu ngki yang masih dalem perut minta di buatin soto ayam " ucap pak Dimas tapi arah matanya mengarah pada Arya.
Naya yang melihat itu semua langsung paham siapa yang memberitahukan bapak dan ibu nya jika dirinya sedang ingin makan soto buatan ibu Hera.
Naya langsung menuju dapur dimana ibu ya sedang sibuk membuat pesanan cucunya menurut pak Dimas.
" Bu " Naya memeluk ibunya dari belakang yang sudah mau iya repot kan.
" makasih ya sudah mau masakin soto buat Naya " Bu hera hanya mengucap lembut tangan Naya yang masih memeluknya.
" kamu tidur di sini nay ? tanya Bu Hera karena memang sekarang sudah sore dan dirinya berharap Naya dan Arya mau menginap di rumahnya.
" iya Bu kita nginep di sini " ucap Arya yang baru saja menemui ibu mertua nya dan mencium tangan Bu Hera dengan takzim.
" ok Naya kabarin mami dulu kalo kita menginap di rumah ibu " ucap Naya yang memang tidak ada niat untuk menginap tapi melihat ibunya yang sudah sangat senang pun akhirnya menyetujui ucapan Arya.
" ya sudah sana istirahat dulu kalian pasti capek kan seminggu ini tidur di rumah sakit, biar aja Aya sama ngki nya "
" ya sudah Bu Arya ke atas dulu ya " ucap Arya mengikuti Naya.
" mas belum cerita kemarin ketemu siapa di rumah sakit ?" tanya Naya saat sudah sampai di kamarnya di lantai dua.
Arya tidak langsung menjawab tapi Arya memperhatikan mood Naya yang akhir akhir ini mudah berubah. dan setelah di rasa mood Naya baik Arya pun mulai menceritakan bagaimana Clara yang tiba tiba saja datang.
Naya hanya diam mendengarkan apa yang Arya ceritakan tapi ada sesuatu yang mengusik Naya setelah mendengar penjelasan Arya.
" apa segitu cintanya Clara sama mas sampai sampai apa yang mas ucapkan langsung dia turuti ?" ucap Naya penuh selidik.
" atau ada yang mas janjikan sama dia ?" tanya Naya semakin curiga.
Arya tersenyum mendengar Naya yang begitu peka terhadap apa yang di lakukan ya.
" istri mas memang memiliki intuisi yang sangat tajam " ucap Arya sambil mengecup pipi Naya.
" ya mas menjanjikan sesuatu pada Clara karena mas yakin jik Angga sangat mencintaimu Clara dan ngga akan mungkin menyakiti Clara " ucap Arya sambil menggenggam tangan Naya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.
__ADS_1
" mas janji akan menolongnya kalo sampai Angga menyakiti fisik Clara " Arya yang memang sengaja menjeda ucapkannya kini bisa melihat perubahan di wajah Naya yang terlihat sendu.
" jangan salah sangka dulu.. mas bisa menjanjikan itu karena Angga juga ada di sana hanya saja Clara tidak menyadarinya" ucap Arya menjelaskan.
" tapi apa yang mas lakukan itu salah, sekarang gini deh "
" kalo misalnya ada yang berbicara seperti itu pada Naya, persis seperti apa yang mas janjikan pada Clara. apa Naya tidak merasa jika suatu saat dia masih akan memberikannya kesempatan dan harapan saat di perlakukan seperti itu.
" padahal niatnya hanya ingin melindungi terlebih orang yang berbicara seperti itu adalah orang yang pernah kita cintai " ucap Naya menjelaskan pandangan nya.
" tapi sayang mas yakin Angga pasti akan bisa membahagiakan Clara jadi Clara ngga akan mengganggu rumah tangga kita lagi "
ucap Arya mencoba menenangkan Naya.
" semoga saja .." ucap Naya yang langsung merebahkan tubuhnya yang sudah mulai melebar.
Arya mencium kening Naya yang sudah mulai terpejam, dan setelah memastikan jika Naya tertidur Arya pun memilih keluar dari kamar untuk sekedar berbincang dengan ayah mertuanya.
" pak apa masih lama disini..?" tanya Raka yang sepertinya Arya lupa dengan kehadiran nya. Arya menepuk keningnya karena melupakan kehadiran Raka di rumah mertua nya.
" maaf ya saya lupa sama kamu " ucap Arya sedang kan pak Dimas dan Raka hanya bisa menggeleng karena kelakuan Arya.
" kamu bisa pulang ka, saya akan menginap di sini. bawa saja mobilnya " ucap Arya enteng.
" Naya mana Ar.. ?? sotonya sudah matang " tanya Bu Hera yang hanya melihat Arya turun.
" Naya tidur bu "
" sudah matang Bu sotonya ? tanya Naya yang tiba tiba saja turun karena mencium wangi soto ayam buatannya.
" mamah emang kecium wangi soto nya?"
✍️✍️✍️ waduh ... bawaan ibu hamil tau aja yang di sembunyikan papa Arya 🤭😜
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹