Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Tidur Bertiga


__ADS_3

Arya Naya dan Aya baru saja tiba di rumah pak Dimas dan Bu Hera saat menjelang tengah malam dimana Aya sudah terlelap dalam pangkuan Naya.


" sini biar mas yang gendong, kamu kan lagi hamil muda jadi ngga boleh ngangkat yang berat berat kecuali mas " ucap Arya sambil mengedipkan matanya.


" ih malu mas jangan ngomong kayak gitu " ucap Naya dengan pipi yang bersemu merah.


Arya menggendong Aya menuju kamar Naya dan meletakan Aya di ujung tempat tidur yang bersebelahan dengan tembok yang sudah di beri penghalang guling.


" mas kok Aya nya di sana? kenapa ngga di tengah tempat tidur aja " tanya Naya pada Arya.


" mas mau tidur sambil meluk kamu, kangen " ucap Arya sambil memeluk Naya dari belakang.


" mas, Naya mau ke kamar mandi dulu mau bersih bersih " elak Naya saat Arya mulai menggerayangi nya.


Arya pun melepaskan Naya karena memang dirinya pun merasa kurang nyaman dengan tubuhnya. Naya pun membersihkan diri dan memakai baju tidur andalan nya yaitu celana hot pant dan kaos oblong tanpa bra.


Arya yang baru saja baru saja keluar dari kamar mandi Naya dengan boxer yang menutupi area sensitifnya bahkan atasannya dia biarkan terbuka karena memang Arya lebih nyaman tidur seperti itu.


" mas pake kaos atasan nya, ada Aya di sini " ucap Naya mengingatkan.


" yang masih ada kamar kosong ngga di rumah ini ?" tanya Arya pada Naya.


" kamar kosong untuk apa ?" Naya yang heran dengan pertanyaan Arya malah balik bertanya.


" masa kita tidur bertiga kan ngga leluasa sayang, meski kamu pilihan Aya tapi mas menerima bahkan sekarang mas sangat mencintaimu kamu mas janji kedepannya hanya akan ada kamu Aya dan anak kita nanti"


" ada kamar tamu tapi di bawah kasihan Aya kalo tidur di sana kejauhan " ucap Naya yang memang di rumahnya tidak memiliki banyak kamar, hanya ada kamar tamu yang kosong itu pun posisinya berada di lantai bawah.


Arya hanya bisa menarik nafasnya memikirkan nasib tongkat ajaibnya jika selama tiga bulan dia tidur bertiga dengan Aya bisa bisa libur panjang tongkat ajaib nya.


" ya sudah nanti mas pikirin solusinya, ayo tidur udah malam "


Setelah mengucapkan itu Arya menuntun Naya untuk menaiki tempat tidur dan mulai menyelimuti Naya, Arya pun menyelinap masuk ke selimut agar bis memeluk Naya.


mereka pun terlelap menuju alam mimpi.


Hari ni pagi di rumah pak Dimas terasa begitu hidup, jika biasanya hanya ada dirinya dan juga Bu Hera sekarang ada putrinya dan juga suami dan anak sambungnya.

__ADS_1


" pagi nin.. pagi ngki " sapa Aya pada Bu Hera dan pak Dimas


" pagi cucu nin.. mamah mana ? tanya Bu Hera karena hanya melihat Aya saja yang turun.


" mamah lagi muntah muntah nin, lagi di urutin sama papah " jelas Aya pada nin dan ngki nya.


" coba Bu cek Naya " perintah pak Dimas pada istrinya setelah mendengar Naya yang sey muntah muntah.


Baru saja Bu Hera hendak menaiki tangga, di ujung atas tangga nay sedang di tuntun Arya untuk turun menuju meja makan.


" gimana sayang masih mual ?" tanya Bu Hera yang melihat wajah putri nya yang begitu pucat.


" Naya sudah lebih baik Bu " ucap Naya tapi tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi dimana Naya tiba tiba saja pingsan.


" sayang ya Allah.." Arya dengan sigap menangkap tubuh Naya dan menggendong nya menuju sofa ruang keluarga.


Bu Hera segera mencari kotak obat dan mulai mengoles kan minyak kayu putih ke leher, telapak tangan dan telapak kaki Naya tak lupa juga membiarkan Naya menghirup wangi minyak kayu putih berharap Naya segera sadar.


" euhh.. " nay yang baru saja membuka matanya langsung memegang kepalanya yang terasa sangat berputar-putar.


" kita ke rumah sakit ya "bujuk Arya pada Naya tapi nay hanya menggeleng.


" Naya hanya butuh istirahat aja kok mas " ucap Naya berusaha tidak membuat semuanya khawatir.


" tapi sayang wajah kamu pucat, ibu khawatir apa lagi kamu hamil di usia yang masih sangat muda " ucap Bu Hera


" ngga papa Bu, nay tau kondisi tubuh Naya " ucap Naya bersikukuh.


" nin mamah kenapa? " tanya Aya pada Bu Hera. Bu Hera hanya menatap sekilas ke arah Naya tapi Naya hanya menggeleng sedangkan Ary malah mengangguk.


" Aya, mamah Naya sekarang sedang hamil dan Aya sebentar lagi akan jadi Kaka " ucap Arya menjelaskan, tapi reaksi Aya di luar dugaannya.


" kalo mamah punya anak lagi, mamah ngga sayang lagi dong sama Aya " Aya langsung menangis setelah mengucapkan semua itu.


" kok Aya ngomongnya gitu ? kata siapa mamah Naya ngga akan sayang sama Aya " Naya mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Aya bahkan Aya memeluk Naya yang sedang tergeletak lemah di atas sofa keluarga.


" mamah janji akan selalu sayang sama Aya? " tanya Aya sambil mengulurkan jari kelingking nya.

__ADS_1


" janji " ucap Naya sambil menautkan kelingking nya pada kelingking Aya, sedangkan Arya hanya mengusap rambut Aya.


" sarapan dulu yu , nanti nasi goreng nya keburu dingin " ucap Bu Hera yang langsung di ikuti pak Dimas yang menggendong Aya.


" mas makan gih, Naya nanti aja pengen si siapin sama mas boleh ?" tanya Naya ragu, tapi Arya malah tersenyum mendengar permintaan naya.


" mas ambilin makannya dulu ya buat Naya mas mah gampang bisa nanti setelah nyuapin Naya "ucap Arya tapi Naya malah menggeleng.


" Naya maunya mas yang makan dulu nanti piring bekas masnya buat tempat Naya makan " ucap Naya tanpa rasa jijik meminta mkan di piring yang sama dengan Arya.


Baru saja Arya melangkah menuju ruang makan, di depan terdengar seseorang yang mengetuk pintu rumah Naya.


" siapa sih pagi pagi datang bertamu ?" tanya Arya dalam hati.


Tanpa melihat lebih dulu Arya membuka pintu rumah dan yang membuatnya terkejut adalah dimana kini Clara sudah berada di hadapannya lagi.


" Clara ??" arya yang heran dari mana Clara tau rumah Naya hanya diam terpaku.


" tidak akan sulit bagiku untuk bisa menemukan kamu " ucap Clara dengan sorot mata memuja Arya.


" Clara sadar.. kamu ini sedang dalam pengaruh alkohol " ucap Arya karena mencium bau alkohol yang begitu menyengat di mulut dan tubuh Arya.


" Ar tolong aku.." ucap Clara sembari mencoba memeluk Arya tapi beruntung Arya berhasil menghindarinya.


Clara semakin berani apa lagi melihat Naya yang berjalan mendekati nya dengan tubuh yang lemah.


" Ar.. " Clara mencoba mencium paksa Arya meski Arya berusaha menolak tapi tetap Clara semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Arya, hingga bentakan seseorang menghentikan pergerakan Clara.


" ARYA ?


✍️✍️✍️ini caranya yang ngga tau malu atau Arya yang yang tidak bisa tegas?? 🤔🤔


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2