Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
kegilaan Papa Doni


__ADS_3

" mass.. malu. . ada kak raka.. "


Arya menatap Raka yang langsung di mengerti oleh Raka jika atasannya ingin berduaan dengan istrinya.


" hati hati nay .. ada yang baru buka puasa.. biasanya mamayu " setelah mengucapkan itu Raka pergi meninggalkan suami istri yang mungkin masih ingin melepas rindu.


( mamayu itu kalo buat orang Sunda mah biasanya abis sakit orang itu biasanya jadi seneng makan atau bentar bentar makan ).


Arya yang tau kata mamayu hanya bisa mengacungkan jempol nya tanda setuju dengan apa yang di ucapkan Raka, sedangkan Naya hanya bisa diam karena malu atas apa yang di ucapkan Raka.


Clara yang baru saja tiba di rumah papanya bersamaan dengan datangnya sang papa yang entah dari mana.


" pah dari mana ?" tanya Clara baik baik.


" dari kantor Arya !!" Clara yang belum tau jika Arya sudah pulih seperti sedia kala hanya berlalu karena berfikir papanya hanya menemui istrinya Arya, tapi tak lama Clara berbalik menatap papahnya


" untuk apa papah menemui istrinya Arya itu ?" tanya Clara menatap curiga pada ayahnya.


" papa habis menemui Arya " pak Doni pun duduk setelah mengambil minuman dingin dari lemari pendingin.


" Arya ?? si lumpuh itu? " pak Doni menatap anaknya yang masih berfikir jika Arya masih sama seperti sebelumnya.


" Arya sudah bisa jalan, bahkan dia sudah bisa menghina papa " ucap pak Doni kembali emosi.


" dan semua ini karena kamu " ucap pak Doni sambil menunjuk Clara yang tidak tau apa apa.


" maksud papa apa ? kenapa semuanya jadi salah Clara ?" Clara memang tidak pernah tau kondisi perusahaan papanya yang iya tau hanya berfoya foya dan bersenang-senang.


Pak Doni pun menceritakan apa yang terjadi pada perusahaan nya dan apa yang tadi Arya lakukan padanya, Clara yang mendengarkan ikut tersulut emosinya karena perlakuan Arya dan papinya yang sangat keterlaluan.


" ini ngga bisa di biarin pah, Clara yakin Naya hanya menggertak " Clara menatap papahnya yang hanya mendengarkan nya


" kalo benar dia mempunyai bukti kenapa sampai saat ini Clara masih bisa pergi kemanapun ?"


" tapi kini perusahaan papah hampir bangkrut jika tidak ada yang mau menjadi investor " ucap papi Doni menatap anaknya berharap Clara bisa memberikan solusi.


" Lexi !! ya Lexi coba kamu rayu Lexi kalo perlu kamu pakai tubuh kamu untuk bisa mendapatkan Lexi " ucap pak Doni yang tidak mengetahui anaknya seliar apa.


Clara hanya bisa menundukkan wajahnya karena iya yakin setelah kejadian tadi akan sangat sulit dirinya menemui Lexi.


" kenapa ? bukannya kamu selain dekat dengan Arya kamu juga dekat dengan Lexi ?"


tanya pak Doni yang curiga jika anaknya sedang tidak baik baik saja.

__ADS_1


" Lexi ngga akan mungkin mau menemui Clara lagi pah, apa lagi Lexi sudah menikah dan sekarang istrinya sedang hamil anak mereka " Clara mencoba mencari alasan agar papanya tidak sampai menemui Lexi.


" gunakan tubuhmu untuk bisa menjerat Lexi kalo perlu saat melakukan itu kamu rekam agar bisa menjadi senjata untuk bisa menekan Lexi agar mau menikahimu dan kita bisa memintanya untuk membantu perusahaan kita "


Clara hanya menggeleng, Clara menatap papahnya yang mungkin akan sangat marah setelah mendengar apa yang sebenarnya terjadi padanya.


" Clara hamil pah " ucap Clara lirih, pak Doni yang mendengar ucapan Clara hanya diam mencerna ucapan Clara dan tak lama


plakk


pak Doni menampar wajah putrinya, putri yang selalu iya turuti setiap kemauannya semenjak kepergian istrinya dan ibu nya clara.


" SIAP YANG SUDAH MENGHAMILI KAMU CLARA ?? bentak pak Doni sudah tidak bisa menahan amarahnya kali ini.


Anak yang iya jaga bahkan setiap kemauan Clara selalu iya ikuti agar Clara tidak merasa kekurangan perhatian, tapi papa Doni tidak menyadari dari sikapnya memperlakukan Clara malah menjerumuskan Clara menjadi pribadi yang semaunya sendiri.


Clara tidak berani menatap papahnya yang sedang marah.


" JAWAB !!!" bentak papa Doni lagi.


" Arya ?? Lexi ??" tapi semua nama yang di sebut papa Doni di jawab gelengan kepala oleh Clara.


" apa kamu ****** sampai kamu tidak tau siapa yang menghamili kamu ??" papa Doni sudah tidak bisa mengontrol ucapannya dan tanpa iya sadari ucapan kasar itu pun terlontar dari mulutnya untuk putrinya.


Hari papa Doni begitu hancur saat anak yang iya jaga dengan segala yang punya, kini malah membuatnya malu atas segala kelakuannya.


" katakan siapa yang sudah melakukan itu kepadamu ?"


" Angga.. " ucap Clara lirih tapi masih terdengar jelas oleh papa Doni.


" Angga?? Angga anak dari pak Broto pengusaha perkebunan ? Clara hanya bisa mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan ayahnya.


Papa Doni ya g mendengar anaknya hamil anak dari Angga anaknya pak Broto tersenyum seolah mendapat undian besar.


" ayo kita temui pak Broto agar segera menikah kan kalian " Clara hanya diam memikirkan cara agar bisa menggagalkan rencana papahnya yang ingin mendatangi rumah Angga.


Setelah puas bermesraan dan melihat Naya bekerja dengan serius Arya di antar Naya untuk pulang ke rumah setelah Arya mengeluh jika kakinya terasa lemas karena terlalu banyak beraktivitas.


" mas istirahat ya.. nay balik lagi ke kantor ada janji sama pak Broto yang ingin membahas pembangunan resort di tengah perkebunan nya " izin Naya pada suaminya.


" tapi yang.. kamu di temani Raka kan ketemu sama pak tua itu ? " ucap Arya yang tau seperti apa pak Broto itu terlebih jika melihat wanita cantik.


" iya mas, Naya sama kak Raka. lagian kak Raka udah ngasih tau Naya jika pak Broto orang yang seperti apa " Naya berusaha menenangkan suaminya yang terlihat tidak tenang.

__ADS_1


" Naya janji akan hati hati menghadapi pak Broto "


Naya pun mencium pipi suaminya agar Arya tidak merajuk dan mengijinkannya pergi.


" ya sudah kamu harus hati-hati ya, mas juga akan menghubungi papi agar bisa menemani kamu bertemu pak tua itu "


Naya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Arya yang begitu protektif terhadapnya tapi Naya suka di perlakukan seperti itu terlebih oleh Arya suaminya.


Naya pun kembali ke kantor diantar supir pribadi yang di siapkan Arya untuk nya. setelah Naya pergi Arya benar benar menghubungi papinya untuk menemani Naya Bertemu pak Broto.


📞" pih.. " .


📞"....


📞" pih bisa temani Naya siang ini ?? Naya mau bertemu klien.."


📞"....


📞" pak Broto pih orangnya, jika bukan pak Broto Arya tidak akan serisau ini pih !!"


📞". ...


📞" makasih pih.. Arya Titip Naya sama cucu yang masih di perut Naya "


Setelah menelpon papinya, Arya menelpon Raka memberitahu jika papi Arga akan menemani mereka


📞" halo pak, ada yang bisa di bantu?" Raka yang heran karena baru saja pak Arya pulang dari kantor tapi kini malah menelpon nya lagi.


📞" Raka jangan dulu pergi sebelum papi Arga datang, papi akan menemani Naya saat bertemu pak tua itu " Raka yang mendengar itu kini mengerti kenapa Naya dari tadi senyum senyum tak jelas.


📞" iya pak siap laksanakan " Naya yang berada di dekat Raka heran kenapa Arya menelpon nya padahal diri ya baru saja bertemu dengan suaminya.


" suami kamu lagi ngirim pengawal buat jagain kamu sama anaknya dari pak tua itu " Raka yang berbicara membelakangi pintu tidak menyadari jika ada yang mendengar semua ucapannya.


" PENGAWAL..."


✍️✍️✍️ SENIN BAROKAH...semoga segala kegiatan kakak kakak semua selalu di mudahkan dan di lancarkan, semangat dan sehat selalu...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2