Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Bonus Chapter AYMM 2


__ADS_3

Aya yang baru saja sampai di rumah papa Arya langsung di berondong pertanyaan dari kala adiknya yang paling kepo.


" gimana kak kesan pertama bertemu ibu mertua untuk pertama kali nya ?" tanya kala sedikit menggoda kakaknya yang mungkin saat saat seperti ini tak akan iya dapatkan lagi.


" kepppo " ucap Aya sengaja menekan hurup p membalas adik laki lakinya itu.


" sayang.. udah pulang ?" tanya mama Naya yang baru saja keluar dari kamarnya dengan rambut yang di biarkan tergerai karena sedikit basah.


" baru saja sampai mah " ucap Aya yang tiba tiba saja sangat lelah terlebih bulir keringat yang keluar dari wajah dan tubuhnya.


" ay... kamu kenapa sayang.. " ucap mama Naya panik melihat putrinya yang sudah lama tidak seperti ini lagi.


" Aya ngga pa...." belum selesai Aya berucap Aya kini sudah tidak sadarkan diri dan bertepatan dengan kedatangan papa Arya yang tentu saja langsung menangkap tubuh lemah Aya.


" Aya kenapa yang" tanya Arya yang memang tidak mengetahui kepulangan Aya dari rumah ibunya Fadhly, tapi Naya hanya menggeleng karena dirinya pun tidak tau kenapa Aya bisa seperti itu.


papa Arya pun langsung menggendong Aya keluar dari rumah nya menuju mobil karena kondisi tubuh Aya yang semakin dingin.


Papa Arya pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena dirinya pun sangat mengkhawatirkan Aya.


Dan hanya butuh waktu tiga puluh menit mobil papa Arya kini sudah berada di depan sebuah rumah sakit, papa Arya langsung turun dan memutar membuka pintu penumpang dan kembali mengambil alih Aya dari pangkuan Naya.


" dok... tolong anak saya " ucap Arya sambil meletakkan Aya di atas brankar rumah sakit, dengan sigap Dokter dan suster pun memeriksa keadaan Aya dan setelah di pastikan tidak ada yang serius dengan keadaan Aya barulah papa Arya dan juga mama Naya bisa bernafas lega.


Papa Arya pun mencoba menghubungi Fadhly sekedar menanyakan kegiatan mereka selama dari pagi sampai sore ini, dan tak butuh waktu lama Fadhly langsung mengangkat sambungan telepon nya setelah melihat papa Arya yang menelpon nya.


📞" halo om.. " ucap Fadhly yang masih belum merubah panggilannya.


📞" halo Fadhly ada yang ingin om tanyakan sama kamu.. kamu bisa datang ke rumah sakit harapan ?" tanya papa Arya yang belum memberitahu keadaan Aya yang sebenarnya.


📞" rumah sakit om??" Fadhly yang tidak yakin calon papa mertuanya menyuruhnya datang ke rumah sakit pun akhirnya mengulang ucapan papa Arya.


📞" iya.. sekarang .. om tunggu " ucap papa Arya yang langsung memutuskan sambungan telepon nya.

__ADS_1


Fadhly yang mendapat telepon dari papa Arya pun langsung berjalan ke luar rumah dan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit yang di perintahkan papa Arya.


Dengan hati yang bertanya tanya kenapa sampai dirinya di perintahkan datang ke rumah sakit, apa mungkin Aya kembali sakit atau ada hal lain. Fadhly berusaha menenangkan hatinya yang kini mulai menebak nebak.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit kini Fadhly sudah sampai di depan rumah sakit harapan, iya pun mencoba menghubungi papa Arya dan tak lama sambungan telepon pun di angkat papa Arya.


📞" om.. Fadhly sudah di depan " ucap Fadhly


📞" naik ke lantai tiga ruang lima " ucap papa Arya singkat dan kembali menutup sambungan telepon secara sepihak.


Fadhly langsung menuju tempat yang di tunjukan papa Arya, perlahan Fadhly membuka pintunya dan alangkah kagetnya Fadhly saat melihat Aya yang terbaring lemah tak berdaya.


" ay... za ... " Fadhly langsung menghampiri Aya seolah lupa dengan kehadiran orang tua Aya.


" Aya baik baik saja.. iya hanya kelelahan " ucap mama Naya yang tau jika Fadhly sangat khawatir.


" Alhamdulillah.. ya Allah " ucap Fadhly lalu berbalik menghampiri papa dan mama Aya.


" Aya tidak seperti gadis pada umumnya " ucap papa Arya yang merasa sakit jika harus membahas kondisi Aya.


" maksudnya om " ucap Fadhly yang semakin penasaran dengan Aya.


" Aya waktu bayi mengidap kelainan jantung " papa Arya menarik nafas begitu dalam guna menenangkan hatinya.


" saat usia Aya enam tahun iya sudah di operasi dan operasi itu pun berhasil tapi Aya tetap tidak boleh sampai kelelahan " ucap papa Arya sambil menatap Aya yang masih menutup matanya.


" biasanya mama selalu mengingatkan Aya untuk latihan pernafasan dan untuk bisa mengendalikan emosi yang tentunya mempengaruhi kinerja jantungnya " ucap Naya menambahkan.


" sekarang kamu sudah tau kondisi Aya yang sebenarnya, jika kamu memilih mundur saya tidak masalah dari pada nanti kamu menyesal di kemudian hari " ucap papa Arya yang hanya ingin melindungi Aya agar tidak merasakan sakit di kemudian hari.


" saya menerima Aya apa adanya, saya menerima setiap kekurangan dan kelebihan Aya, dan saya yakin akan hal itu " ucap Fadhly yang semakin mantap untuk memperistri Aya.


" pa.. jika Aya home schooling gimana ?" usul Fadhly yang tidak ingin Aya sampai kelelahan.

__ADS_1


" Aya yang tidak mau, dulu mama Naya juga nyaranin untuk home schooling tapi Aya menolak " ucap papa Arya.


" katanya kalo home schooling Aya ngga punya temen, ngga ngerasain yang namanya bergosip tentang cowok ganteng, atau jajan di kantin " ucap mama Naya mengulangi apa yang pernah Aya ucapkan padanya dan papanya.


" om.. jika mengijinkan saya akan membawa ibu saya ke rumah besok malam tapi saya juga langsung membawa ustadz yang nanti akan menikahkan kami malam itu juga " ucap Fadhly sambil menatap papa Arya.


" apa kamu yakin ? lalu nanti setelah menikah apa Aya masih tetap sekolah? terus kalian tinggal di mana ?" ucap mama Naya yang memikirkan anaknya setelah menikah nanti.


" saya akan mengajak Aya tinggal di rumah saya, dan Aya akan tetap bersekolah seperti biasanya " ucap Fadhly yakin.


" baik lah .. jika itu mau kamu .. " ucap papa Arya.


" om.. lebih baik om pulang saja kasihan kala" ucap Fadhly yang melihat jika papa dan mama Aya begitu lelah.


" saya yang akan menjaga Aya malam ini dan seterusnya " ucap Fadhly yakin.


" baik lah, jika terjadi sesuatu kabari saya " ucap papa Arya sambil berjalan menuju brankar rumah sakit diman Aya masih setia memejamkan matanya.


" sayang... papa sama mama pulang dulu ya.. ada Fadhly yang akan jaga kamu " meski berat tapi papa Arya harus mulai membiasakan diri mempercayakan Aya pada calon suami nya.


" mamah pulang dulu sayang " ucap Naya sambil mencium kening Aya.


Setelah papa dan mama Aya pergi, Fadhly pun mendekati Aya dan duduk di kursi tunggu samping Aya.


" za.. bangun dong sayang ? jangan buat hubby takut " ucap Fadhly sambil mencium tangan Aya yang sedari tadi iya genggam.


✍️✍️✍️ sebaik baiknya pernikahan itu yang tidak menyembunyikan kekurangan pasangannya terlebih penyakit yang di derita agar tidak merasa seperti membeli kucing dalam karung 🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2