Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Mencari Jalan Keluar


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dimana kini Kalandra sudah berusia empat bulan dimana di usianya sudah mulai aktif, dan kondisi jantung Aya juga mulai stabil paska operasi membuat kehidupan rumah tangga yang Naya jalani dengan Arya juga semakin harmonis.


Naya masih menikmati masanya menjadi seorang ibu rumah tangga sehingga iya harus menunda mimpinya untuk bisa menjadi seorang dokter.


Dan Arya selalu berusaha untuk menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk kedua buah hatinya.


" mas.. mami sama papi ngajak kita semua liburan ke villa " ucap Naya menyampaikan pesan sang mami tadi.


" kapan? " tanya Arya sambil terus bermain dengan kala dan juga Aya.


" sore ini kita berangkat " ucap Naya sambil menyiapkan apa yang mungkin akan di bawa terutama perlengkapan Aya dan juga kala.


" ok.. " ucap Arya yang masih asik bermain dengan kala.


" mah .. kemarin waktu Aya nunggu jemputan supir ada Tante Clara ke sekolah " ucap Aya yang baru mengingat jika Clara tiba tiba saja datang menemui nya.


Arya dan juga Naya langsung melihat ke arah Aya dengan serius.


" lalu apa yang di katakan Tante Clara pada Aya ?" tanya Naya yang mulai menebak tujuan Clara menemui Aya terlebih tanpa seizin darinya.


" Tante Clara ngajakin Aya buat ketemu sama mamah kandung Aya katanya " ucap Aya sambil melihat ke arah Naya takut mamah nya marah mendengar itu semua.


" lalu Aya bilang apa ?" tanya Aya lembut.


" Aya bilang mamah Aya ada di rumah dan Aya ngga mau ketemu sama orang yang mengaku mamah kandung Aya tapi tak berani menemui Aya "


Aya yang meski baru berusia 6 tahun tapi iya berpikir melebihi usianya terlebih jika membicarakan masalah ibu kandungnya, mungkin ada rasa sakit yang di simpan Aya untuk mamah kandungnya terlebih saat melihat interaksi mama Naya bersama Kalandra.


" kalo misalnya mamah queen mau menemui Aya apa Aya mau menemui nya?" ucap Arya sambil melihat ke arah naya yang hanya memperlihatkan ekspresi yang sulit di tebak.


" Aya mau ketemu sama dia kalo mama Naya izinin dan juga ikut nemenin Aya ketemu dia ?" ucap Aya sambil mendekat ke arah mama Naya dan juga memeluk nya.

__ADS_1


" aya memang anak mama " ucap Naya sambil mencium kening Aya dan itu semua membuat Arya yakin jika tidak akan mudah untuk queen mendekati Aya tanpa membuat Naya sakit hati.


" mah .. pah aya keluar dulu mau ke tempat mami " ucap Aya yang masih belum merubah panggilan nya untuk mami Nilam yang seharusnya dipanggil grandpa dan grandma.


" yang .. mas mau Nanya.." ucap Arya ragu, naya yang sedang melanjutkan berkemasnya pun mengehentikan pekerjaan nya dan mendudukkan dirinya sambil menyusui kala untuk bisa mendengar apa yang ingin di sampaikan Arya.


" apa kamu akan mengijinkan Aya untuk bisa bertemu dengan queen?" ucap Arya hati hati.


Sedangkan Naya tersenyum mendengar apa yang di tanyakan Arya padanya, sambil tersenyum Naya pun menjawab pertanyaan yang di berikan Arya padanya.


" naya ngga akan melarang mba Queen untuk bertemu dengan Aya tapi nay hanya minta sama mba Queen untuk meminta baik baik dan memang pyur niatnya untuk Aya bukan untuk niat terselubung seperti sebelumnya" ucap Naya tegas.


" dan nay tidak akan pernah mentoleransi adanya kebohongan apapun itu karena sekali kita bohong akan ada ke bohong kebohongan lain nya " ucap Naya sambil bangkit dari duduknya.


Arya yang mendengar apa yang di ucapkan Naya terlebih bagian terakhir dari ucapan Naya membuat Arya sadar jika memang Naya sangat memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang orang di sekelilingnya.


" iya sayang .. mas cuma nanya karena kemarin mas ketemu pak Broto setelah selesai meeting dan iya menyampaikan keinginan queen untuk bisa bertemu dengan aya " ucap Arya menjelaskan.


" mas.. jika Queen mengambil anak kita bagaimana ?" ucap Clara di sela sela rasa sakit yang iya rasakan saat ini.


" sayang kamu fokus dulu untuk melahirkan anak kita dan untuk masalah queen kita pikirkan nanti.


Clara hanya menatap Angga dengan wajah sendunya karena usahanya untuk terus membujuk pak Broto dan juga Arya masih belum bisa membuahkan hasil.


" mas coba tanya Arya apa dia bisa membujuk Naya untuk mengijinkan Aya agar mau menemui queen " ucap Clara dengan nafas yang tersengal sengal karena merasakan kontraksi yang semakin hebat.


Agar Clara merasa tenang Angga pun mencoba menghubungi Arya di depan Clara yang semakin merintih kesakitan Bahkan Clara mencengkram tangan Angga dengan sangat kencang sampai kuku kuku Clara menancap sempurna di tangan Angga.


πŸ“ž" halo Arya " ucap Angga sambil menahan rasa perih di tangannya


πŸ“ž" ya ... ada apa lagi sekarang " ucap Arya yang sudah sangat bosan menanggapi Clara dan juga Angga tentang queen.

__ADS_1


πŸ“ž" Clara sedang melahirkan anak kami tapi iya juga memikirkan ucapan queen yang ingin mengambil anak kami saat setelah anak ini lahir " ucap Angga menjelaskan kondisi Clara saat ini.


πŸ“ž" aku tak bisa membantu tapi mungkin aku akan mencoba berbicara pada Naya untuk terakhir kalinya " ucap Arya yang tidak menyadari jika Naya kini sedang berdiri di belakangnya.


Tanpa Arya duga Naya mengambil alih teleponnya yang masih tersambung pada Angga.


πŸ“ž" jika mba Queen benar benar ingin mengambil anaknya mba Clara telpon langsung saja aku " ucap Naya setelah itu langsung memberikan telpon Arya kembali dan sambungan telepon pun terputus.


" yang apa kamu yakin ingin membantu menyelesaikan semua permasalahan Clara dan queen " tanya Arya sambil menatap Naya yang kini mulai merias diri karena memang dirinya baru saja mandi sore.


Naya hanya mengangkat bahu nya karena dirinya sendiri pun tidak yakin akan bisa menyelesaikan semua nya, tapi jika tidak di akhiri maka kehidupan keluarga nya pun tidak akan bisa tenang.


" mas ajak kala turun saja, tadi mami nanyain kala " ucap Naya yang merasa ingin sendiri sembari memikirkan apa yang terbaik untuk semuanya terlebih untuk Aya.


" oh iya mas sekalian tolong suruh Aya untuk ke sini " ucap Naya menghentikan langkah Arya yang sudah menggendong kala menuju ke luar kamar.


Arya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Naya yang memang terlihat ingin sendiri.


' semoga apa yang kamu putuskan tidak akan menyakiti kamu dan juga Aya ' ucap Arya dalam hati sambil meninggalkan Naya.


" mah... mamah manggil Aya ?" tanya Aya yang kebetulan bertemu dengan papanya di ruang keluarga, sedangkan Naya hanya menepuk sofa samping yang sedang iya duduki. Aya pun menuruti semua yang di perintahkan ibunya.


" mamah boleh nanya sama Aya ?" ucap Naya setelah Aya duduk di sampingnya bahkan Naya menarik kepala Aya agar bersandar di pahanya, Aya hanya bisa mengangguk sambil menikmati belaian tangan mamah Naya di rambutnya.


" pernah Aya kangen sama mamah kandung Aya???


✍️✍️✍️pernah ngga ya..πŸ€”πŸ€”πŸ€” tapi kalo Aya jujur apa Naya bisa menerimaπŸ€”πŸ€”??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2