Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Arya Yang Rapuh..


__ADS_3

Arya yang tau jika wanita hamil cenderung memilihi naf su yang lebih besar dari sebelumnya pasti menyambut senang, andai saja dirinya normal seperti sebelumnya tapi kini kondisinya berbeda.


Arya hanya bisa berdoa dalam hati semoga tuhan berbelas kasih padanya dengan memberikan kesembuhan yang cepat agar bisa menjadi kepala keluarga yang baik ayah yang baik dan suami yang bisa membahagiakan istrinya baik dari segi materi mau pun nafkah batin.


Naya yang melihat Arya diam mengusap lembut pipi Arya yang mulai di tumbuhi bulu bulu halus


" mas.. ngga usah mikir macam macam ya " ucap Naya yang tau apa yang di pikirkan Arya.


" ada banyak cara buat bisa membahagiakan Naya bukan hanya soal urusan ranjang tapi dengan mas selalu sehat bahagia dan tersenyum itu sudah cukup buat Naya " ucap Naya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arya.


" mah pah " suara si kecil Aya sambil mendorong pintu kamar Arya dan Naya.


" hai sayang.. udah bangun " tanya Naya sambil mendudukkan Aya di pangkuannya.


" udah mah, tadi kata nin mamah di kamar nemenin papah istirahat. kirain papah bobo ! " tanya Aya polos.


" ngga.. papah kan kangen sama Aya " ucap Arya sambil mengulurkan tangannya agar Aya mendekat adanya yang langsung di sambut pelukan hangat dari Aya.


" Aya kangen sama papah " ucap Aya sambil menangis di pelukan Arya dan tentu saja membuat Arya memeluk putrinya erat.


" maaf ya sudah buat Aya sedih " Naya yang melihat itu hanya bisa mengusap lembut punggung Arya berharap bisa menenangkan.


" Aya mau bobo di sini malam ini ? tanya Naya


" mau mah mau " Aya langsung tersenyum bahagia saat mendengar ajakan mamah Naya.


" ok sekarang Aya mandi, papah juga mau mandi " ucap Naya yang meras kasihan pada suaminya jika memangku Aya terlalu lama.


Aya langsung turun dan berlalu meninggalkan kamar orang tua nya menuju kamarnya di lantai dua untuk melaksanakan apa yang di perintahkan mamahnya.


" ayo mas mandi juga " ucap Naya sambil bangun dari duduknya.


" yang.. " ucap Arya ragu.


" apa kamu tidak capek ngurusin mas.." Naya menatap tajam pada Arya.


" bukannya mas tidak percaya sama kamu yang bisa nerima mas apa adanya " Arya tidak melanjutkan ucapannya karena melihat wajah Naya yang mulai murung.

__ADS_1


" tapi mas ngga tau kondisi mas seperti ini sampai kapan " Arya menjeda ucapannya dan menarik nafasnya begitu dalam karena tiba tiba saja merasakan sesak di dadanya.


" kamu masih muda sayang.. jalan kamu juga masih panjang " Naya menatap tajam Arya yang menurutnya salah dalam berbicara.


" sekarang gini deh, kita balik posisinya " ucap Naya sambil kembali duduk bahkan kini duduk Naya menghadap ke Arah Arya.


" kalo Naya yang ada di posisi mas dan Naya juga mengucapkan apa yang mas ucapkan pada Naya, lalu sikap yang akan mas ambil jika posisinya seperti Naya sekarang apa? " tanya Naya dan tak terasa air mata Naya meleleh di pipinya.


Arya memeluk erat Naya menyesali apa yang tadi dia ucapkan yang mungkin saja membuat hati istrinya terluka.


" maaf .. mungkin saat ini mas hanya sedang rapuh jadi selalu berpikiran yang tidak tidak " ucap Arya sambil memeluk Naya.


Naya hanya membalas pelukan Arya tak kalah erat, tanpa Arya dan Naya sadari mami Nilam dan Bu Hera mendengar apa yang di bicarakan Arya dan Naya ikut merasakan apa yang Naya rasakan saat Arya berbicara seperti itu.


" semoga tidak ada lagi yang berniat buruk pada kalian berdua nay Arya " gumam mami Nilam dan langsung di Amini oleh Bu Hera.


" nin .. mami.. kenapa berdiri diluar ?" tanya Aya polos. Naya yang mendengar suara orang di luar akhirnya memilih keluar untuk melihat ada apa di sana.


" Bu.. mih.. Aya kanapa nunggu diluar " tanya naya pada Naya Bu dan mertuanya.


" eh Naya.. ini ibu mau manggil kamu, bapak ibu mau pamit pulang iya kan jeng ?" ucap Bu Hera mencari dukungan.


" Naya mau bantuin mas Arya mandi dulu tadi abis berbicara sama Aya, katanya kangen mau bobo bareng sama papa mamanya "


" ya sudah kamu bantu Arya mandi dulu ya, kalo sudah selesai cepet ke sana nanti ibu sama bapak kemalaman di jalan.


Mami Nilam Bu Hera dan Aya kini berjalan menuju ruang keluarga dimana semuanya masih duduk sambil membahas masalah pekerjaan.


" gimana hasilnya " gurau papi Arga yang melihat istri sama besannya begitu kepo.


" Alhamdulillah Aya masih aman,tadi mereka cuma berbincang dan sekarang Naya mau membantu Arya untuk mandi.


Di ruangan kantor Lexi dengan bersama Nisa yang sejak kemarin Lexi ajari untuk menjadi asisten pribadinya.


" honey.. apa harus ya aku jadi asisten kamu di kantor ? " tanya Nisa pada suaminya.


" yang.. tau kenapa aku menjadikan kamu asisten ku di kantor? " tanya Lexi pada istrinya yang Baru saja beberapa hari di nikahinya.

__ADS_1


Nisa hanya menggeleng karena memang tidak tau apa yang membuat Lexi memutuskan semua ini.


" satu.. biar kamu tau bagaimana lingkup pekerjaan mas "


" dua biar kamu ada kegiatan yang bermanfaat sambil menunggu kamu hamil anak kita"


" ketiga dan ini yang paling penting " Lexi sengaja menjeda ucapannya untuk membuat Nisa semakin penasaran.


" apa ?" tanya Nisa yang masuk perangkap Lexi mantan Casanova


" biar kalo mas lagi pengen bisa langsung tancap gas hahaha" ucap Lexi sambil melihat Nisa yang berada di sampingnya, sedangkan Nisa hanya bisa mengerucutkan bibirnya.


" nis apa kamu sudah cinta sama mas ? " tanya Lexi yang memang belum pernah mendengar ungkapan cinta dari Nisa istrinya.


" kalo mas sendiri apa udah cinta sama Nisa ? Nisa sengaja membalikan pertanyaan lexi.


Lexi tersenyum mendengar pertanyaan nya yang malah di balik oleh Nisa.


" mas memang mantan Casanova tapi kalo soal hati baru kamu yang bisa membuat mas mantap untuk berkomitmen bahkan dalam waktu singkat "


Lexi yang masih memeluk Nisa bahkan kini Lexi sengaja membuka kancing kemeja Nisa agar dirinya bisa langsung memeluk perut Nisa tanpa penghalang.


Nisa yang mendengar ucapan manis Lexi hanya bisa menatap kelapa Lexi dan membelainya lembut.


" Nisa sayang sama mas dan Nisa harap Nisa akan jadi wanita satu satunya dalam hidup mas " ucap Nisa sambil memeluk kepala Lexi yang kini menciumi perut rata Nisa.


" kamu akan jadi ratunya mas tapi akan ada wanita lain yang nanti mas cintai selain kamu" ucapan Lexi tentu saja membuat Nisa menjauhkan perutnya dari kepala Lexi.


" mas ingin kita punya anak perempuan yang sama cantik dan pintar nya seperti ibunya " Lexi mengucapkan itu sambil berdiri merengkuh tubuh Nisa.


Nisa Langsung memeluk erat tubuh lexi yang wanginya membuatnya nyaman.


" tapi nasib nya jangan seperti Nisa !!" ucap Nisa pelan..


✍️✍️✍️apakah Nisa akan tau jika orang yang pernah merusaknya saat masih SMA itu adalah Lexi suaminya sekarang ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2