Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Luapan Hati Aya..


__ADS_3

" karena Clara sepertinya akan menuruti semua yang kamu ucapkan "


" dan semuanya terbuktikan !!" ucap Lexi tersenyum


" apa nya yang sudah terbukti ?" tanya Nisa dan Naya serempak.


Arya dan Lexi saling pandang lewat sorot matanya menanyakan apakah harus berkata jujur atau tidak.


" owh jadi ngga mau cerita nih, ya sudah ngga masalah Naya ngga maksa tapi kalo sampai Naya tau jika mas membohongi Naya mas tau sendiri akibatnya " ucap naya berlalu dari hadapan Arya dan juga lexi menuju tempat tidur dimana Aya berada


" mas juga sama, Nisa akan melakukan apa yang di lakukan naya jika sampai mas ketahuan bohong " ucap Nisa sambil menuju ke sofa yang berada di pojok ruangan Aya.


Arya langsung berjalan mengejar Naya dan Lexi pun mengejar Nisa.


" yang... mas mau jelaskan tapi jangan di sini ada Aya " ucap Arya sambil melihat ke arah Aya yang sebenarnya tertidur.


Naya hanya menarik nafasnya karena apa yang Arya ucapkan memang benar.


" baik lah " ucap Naya yang akhirnya mengalah.


" yang.. mas ke kantor dulu ya nanti setelah pertemuan itu selesai mas langsung ke sini lagi ok .. mas janji " ucap Arya yang langsung mencium puncak kepala Naya dan juga kening Aya yang masih saja tertidur.


" nay .. aku dan mas Lexi juga mau pulang ya" ucap Nisa pamit pada sahabatnya sambil membisikan sesuatu.


" tenang saja nay, aku akan mengorek semuanya dari mas Lexi dan aku akan memberitahu kan semuanya padamu " bisik Nisa sebelum pergi meninggalkan nya.


Tapi setelah Arya Nisa dan Lexi pergi, Aya baru saja terbangun dari tidurnya.


" mah.. papa mana ? " tanya Aya yang tidak melihat papa Arya di kamar nya.


" papa ke kantor katanya ada klien yang ingin bertemu dengan papa "


" owh " jawab Aya pendek sedang naya yang mendengar jawaban Aya seperti itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


" makan ya.. mama suapin ya " Aya hanya mengangguk menuruti apa yang mamahnya ucapkan.

__ADS_1


" mah .. boleh Aya bertanya sesuatu ?" Naya yang mendengar pertanyaan Aya pun langsung duduk di depan Naya yang kini sudah dalam posisi duduk bersandar di tempat tidur.


" Aya mau tanya apa ?" ucap Naya sambil menyiapkan makanan yang sudah di sediakan rumah sakit untuk Aya.


" kenapa mamah kandung Aya ninggalin Aya ?" Naya menghentikan kegiatan nya lalu menatap aya yang tiba tiba saja berwajah sendu.


" kenapa mamah kandung Aya ngga sayang sama Aya ?" kini bukan hanya wajah Aya yang sendu tapi juga lelehan Air mata Aya pun ikut menyertai.


" kenapa mamah Aya ngga bisa seperhatian ini sama Aya seperti mamah Naya yang bisa sayang dan juga perhatian sama Aya ? "


Naya langsung memeluk erat tubuh gadis kecil di hadapannya meski tidak bisa begitu erat karena ada luka bekas operasi di dada Aya.


" aya kenapa bertanya seperti itu ?" ucap Naya setelah melepaskan pelukan Aya dan juga menghapus air mata Aya yang masih mengalir di pipi nya.


" apa Aya rindu sama mama kandung Aya ?" tapi bukannya menjawab Aya malah kembali menangis.


" apa mamah Naya masih kurang buat Aya ?" Aya langsung menggeleng dan kembali memeluk Naya.


" apa sayang ya mamah Naya juga masih kurang buat Aya ? " Aya menggeleng kan wajahnya di pelukan Aya.


" mamah Naya ngga bisa menjawab semua pertanyaannya Aya " ucap Naya yang sengaja menghentikan ucapannya dan kembali menghapus air mata yang sudah mulai berkurang tangisnya.


" dan mama Naya yakin jika jauh di lubuk hati nya yang paling dalam mamah Aya sangat menyayangi Aya "


" jadi tunggu sampai Aya besar dulu, mamah Naya yakin suatu saat Aya pasti mengerti dengan keadaan ini.


Lexi dan juga nisa kini sudah tiba di garasi rumah lexi, tapi mereka tidak langsung keluar karena Nisa langsung menahan tangan Lexi.


" mas harus cerita sama Nisa apa yang sebenarnya terjadi di kantin rumah sakit Aya" ucap Nisa sambil mendekat ke arah Lexi


" tapi kamu harus janji tidak akan marah setelah mendengar ucapan mas " Nisa yang masih duduk di samping Lexi hanya bisa mengangguk.


Lexi pun menceritakan semuanya seperti pada saat Clara yang tiba tiba saja duduk di hadapan mereka, nasehat yang Arya ucapkan untuk Clara dan juga kedatangan Angga setelah Clara hendak pulang "


Nisa yang menyimak apa yang di ceritakan Lexi kini sedikit merasa lega karena Clara tidak akan mengganggu rumah tangganya.

__ADS_1


Setelah dirasa puas mendengar penjelasan Lexi, Nisa perlahan berpindah posisi jadi berada di pangkuan Lexi meski dengan perut buncitnya karena kehamilan nya.


Lexi langsung menyambut apa yang Nisa lakukan dengan memencet tombol agar Kursi mobilnya sedikit landai.


" Lexi junior ingin di kunjungi ayahnya " ucap Nisa tepat di telinga Lexi.


Lexi pun membiarkan Nisa memulai semuanya tapi tak lama Nisa menghentikan aksinya yang baru saja akan di mulai.


" kayaknya sempit mas.. apa lagi Nisa sedang hamil takutnya malah menyakiti adik bayi " ucap Nisa sambil mencoba keluar dari dalam mobil.


" baby di sini masih bisa lagian pasti aman kalo kamu yang di atas" ucap Lexi yang sudah terlanjur berfantasi melakukannya di dalam mobil.


" tapi aman ngga ?? ngga akan ada yang liat ?" ucap Nisa yang masih ragu, Lexi langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi art dan anak buahnya untuk tidak mendekati garasinya.


" aman " setelah mendengar ucapan Lexi, Nisa melanjutkan aksinya untuk bisa menyenangkan suaminya.


Jika Nisa dan Naya sudah semakin bahagia dengan suami masing masing lain halnya dengan queen yang baru saja di nikahi siri oleh pak Broto demi menyelamatkan Naya dari incaran pak Broto, agar Aya tidak kehilangan mamah yang di sayangi nya.


" Daddyyyy.. ngga lupakan dengan permintaan ku " ucap queen yang sedang berada di pangkuan pak Broto tepatnya di kamarnya queen mulai saat ini.


" tentu Daddy ingat, apapun akan Daddy lakukan selagi kamu bisa memuaskan Daddy" ucap pak Broto sambil membuka kancing baju atas queen.


" Daddy meragukan ku " ucap queen sambil memainkan ujung telunjuk nya di dada bidang suami tuanya ( tapi masih perkasa🀭🀭 ).


" tapi queen mau bukti nya saat ini ?" ucap queen yang tak ingin di bohongi.


Pak Broto Langsung menghubungi asisten nya untuk mengurus surat perjanjian dengan pak Doni yang bersedia membantu perusahaan dengan syarat saat anak Clara lahir anak itu akan di ambil dan di urus oleh istrinya pak Broto.


Queen yang mendengar semua yang di ucapkan pak Broto pada asisten nya tersenyum puas dan langsung merubah posisinya jadi duduk di pangkuan pak Broto dengan menghadap pada pak Broto.


" Daddy siap...


✍️✍️✍️ Daddy siap ??? siap apa sih queen πŸ€”πŸ€” hadeh ... jadi mau kan... hahahaha 😜😜


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2