Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Kamu semakin pintar sayang ..


__ADS_3

" dia adalah wanita itu !!" Angga terus menatap Nisa yang berada di belakang tubuh lexi.


" benarkan Lex? " tanya Angga pada teman yang seperti musuh baginya.


Lexi hanya bisa membuang muka mendengar tebakan Angga tentang Nisa yang memang benar adanya.


Angga tersenyum penuh kemenangan saat mendapatkan kartu AS Lexi tentang jati diri istrinya.


" kamu ingat nona kejadian satu tahun lalu di hotel Lenka??" ucap Angga langsung tepat sasaran.


Nisa yang sedang menunduk langsung menatap tajam wajah Angga yang baru saja membuka aib yang sengaja iya tutupi.


" aku bahkan mengingat dengan jelas jika aku ya memutar nomor kamar kalian agar Lexi bisa salah kamar dan akhirnya masuk ke kamar mu"


Lexi menggenggam tangan Nisa yang mulai bergetar sedangkan Clara hanya bisa diam karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Angga.


" Clara tolong bawa Naya kekamar ku " Clara yang baru saja hendak memegang tangan Nisa menghentikan tangannya saat Nisa malah mengangkat tangannya.


" Nisa mau dengar dia akan berbicara apa " Lexi hanya bisa pasrah setelah mendengar keputusan Nisa.


" kamu tau jika malam itu yang memasuki kamar kamu dan melakukan hal tercela melebihi binatang adalah dia "


Nisa memejamkan matanya mendengar apa yang di sampaikan Angga mengenai dirinya dan masa lalu nya yang sengaja iya kubur dalam dalam.


Lexi hanya diam setelah Angga mengatakan semuanya. Lexi berbalik untuk bisa menatap Nisa yang saat ini sudah berlinang air.


" yang .. mas bisa jelaskan jika semua yang di bicarakan Angga tidak semuanya benar "


Nisa berusaha menenangkan hatinya yang masih terasa sakit saat mengingat semua kejadian kelam malam itu. Lexi menuntun Nisa untuk duduk di sofa tadi.


" kamu masih bisa mendengar mas ?" tanya Lexi sebelum memberitahu kan kebenarannya pada Nisa.


" malam itu mas bertemu dengan Angga dan angga memberikan mas minuman yang sial nya sudah diberi obat perang sang dosis tinggi " Lexi terus menggenggam tangan Nisa agar Nisa bisa tenang saat mendengar penjelasan nya.


" saat mulai merasakan sesuatu yang salah di tubuh mas, mas kembali menuju kamar mas tapi setelah nya kamu tau sendiri apa yang terjadi pada kita setelah itu "


Nisa berusaha melepaskan genggaman tangan Lexi, tapi Lexi tidak membiarkan Nisa untuk melepaskan nya.lexi bahkan memeluk tubuh Nisa yang kembali hancur.


" KELUAR KALIAN SEMUA " ucap Lexi sambil menarik tangan Angga agar bisa keluar dari sini.

__ADS_1


Tapi Angga langsung menghentak kan tangan agar Lexi bisa melepaskan nya.


" aku bisa sendiri !!" ucap Angga yang tiba tiba tersulut emosi, tapi sebelum pergi Angga menatap nisa yang masih berusaha meyakinkan hatinya.


" kamu tau Nisa dia adalah orang yang sudah menghancurkan kehidupan kamu sampai kamu kehilangan kedua orang tua kamu"


Nisa memejamkan matanya mendengar kata orang tua, terlebih karena suami nya orang tua nya sampai meninggal.Angga menatap Nisa sambil tersenyum.


" apa kamu yakin jika dia mencintai mu karena dalam kamus Lexi tidak ada istilah mencintai seseorang wanita "


" atau jangan jangan dia melakukan itu semuanya untuk menebus perbuatannya yang pernah iya lakukan padamu dulu sampai kamu kehilangan orang tua kamu "


Angga terus saja memprovokasi nisa yang seperti nya mulai termakan hasutan nya.


" nis .. jangan dengarkan dia, mas cinta dan sayang sama kamu dan anak kita sayang "


Nisa tersenyum penuh arti pada Lexi yang kini sedang berusaha menyakinkan nya bahwa Lexi mencintai.


Nisa perlahan bangkit setelah melepaskan pelukan Lexi, Nisa berjalan mendekati Angga dan mengangkat tangannya dan langsung menampar Angga.


" INI SEMUA ADALAH SALAH KAMU "


" semua ini salah anda " ucap nisa berderai air mata.


" tapi saya bersyukur karena kehadiran anda membuat mas Lexi mengakui perasaannya pada saya " ucap Nisa penuh kebanggaan.


Nisa berbalik menatap Lexi suaminya yang dari tadi hanya diam melihat nisa yang begitu kuat menerima kenyataan yang mungkin sangat menyakitkan hatinya.


Lexi memeluk Nisa begitu erat bahkan tanpa Nisa dan Raka sadari bahwa Clara bahagia melihat Lexi yang bisa menemukan orang yang benar benar bisa menggetarkan hatinya.


Angga yang di tampar seperti itu oleh Nisa pergi meninggalkan rumah itu tanpa melihat bahkan mengingat tujuannya datang ke rumah lexi untuk apa.


" udah dong pelukannya, orangnya udah jauh " ucap Clara menyadarkan Nisa dan Lexi yang masih berpelukan.


Nisa dan Lexi melepaskan pelukan mereka dan menatap Clara yang masih saja berada di rumahnya.


" apa kamu tidak ingin pulang Clara" ucap Lexi yang tidak ingin lagi berhubungan, baik dengan Clara atau pun Angga.


" Lex tidak bisakah kamu menikahi ku, jika bukan untukku tapi untuk anak yang ada dalam kandungan ku " ucap Clara tanpa rasa malu.

__ADS_1


Tanpa di duga Lexi menarik tangan Clara secara kasar keluar dari rumahnya, sungguh Lexi hanya ingin bisa tenang dengan Nisa memulai lembaran baru dalam tali pernikahan yang diperkuat dengan kehadiran anak anak mereka.


" ini terakhir kalinya kamu datang ke rumah ini , jika sampai kamu datang lagi ke sini aku tidak akan segan segan mengusir kamu dengan kasar "


Setelah mengucapkan itu Lexi menutup pintu rumah nya bahkan Lexi mengunci rumahnya dari dalam.


Nisa yang melihat apa yang di lakukan Lexi barusan cukup membuktikan jika Lexi memang sudah berubah dan ingin memulai semuanya dari awal.


Sedangkan di kantor Arya setelah kepergian pak Doni Arya langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana bisa Naya memiliki bukti yang mungkin bisa memenjarakan Clara dan pak Doni.


" yang .. dari mana kamu dapat semua bukti bukti itu ? " tanya Arya langsung.


Naya tidak menjawab tapi Naya melihat ke arah Raka yang tentu saja membuat Arya mengerti siapa orang yang sudah mengumpulkan bukti kejahatan Clara dan pak Doni.


"kamu memang asisten yang paling bisa di andalkan "


" bulan depan beri dia bonus dua kali lipat nay" ucap Arya sambil melihat ke arah Naya.


" tapi ada satu lagi yang ingin mas tanyakan, ini soal papi.. " Arya menatap Naya dan juga Raka.


" apa yang papi lakukan pada perusahaan pak Doni sampai sampai pak doni rela datang kesini ?"


Naya dan Raka hanya tersenyum karena memang Naya dan Raka yang merencanakan semuanya untuk memberi pelajaran pada Clara dan papinya agar kedepannya tidak akan melakukan kesalahan Yang sama.


" sudah tidak usah di pikirkan apa yang papi lakukan, yang pasti papi melakukan itu dalam hal yang wajar tanpa menggunakan cara kotor atau pun menipu " ucap Naya menenangkan Arya.


" kamu semakin pintar saja sayang.. "


cup Arya mengecup bibir Naya di depan Raka tanpa rasa malu


" mass.. malu. . ada kak raka..


✍️✍️✍️ 😘😘😘sosor terus Arya ..


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2