
" coba saja anda tanya pada Clara sudah berapa banyak laki laki yang pernah tidur bersamanya ??"
Pak Doni menatap penuh marah pada pak Broto, iya merasa terhina dengan apa yang di ucapkan pak Broto tentang anaknya Clara.
" jika memang anda tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan, tanyakan saja langsung pada Clara apa dia mengenal saya ?"
Setelah mendengar itu pak Doni segera meninggalkan kantor pak Broto dengan pikiran yang memikirkan ucapan pak Broto.
' apa kamu seliar itu sayang sampai sampai untuk mengakui anak yang kamu kandung itu anak dari Angga saja pak Broto tidak percaya '
gumam pak Doni sambil mengemudikan mobilnya menuju rumah agar bisa segera menanyakan kebenaran nya.
Sedangkan Naya pak Arga dan Raka hanya bisa menatap iba pada pak Doni yang tidak bisa mendidik anak perempuan nya sendiri.
" baik lah pak Broto kami pamit, karena kesempatan sudah kita peroleh " ucap Naya sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh pak Broto.
Setelah mereka berpamitan Naya pak Arga dan Raka langsung menuju rumah papi Arga karena malam sudah semakin larut.
Arya yang sedang menunggu kedatangan papi Arga dan juga naya begitu terlihat gelisah terlebih malam sudah semakin larut.
" Ar.. kamu istirahat di dalam saja, biar mami yang nungguin Naya sama papi kamu. lagian kan Naya ngga sendiri ada papi sama Raka yang menjaga naya " belum selesai mami Nilam berbicara suara deru mobil memasuki rumah mereka.
" tuh mereka baru saja sampai" ucap mami sambil berjalan menuju pintu utama di ikuti Arya dari belakang.
" yang... " Arya langsung memeluk Naya bahkan di depan papi dan mami juga Raka.
" dia terlalu khawatir sama kamu nay " saat melihat tatapan Naya yang kebingungan dengan sikap Arya.
" Naya baik baik saja mas " ucap Naya sambil mengusap punggung Arya.
" sudah sudah ayo masuk sudah malam, Raka kamu nginep aja di sini " perintah pak Arga pada Raka.
Naya mengikuti Arya menuju kamarnya tapi disana juga ada Aya yang sedang tertidur pulas.
" maaf ya Aya tidur di sini " ucap Arya karena biasanya Aya tidur terpisah.
" kenapa harus minta maaf, Naya seneng kok Aya tidur bareng kita ... jadi kan malam ini Naya aman dari gangguan mas " ucap Naya sambil mengedipkan mata pada Arya.
__ADS_1
" sudah mulai nakal ya sekarang.. ya sudah sana bersih bersih dulu biar enak tidurnya "
Naya dan Arya tidur berpelukan melepas rindu serta ke khawatiran Arya pada Naya, sampai suara Aya membangunkan mereka berdua yang masih tidur saling memeluk.
" mah bangun .. udah pagi " ucap Aya yang baru saja bangun saat subuh tiba.
" euhh pagi sayang " ucap nay sambil melepaskan pelukan Arya meminta Aya memeluk nya.
Aya begitu senang di peluk Naya, apa lagi seharian kemarin Aya tidak melihat Naya sampai iya tertidur malam.
" Aya kangen sama mama ya.." ucap Naya yang tau Aya memeluknya erat, sedangkan Aya hanya bisa mengangguk dalam pelukan Naya.
Arya yang ikut terbangun karena panggilan Aya pada Naya hanya bisa menikmati pemandangan yang begitu membuatnya damai, tanpa aba aba Arya ikut memeluk Naya dan juga Aya dua orang yang begitu iya cintai dan sayangi
" Aya mandi dulu ya mama papa juga mau mandi masih bau acem " ucap Arya pada Aya setelah melepaskan pelukannya, Aya pun melepas pelukan nya pada mama Naya dan beranjak turun dari tempat tidur menuju kamarnya sendiri yang berada tepat di samping kamar Arya.
Setelah Aya keluar dari kamar Arya langsung turun dari tempat tidur nya tapi bukannya pergi Arya malah menarik Naya menuju kamar mandi.
" sudah sangat lama kita ngga mandi bareng sayang.." ucap Arya yang masih menarik tangan naya.
" tapi sebentar lagi subuh mas.. " Arya tersenyum pada Naya lalu mencubit hidung Naya.
Selesai mengucapkan itu Arya langsung melucuti pakaiannya sendiri berikut pakaian Naya, mereka benar benar mandi bersama bahkan dengan sangat teliti Arya menyabuni Naya setiap incinya.
Naya hanya bisa pasrah atas apa yang di lakukan Arya padanya, mungkin ini bagian dari kecintaan Arya terhadap nya dan anak mereka yang masih berada dalam kandungan nya.
Tapi lain dengan bayi yang ada dalam kandungan Naya dimana setiap Arya menyentuh perut Naya maka perut itu Naya itu akan mengikuti kemana tangan Arya berada.
" anak papa " ucap Arya sambil mengecup perut buncit Naya yang penuh dengan sabun,
Arya pun menyelesaikan ritual mandinya karena takut naya nya kedinginan.
" Aya .. mamah sama papa mana ? " tanya mami Nilam saat hanya melihat Aya yang mendekati dirinya di ruang makan.
" mamah sama papa lagi mandi " ucap Aya polos tapi jawaban Aya membuat mami Nilam hanya geleng-geleng kepala.
Tak lama Naya dan Arya pun turun dimana Naya langsung menuju ruang makan membantu mami Nilam menyiapkan sarapan mereka, sedangkan Arya berjalan ke arah papi Arga dan juga Raka di temani teh hangat.
__ADS_1
" gimana pah hasil meeting kemarin dengan pak Broto " tanya Arya yang belum tau hasilnya seperti apa.
" seperti biasa nay memang pandai mengambil titik-titik penting dari setiap lokasi disana jadi Naya dengan mudah mendapatkan kesepakatan dengan pak Broto" jelas Raka.
" oh iya pih, kemarin queen menelpon Arya " Arya sebenarnya ragu memberitahu semua ini pada papi Arga dan Raka.
" kata queen hari ini dia kembali ke Indonesia dan akan kembali menetap di sini " papi Arga hanya menatap Arya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" dan dia meminta Arya mengijinkannya untuk bisa mendekati Aya.. " papi Arga tetap diam tapi dengan senyum sinis nya.
" kata queen Ingin merasakan rasanya menjadi seorang ibu " ucap arya
" dan kamu percaya dengan semua yang di ucapkan queen pada mu??" ucap papi Arga yang sama sekali tidak percaya dengan ucapan queen.
" Arya pun ragu mengizinkan nya tapi bagaimana pun queen adalah ibu dari Aya yang punya hak atas diri Aya "
prankk
gelas yang di bawa Naya untuk Arya terlepas dari tangan Naya saat mendengar apa yang di ucapkan Arya tentang hak queen pada Aya.
" yang.. kamu kenapa ??" Arya langsung mendekat ke arah Naya memeriksa kaki Naya takut terkena pecahan gelas yang terjatuh tadi.
Naya hanya diam tidak bergerak sedikit pun membuat Raka dan papi Arga juga ikut khawatir.
" Aya pasti akan senang jika mamah kandungnya sudah bisa menerima nya dan menyayangi nya "
setelah mengucapkan itu Naya melangkah menuju kamarnya dan Arya, sedangkan Arya Raka dan papi Arga tidak menyangka reaksi yang di berikan Naya tentang ucapnya nya tadi.
" pih... Naya kenapa ??"
✍️✍️✍️ hai hai hai... maaf ya baru update akhir bulan dunia nyata sedang membutuhkan fokus lebih...
Apakah Arya bisa meyakinkan Naya jika kedatangan queen tidak akan bisa merubah apapun atau malah sebaliknya...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹