Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Izin penyatuan....


__ADS_3

" mas kamu kenapa ?" Arya langsung memeluk Naya seolah takut kehilangan.


" nay kamu ngga marah sama mas??" Naya hanya menggeleng.


" kamu juga ngga cemburu mas di deketin cewe lain?? " naya masih menggeleng.


" arrrrhhh" Arya berteriak sambil menjambak rambut nya.


" apa tidak ada sedikit pun rasa cemburu ataupun tak suka pada apa yang kamu lihat tadi nay..?" naya hanya tersenyum mendengar ucapan Arya.


" mas Maunya gimana?? Naya menatap Arya menuntut penjelasan.


" mas takut kamu marah sama mas.."


" kamu bahkan langsung pergi tanpa minta penjelasan sama mas saat di kantor tadi "


Naya hanya tersenyum dan menuntun Arya agar duduk di pinggir tempat tidur mereka


" memang dia siapa sampai nay harus marah!"


" apa dia sang mantan yang selama ini mas tunggu " Arya hanya diam tapi diamnya arya di artikan iya oleh Naya.


" jadi dia telah kembali ? "


" jadi sesuai dengan apa yang nay ucapkan beberapa hari lalu bahwa nay akan melakukan apa yang mas lakukan. mas memeluk dia nay pun akan melakukan yang sama dan jika mas melakukan hal yang lebih gila lagi jangan salahkan nay jika nay juga melakukan hal yang sama " Naya mengucapkan semua itu tanpa ada keraguan dalam ucapannya bahkan nay menatap Arya dengan yakin.


" ngga nay... percaya sama mas "


" bahkan kami tidak melakukan apapun "


" apapun ?? nay memicingkan matanya menatap Arya.


" iya nay, dia tidak seperti yang mas kenal dulu. kini queen begitu liar sampai sampai mas jadi takut "

__ADS_1


" takut ? takut ketahuan atau takut ketagihan ?? apa lagi mas tidak mendapatkan itu dari nay !" Arya langsung memeluk Naya seolah meyakinkan bahwa memang dirinya benar benar takut kehilangan nay.


" mas masih menjaga pernikahan ini, meski mas akui saat pertama melihatnya mas memeluknya tapi ucapan Raka menyadarkan mas jika kamu istri mas bukan queenza " ucap Arya masih memeluk Naya.


Naya membalas pelukan Arya saat Arya masih menjaga pernikahan mereka sedang Arya saat merasakan Naya membalas pelukannya semakin mengerat kan pelukannya.


" mas pikir kamu akan ninggalin mas dan Aya setelah melihat itu, mas tidak melakukan ciuman itu ! " nay hanya diam mendengarkan penjelasan arya.


" meninggalkan mas saat mas melakukan kesalahan seperti itu adalah hukuman yang paling ringan menurut nay " Arya melonggarkan pelukannya lalu menatap Naya.


" kalo nay marah saat itu, itu hanya akan mencoreng nama baik mas dan nay ngga mau itu "


mendengar penjelasan Naya, Arya begitu bahagia dan Arya pun membisikan sesuatu


" mungkin ini terlalu cepat tapi mas merasa nyaman saat kita bersama bahkan mas sangat takut kamu akan ninggalin mas, apa ini yang namanya cinta nay.. " tanpa menjawab Naya kembali memeluk Arya namun tak lama nay pun mengucapkan sesuatu yang membuat Arya semakin bahagia


"naya juga merasakan apa yang mas rasakan" mendengar ucapan Naya Arya merenggangkan pelukan mereka dan Arya menatap naya begitu intens tak lama tangan Arya terulur membelai pipi Naya yang mendadak berubah kemerahan.


Arya semakin menatap Naya tapi Naya malah menunduk, Arya mengangkat dagu Naya agar menatap nya dan tangan kanan Arya terulur memegang tengkuk Naya.


seolah mendapat lampu hijau dari Naya karena tidak ada penolakan, Arya semakin memberanikan diri memperdalam ci uman nya melu mat bi bir Naya tapi Naya masih menutup rapat mulutnya tanpa membalas perlakuan Arya.


Arya melepaskan sejenak tautan bi bir mereka


" nay balas ci uman mas jika kamu mengijinkan mas melakukan kewajiban mas sebagai suami "


" balas ?? balas seperti apa ??" Arya menepuk keningnya mendengar kepolosan Naya.


" gini deh.. jika kamu mengijinkan mas menjadi suami kamu seutuhnya saat mas menci ummu buka sedikit mu mulutnya ok " Naya hanya mengangguk meski tidak mengerti dengan arahan Arya.


Arya mencoba men cium Naya kembali, bahkan langsung melu mat bi bir Naya sambil menunggu keputusan Naya. Naya mulai membuka sedikit bi birnya namun apa yang di lakukan Arya membuat Naya melebarkan matanya, Arya mema sukan Indra perasa nya dan mulai mengekspor rongga mulut Naya.


" nay napas.." Arya melepaskan ci umannya saat melihat Naya yang seperti kehabisan nafas, mendengar Arya mengatakan itu Naya malah memeluk Arya.

__ADS_1


Arya mengulangi ci uman nya bahkan kini Arya mendorong Naya agar terlentang di tempat tidur tanpa melepaskan ci umannya, membuat tubuh Arya berada di atas Naya.


Arya melepaskan ciuman nya dan menatap Naya yang berada di bawahnya seolah meminta izin, Naya malah tersenyum dan mengangguk.


Arya mencium kening Naya lalu menciumi setiap jengkal wajah Naya, setelah puas dengan wajah Naya Arya mulai menelusuri leher jenjang Naya sedang tangan Arya mulai membuka seluruh kancing baju yang Naya pakai dan muncullah sesuai yang pernah Arya lihat meski hanya sekilas bahkan hanya atasnya saja.


Arya menatap dua bukit yang tidak terlihat seperti bukit bahkan lebih mirip gunung dengan puncak kecil kemerahan setalah melepaskan penyangga bukit yang Naya pakai.


" mas.. nay malu... jangan di lihat " Naya mencoba menutupi dengan menyilangkan kedua tangannya, tapi Arya menarik tangan Naya yang tadi menghalangi pandangan nya.


" ngga usah malu ok " Arya lalu menci umi bukit yang seperti gunung itu secara bergantian bahkan tak segan Arya menj* lati bahkan menghi sap puncak kecil kemerahan yang mulai mengeras pertanda Naya sudah mulai terang sang dengan sentuhan nya.


lolos sudah ******* pertama naya akibat ulah dari Arya pada tubuhnya. mendengar suara desa Han Naya, Arya semakin bersemangat untuk mengeksplor apa yang ada di hadapannya. tak segan Arya memberikan tanda cinta ci tubuh nya.


saat dirasa Naya telah siap Arya membuka kemeja kerjanya dan membuka celana kerja nya hingga menyisakan boxer yang bahkan kalah oleh tonggak yang sudah tegak berdiri andai Arya melepaskan nya.


Naya yang melihat sesuatu yang menyembul di balik boxer Arya menelan ludahnya


" tenang sayang.. dia akan jinak saat sudah masuk ke lembah mu " Arya melanjutkan aksinya membuka rok bawah yang nay pakai sehingga tampak segitiga Bermuda berwarna hitam berenda.


" mas... " Arya melihat Naya yang sepertinya takut.


" mas janji akan pelan ok " Naya hanya mengangguk. Arya pun menarik segitiga Bermuda milik nay dan kini terlihat hutan belantara yang begitu indah di mata Arya di mana di dalam nya terdapat lembah penuh kenikmatan milik tongkat ajaib nya.


Arya pun melepaskan boxer yang menutupi tongkat ajaib yang langsung membuat tongkat itu berdiri tegak.


lanjutkan sendirinya adegan nya bebas sesuai khayalan para pembaca aja, Arya sama Naya nya malu kalo di ceritain di sini sore pertama mereka bukan malam pertama ya...🤭😜😜


✍️✍️✍️ huh... sampe bingung nulisnya mudah mudahan lulus review


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2