
Naya benar benar menjalankan apa yang menjadi tekadnya untuk bisa membuat Arya mencintainya dan melupakan cinta pertamanya,
semua itu Naya lakukan bukan untuk menang dari Clara tapi agar ada keberkahan dalam rumah tangganya bersama Arya. karena Naya yakin Allah akan selalu menyertai kita yang memang berada di jalannya.
Seperti pagi ini saat Naya terbangun dirinya masih berada dalam pelukan Arya walaupun posisinya tidak seperti saat akan tidur tapi tetap Arya memeluk nya erat.
Naya menatap Arya yang masih terpejam karena memang jam masih menunjukkan pukul empat pagi, Naya memandang wajah laki laki yang sudah tiga hari ini jadi suaminya.
' mas sebenarnya apa yang membuatmu susah untuk melupakannya, jika di lihat dari segi pandanganku dia itu pribadi yang egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri bahkan di saat Aya masih sangat membutuhkannya tidak membuatnya tetap tinggal disamping mu bersama Aya....' gumam Naya dalam hati.
saat Naya masih asik dalam lamunan nya, Arya yang juga bangun tak lama dari nay Bagun hanya diam seolah dirinya masih tertidur dan.
cup. ... Arya mengecup bibir mungil Naya membuat kesadaran Naya langsung kembali dan menutup bibirnya dengan sebelah tangannya.
" mas... ih ... nay baru bangun.." Naya langsung bangun dari tidurnya dan mulai berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar itu. Arya yang melihat hanya tersenyum samar.
Arya menyandarkan tubuhnya di headboard tempat tidur nya, Arya merasakan kenyamanan dalam tidurnya tadi malam saat dirinya memeluk Naya.
' jika kamu seperti ini terus bagaimana mungkin aku tidak luluh nay... aku akan mengikuti kemana takdir akan membawa kita... dan jika memang suatu saat queenza hadir di antara kita biar lah hati ini yang memilih kemana cinta dan hati ini akan berlabuh... tapi aku juga akan berusaha membuat kamu bahagia juga nay ' ucap Arya dalam hati.
Sampai Arya tidak sadar Naya sudah ada di samping tempat tidur dimana dirinya sedang duduk .
" mas...??" Naya mencoba memanggil Arya
" mas... ih.. pagi pagi udah ngelamun mikirin apa sih..." Naya memegang pundak Arya.
" nay..!! sejak kapan kamu di situ??" ucap Arya kaget.
" sejak mas bilang cinta sama nay.." Naya berbohong untuk tau apa yang di pikirkan Arya
__ADS_1
" masa sih..??? perasaan mas lagi mikirin akan kemana takdir membawa kita " Naya tersenyum karena Arya yang terjebak dalam permainan katanya.
" mas... takdir itu sudah di tentukan, kita hanya bisa menjalani apa yang ada di hadapan kita dengan sangat baik karena sebesar apapun kita menahan seseorang jika memang dia bukan takdir kita maka dia tidak akan bersama kita, dan selama apapun kita menunggu dia tetap tidak akan kembali jika memang takdirnya tidak kembali..."
" jangan menunggu seseorang yang entah dia akan kembali pada kita atau tidak. jangan sampai kita menyia-nyiakan orang yang selalu ada bahkan begitu perhatian pada kita untuk orang yang bahkan tidak memikirkan kita. karena akan ada masa dimana orang yang selalu bersama kita merasa lelah dan memilih untuk mundur. .."
" jika itu sudah terjadi maka kamu sudah kehilangan orang yang benar benar tulus mencintai dan menyayangi mu.." setelah mengucapkan semua itu Naya melangkah keluar menuju kamar Aya, untuk melihat keadaan putri kecil nya.
Arya hanya diam tertegun dengan pemikiran Naya yang begitu dewasa bahkan Naya sangat pandai memainkan kata agar bisa mengetahui apa yang kita pikirkan, tapi memang semua yang Naya ucapkan memang benar adanya.
Arya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum memulai aktivitasnya. setelah dirasa sudah selesai, Arya keluar dari kamar dan melihat Aya yang baru saja terbangun dari tidur nya.
" pagi.. sayang... Aya baru bangun??? "
" pah, mamah mana ?? " Aya tidak melihat mamah sambung nya langsung bertanya pada Arya.
" mamah kayaknya ke dapur... mau papa bantu bersihin diri Aya..?? " Aya hanya menggeleng.
" ya sudah papah tinggal ke bawah ya sayang ..!!" Arya langsung meninggalkan aya agar bisa segera membersihkan dirinya.
Arya berjalan mencari Naya sampai ke dapur namun yang iya lihat Naya begitu cantik dengan Appron yang menempel ditubuhnya dengan rambut yang nay ikat tinggi sehingga menampilkan leher jenjang Naya, membuat dada Arya berdebar seperti orang yang baru saja lari maraton.
Tanpa sadar Arya berjalan menuju Naya dan mulai melingkar kan tangannya di perut Naya dengan dagu yang Arya tempelkan di pundak Naya, dan tentu saja membuat naya sontak saja merasa kaget.
" mas... jangan seperti ini malu sama bi mur... tunggu di meja makan ya... sebentar lagi sarapannya matang.." ya Naya sedang menyiapkan makanan favorit Arya seperti saat dirumah mami Nilam.
" yang masak apa?? " tanya Arya masih dalam posisi yang sama seperti tadi.
" nay masak nasi goreng sama ayam rica rica kesukaan mas..." Arya melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh Naya agar menghadap padanya.
__ADS_1
" nay..."
" iya Naya tau dari mami, kalo mas paling suka sarapan nasi goreng tapi lauknya ayam rica-rica " Arya tersenyum kecut karena Naya tidak tau kenapa Arya suka sama masakan itu bahkan mami nya sendiri pun tidak tau alasannya
" nay besok kalo mau bikin sarapan nasi goreng sama telur ceplok aja ya...!!" Naya menatap bingung pada Arya
" kenapa mas... apa mas cuma mau masakan ayam rica rica buatan mami aja ya... atau ada cerita di balik ayam rica rica???" Naya mulai curiga dengan perubahan Arya dan tebakan Naya benar adanya.
" ayam rica rica itu kenangan mas sama queenza... " ucap Arya ragu ragu.
" oh.." hanya itu jawaban yang nay berikan dan dirinya melanjutkan acara masaknya yang sebentar lagi selesai.
" udah yu sarapan, tuh lihat Aya sudah duduk dari tadi di meja makan sambil liatin papinya yang gangguin mamahnya masak " Arya hanya mengikuti langkah Naya menuju meja makan.
" ayo mas dimakan ayamnya mungkin tidak seenak buatannya tapi setidaknya masih bisa di makan sama nasi goreng, lagian kita tidak boleh membuang buang makanan.." Arya mulai mencicipi masakan Naya bahkan ayam rica-rica nya pun Arya makan.
Arya melebarkan matanya kala merasakan masakan Naya yang begitu lezat bahkan ini jauh lebih enak dari yang queenza dan mami nya buat.
Arya menikmati sarapan pagi dengan masakan istrinya, Arya makan dengan lahap bahkan ayam rica rica yang Naya bikin hampir di habiskan Arya.
" mas suka sama ayam rica-rica nya atau makan sambil mengenang masa lalu sampai sampai begitu lahap..???"
uhuukkkk uhuukkkk
✍️✍️✍️ awas Arya keselek tulang ayam ... lagian masak makan sama anak istri yang di inget mantan?? 😒😒😡
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹