
Dengan drama kehidupan dan drama rumah tangga yang di lewati Naya selama kehamilan dan juga drama ngidam saat memasuki trimester ketiga membuat semua usaha Naya untuk menjadi seorang ibu terbayar sudah.
Naya berhasil melahirkan bayi laki laki secara normal seperti harapannya dengan berat dan tubuh yang cukup dan sempurna, wajah bayi laki laki Naya sangat mirip dengan Arya hanya mata nya saja yang mirip dengan Naya.
" sayang.. terima kasih karena telah melahirkan jagoan untuk mas " ucap Arya sambil mencium kening Naya saat setelah berhasil melahirkan anak buah cinta mereka.
Naya hanya tersenyum mendengar semua ucapan Arya, karena sesungguhnya iya sudah sangat kelelahan akibat perjuangannya tadi.
" mama " Aya yang baru saja di perbolehkan masuk setelah Naya di pindahkan dari ruang bersalin menjadi ruang inap langsung memeluk naya begitu erat.
" hei sayang .. kenapa ?" tanya Naya yang heran melihat Aya yang tiba tiba saja memeluknya bahkan Isakan kecil terdengar di telinga Naya.
Aya hanya menggeleng tanpa melepaskan Pelukannya, Naya pun menatap ibu dan juga mami ya Seolah meminta penjelasan ada apa dengan Aya.
" Aya sayang sama mama" ucap Aya lirih.
" mama masih sayang kan sama Aya walaupun mama juga punya anak sendiri ?
" Aya janji ngga akan nakal dan bakalan sayang sama debay ( Dede bayi ) " ucap Aya yang tiba tiba saja jadi melow.
Arya hendak berjalan mendekati tempat tidur naya tapi Naya mengangkat tangannya sebagai isyarat jika Arya tidak usah mendekat.
"memang siapa yang bilang kalo mamah ngga akan sayang lagi sama Aya kalo debay ini lahir.
" memang kata siap Aya nakal ?" ucap nay yang mulai menebak arah pikiran Aya saat ini.
" Aya dengerin mama ok."
" Aya akan selalu jadi anak kesayangan mama dan juga papa " ucap Naya sambil mengusap air mata di pipi aya yang mengalir.
" dan juga " Bu Kiran menghentikan ucapannya sambil menatap wajah Aya yang masih terlihat sendu.
" Aya tau jika adik Aya itu seorang jagoan yang akan melindungi dan menjadi Naya dan juga adik adik Naya nanti "
" jadi Aya ngga boleh sedih . nanti debay nya sedih karena liat kakaknya sedih " ucap Naya menjelaskan
__ADS_1
Aya menatap mamah Naya yang memang begitu menyayangi nya dan juga papa Arya yang kini berjalan mendekati Naya dan juga Aya.
" mama dan papa akan selalu sayang sama Aya " ucap arya sambil memeluk dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
" selamat ya nay " ucap papi dan mami berbarengan di ikuti ucapan selamat dari bapak dan ibu Naya.
" sekarang tanggung jawabmu semakin bertambah Arya dan kamu harus bisa membahagiakan mereka semua, terlebih Naya yang telah begitu banyak berjuang untuk mu dan juga untuk Aya " papi Arga mengingatkan anak semata wayangnya.
Arya tiba tiba saja memeluk mami dan papinya yang telah begitu sabar dalam mendidik dan juga menasehati nya bahkan saat iya terpuruk pun papi dan mami nya selalu ada.
" makasih ya mi.. Pi.. karena sudah mau merawat dan mendidik Arya dengan sangat baik, insyaallah Arya akan mendidik anak anak Arya agar menjadi pribadi yang akan lebih baik dari Arya " ucapnya setelah Arya melepaskan pelukannya.
Sedangkan pak Dimas hanya bisa menepuk pundak Arga dan berlalu mendekat ke arah Naya dan juga Aya dua ikuti Bu Hera.
" Aya mau duduk di atas ?" tanya Bu hera saat sudah dekat di tempat tidur Naya.
Aya hanya menggeleng karena takut melukai mamahnya yang baru saja melahirkan. dan tak lama seorang suster pun mendorong kereta kecil yang membawa debay yang sudah mereka tunggu tunggu.
Bukan hanya Aya yang sangat antusias ingin melihat adik bayinya tapi juga kedua orang tua Naya dan juga Arya dimana mereka berebut untuk bisa menggendong nya.
" pah .. " suara Aya mengalih kan perhatian semuanya yang sedang berebut debay.
Papi dan mami Arya hany bisa diam karena memang saat Aya lahir jangan kan ingin menggendong, menunggu Aya lahir saja tidak.
Naya yang bisa membayangkan situasi saat Aya lahir hanya bisa menarik Aya agar naik ke atas tempat tidur nya, Arya yang melihat itu segera membantu Aya untuk bisa naik.
" jangan memikirkan sesuatu yang bisa membuat Aya sedih.. yang penting sekarang semua yang ada di sini sayang sama Aya "
" iya kan mih.. pih.." ucap Naya sambil melihat ke arah mami dan papi Arya.
" iya .. sayang mami dan papi sayang kok sama Aya .. jadi jangan pikir macam macam ya " ucap mami Nilam sambil mendekat ke arah Aya.
Aya mencoba tersenyum dan kembali ceria bahkan kini Aya mencoba mendekati debay yang sedang di gendong papanya.
" mas.. ada yang telpon " ucap Naya memberitahu karena handphone Arya yang bergetar dan berkedip kedip.
__ADS_1
Arya menyerahkan jagoan kecilnya pada sang mami yang memang berada di dekatnya dan mulai mengambil handphone yang masih bergetar.
Tapi dahi Arya berkerut karena yang menghubunginya adalah Clara, karena sudah lebih dari empat bulan Clara tidak menghubungi nya atau pun mengganggu nya.
Meski ragu Arya tetap mengangkat sambungan telepon dari Clara agar tau apa yang di inginkan Clara kali ini.
π" halo " ucap Arya
π" halo Arya apa kabar ?" tanya Clara karena memang sudah sangat lama Clara tidak menghubungi Arya.
π" aku baik, langsung saja ada apa kamu menelpon ku ? " tanya Arya langsung
Clara hanya diam mengingat satu jam lalu saat dirinya masih berada di hotel lekra
Satu jam sebelum Clara menelpon Arya
Ya saat ini Clara sedang berada di sebuah hotel dimana Clara sedang menemani Angga untuk menghadiri suatu acara.
Ya Clara akhirnya menikah dengan Angga meski secara siri, dan semenjak menikah Clara tinggal di rumah Angga bersama sang ibu yang tak lain adalah istri kedua pak Broto.
Tapi selama menikah dengan Angga pak Broto tidak pernah terlihat mendatangi rumah Angga. hingga saat clara dan Angga sedang pergi ke suatu acara di hotel Lekra dimana dia melihat queen yang sedang menggandeng mesra pak Broto.
" ga.. kenapa ayah mu datang ke sini tidak dengan ibumu malah dengan dia ?" tunjuk Clara pada queen dan pak Broto.
" dia queen istri ketiga ayah " ucap Angga cuek karena memang Angga tidak mengetahui jika Clara dan queen dulu pernah bersahabat.
Clara menatap tak percaya pada apa yang di ucapkan Angga, jika Queen secara tidak langsung menjadi ibu mertuanya juga.
Pak Broto yang melihat Angga dan juga Clara berjalan mendekati mereka sekedar menyapa agar terlihat seperti keluarga rukun pada umumnya sedangkan Clara sudah tau dari tadi Clara dan Angga ada di acara ini juga hanya diam mengikuti suami ( tuanyaπ€ππ )
" hai Clara .."
βοΈβοΈβοΈ hai hai hai.. maaf ya update nya LG ngga teratur.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
Love you moreeeee πππΉ