Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Kebimbangan Aya


__ADS_3

Aya dan pak Fadhly baru saja tiba di rumah papa arya, dimana mama Naya dan juga kala sudah menunggu mereka di teras sejak setengah jam yang lalu.


" kak .." kala dan mama Naya mendekati Aya yang di papah oleh pak Arya.


Mama Naya dan juga kala langsung mengambil alih Aya dari pak Fadhly, tanpa banyak bertanya mereka langsung membawa Aya menuju kamarnya sedangkan pak Fadhly menunggu ibu dan juga adik Aya yang mengantarkan Aya ke kamarnya.


" pak.. kakak kenapa ?" tanya kala setelah duduk di hadapan wali kelas kalanya.


" tadi Aya pingsan saat pulang sekolah dan juga tadi saya sempat membawa Aya ke rumah sakit tapi Aya tidak mau di rawat "


setelah mengucapkan itu pak Fadhly pun mengeluarkan bungkusan obat aya dari dalam tas kerjanya yang langsung di ambil oleh Aya.


" terima kasih karena sudah menjaga dan juga mengantarkan kak Aya ke rumah "


Pak Fadhly yang mengerti dengan maksud kala pun memilih pamit karena mungkin kala belum bisa percaya pada dirinya.


" baik lah saya pamit, salam untuk kedua orang tua kamu " kala hanya mengangguk tanpa mengucapkan apapun.


Pak Fadhly pun pergi meninggalkan rumah Aya menuju ke rumah ibunya sesuai janjinya pada senja yang akan menjemput nya setelah pulang mengajar.


Seperti itu lah Kalandra, dia akan berubah lebih dewasa dari usianya terlebih jika itu semua berhubungan Aya kakaknya.


" de.. pak Fadhly kemana ?" tanya mama Naya pada kala yang masih duduk sambil melihat bungkusan obat yang di berikan guru kakaknya.


" pulang.. " ucap kala singkat sambil memberikan bungkusan itu pada mama nya.


Naya hanya geleng-geleng kepala melihat kala yang terlalu protektif pada kakaknya sama seperti papah nya.


" sebenarnya yang jadi kakaknya tuh siapa sih ?" gumam Naya sambil melihat kala yang memasuki kamarnya.


Semenjak hari itu pak Fadhly hanya bisa memperhatikan Aya dari jauh sembari memantapkan hatinya jika memang Aya tidak menjawab apa yang pernah iya utarakan.


Bahkan pak Fadhly terus memberikan pengertian pada senja yang terus meminta untuk bisa bertemu dengan Aya.


" sayang.. Kaka Aya nya lagi sibuk sekolah " senja yang mendengar ayahnya memanggil Aya dengan sebutan kakak langsung meralatnya.

__ADS_1


" bunda ayah .. " senja meralat panggilan ayahnya untuk Aya.


" apa memang senja tidak boleh memiliki bunda ya " ucap senja sedih sambil berlari menuju kamarnya.


' jangan mengharap sesuatu yang tidak pasti sayang.. padahal sebelum kamu bertemu Aya kamu masih bisa bahagia meski cuma punya ayah.. kenapa sekarang jadi seperti ini ' gumam pak Fadhly yang hanya membiarkan senja mengeluarkan kesedihan hatinya.


Tak lama pak Fadhly pun menghampiri senja yang masih saja mengeluarkan air matanya.


" sayang.. kamu harus ngerti jika setiap yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan " senja menatap ayahnya yang juga terlihat tidak baik baik saja.


" sebelum senja ketemu kak Aya kita baik baik saja, bahkan kita bisa bahagia meski tanpa kehadiran bunda di antara kita "


senja pun memeluk ayahnya yang memang berkata benar, jika kita tidak bisa memaksakan keinginan kita terhadap orang lain.


" yang penting senja jangan lupa berdoa sama Allah SWT untuk bisa memberikan bunda yang sayang sama senja dan juga ayah" ucap pak Fadhly menasehati anaknya.


Karena hari ini adalah hari terakhir dirinya memberikan waktu pada Aya tentang pertanyaan yang pernah iya sampaikan dulu pada Aya.


Pak Fadhly tak ingin berharap terlalu jauh pada Aya, karena iya tau status dan juga umur mereka yang terpaut sepuluh tahun membuat pak Fadhly yakin jika Aya akan menolaknya untuk bisa menjadi istri sekaligus bunda buat senja.


" kala perasaan Aya gimana ?" tanya mama Naya karena sejak Aya mulai bercerita terlihat raut tak tenang di wajah Aya.


" Aya ngga tau mah.. tapi yang Aya pikirkan itu senja " ucap Aya menyampaikan apa yang sedang di pikiran olehnya.


" saat Aya melihat senja itu seperti melihat Aya waktu kecil, tapi melihat pak Fadhly Aya ngga yakin jika Aya bisa mencintai pak Fadhly"


Papa Arya dan mama Naya saling menatap seolah mengerti dengan apa yang di pikirkan Aya. akhirnya papa Arya pun mengambil keputusan yang mungkin akan merubah kehidupan putrinya kedepannya.


" kamu coba hubungi pak Fadhly tapi nanti papa yang akan bicara padanya " Aya pun melakukan apa yang di perintahkan ayahnya untuk menghubungi pak Fadhly.


Dengan hati yang berdegup kencang Aya pun mulai memencet nomor handphone wali kelasnya. dan tak butuh waktu lama sambungan itu pun terangkat dan terdengar suara yang seminggu ini membuat Aya dag Dig dug tak tenang.


πŸ“ž" halo .. pak " ucap Aya gugup dan itu terlihat oleh apa dan mama Aya, papa Arya pun mengulurkan tangannya dan mengambil handphone yang masih tertempel di telinga Aya.


πŸ“ž" halo ay..." belum selesai pak Fadhly berbicara suara papa Aya mengehentikan pak Fadhly yang ingin menanyakan kabar Aya.

__ADS_1


πŸ“ž" halo selamat sore pak Fadhly " ucap papa Arya.


πŸ“ž" sore pak .. " entah kenapa mendengar suara papanya Aya membuat hati pak Fadhly mendadak dah Dig dug memikirkan Apa yang membuat pak Arya menghubungi nya.


πŸ“ž" ada yang ingin saya sampaikan.. bisa bapak datang ke rumah sekarang ?" ucap papa Arya to the points.


πŸ“ž" baik pak.. tapi saya antar senja dulu ke rumah ibu saya, mungkin sekitar jam delapan malam saya baru bisa ke rumah bapak " ucap pak Fadhly mencoba berfikir positif.


πŸ“ž" ajak saja senja ke sini dia kan bisa main sama kala adik dari Aya " ucap papa Arya yang tentunya membuat pak Fadhly semakin tak tenang.


πŸ“ž" baik saya akan segera ke sana "


setelah mendengar jawaban dari pak Fadhly, papa Arya pun memutuskan sambungan telepon nya dan memberikannya lagi pada Aya.


" Aya percaya sama papa dan mama ?" tanya papa Arya sambil menatap putrinya yang seperti nya sedang melamun.


" iya pah " jawab Aya setelah di senggol pundaknya oleh mama Naya.


" Aya percayakan sama papa ?" ucap papa Arya mengulang pertanyaan nya, Aya hanya mengangguk karena tidak akan mungkin papa dan mamanya akan melakukan hal yang buruk pada nya.


" ya sudah sana kamu siap siap.. bentar lagi senja sama ayahnya akan datang ke sini "


Mama Naya pun bangkit dan menuntun Aya menuju kamarnya menyuruh Aya mandi sedangkan mama Naya mempersiapkan pakaian yang akan Aya gunakan di malam ini.


" ternyata putri mama sudah sangat besar " ucap Naya sambil melihat Poto Aya yang terletak di meja belajar Aya.


" semoga apa yang di putuskan untuk kamu memang yang terbaik "


✍️✍️✍️kira kira keputusan apa yang akan di ambil papa Arya untuk Aya...πŸ€”πŸ€”


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2