Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Pasrah atau Berjuang...


__ADS_3

Menunggu bagi sebagian orang adalah hal yang sangat melelahkan, tapi tidak bagi Aya dimana menunggu kedatangan pak Fadhly dan juga Aya seolah memacu adrenalin nya. dimana hatinya dah Dig dug tak menentu.


" kak.. " kala yang melihat raut kekhawatiran di wajah kakaknya pun mencoba membuat kakaknya tenang.


kala menuntun Aya untuk duduk di sampingnya dan yang sedang menonton film kesukaan nya.


" kak jika nanti ayah menyuruh Kaka untuk nikah sama pak guru gimana ?" kala mengucapkan itu tapi matanya masih terfokus pada film di hadapannya.


Aya menatap sejenak pada adik ya yang terlihat serius menonton televisi dan kembali menggenggam handphone nya menunggu kabar dari pak Fadhly tapi sampai saat ini masih belum memberi kabar padanya.


" nanti kala panggil Kaka Bu guru " ucap kala lagi.


plak..


Aya memukul paha kala yang terus menggodanya.


" kak sakit ih... tar kala bilang sama pak guru kalo harus hati hati sama Kaka " ucap kala sambil mengusap pahanya sedangkan Aya memilih pergi meninggalkan Aya dan kembali ke kamarnya.


Tak lama terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah Aya, Aya hanya mengintip dari balik jendela yang sudah di pastikan jika memang yang datang itu pak Fadhly dan juga senja. gadis kecil yang secara tidak langsung menjadi jalannya menemukan jodoh.


Ting tong..


pak Fadhly pun memencet bel rumah Aya karena pintu ruang Aya yang tertutup rapat, tak lama pintu pun di buka oleh bi jum yang mempersilahkan tamunya untuk duduk sedangkan bi Jum langsung memanggil pak Arya dan juga Bu Naya.


" pak tamunya sudah datang " bi Jum memberi tahu setelah menemukan pak Arya yang baru saj keluar dari kamarnya bersama Naya.


" bi tolong kasih tau Aya, suruh ke depan ya.. sekalian buatkan minum dan bawa juga camilan yang baru saya buat tadi " bi Jum hanya mengangguk dan langsung menjalankan perintah nyonya rumah.


Setelah mengucapkan itu Naya pun kembali mengikuti suaminya untuk bertemu dengan tamu yang sengaja mereka undang ke rumah.


" selamat malam pak " pak Fadhly dan juga senja langsung menyalami pak Arya dan juga Bu Naya.


" hai sayang lama ngga ketemu " ucap Naya sambil menarik senja ke pelukan nya.

__ADS_1


" Oma .. senja masih bolehkan manggil Oma ?" meski ragu senja memberanikan diri menatap mama Naya.


Sedangkan Naya yang mendengar itu langsung menatap pak Fadhly ayah senja, entah apa yang di sampaikan pak Fadhly pada senja sampai senja berpikir seperti itu.


" sampai kapan pun senja boleh manggil Oma dengan sebutan Oma, opa juga ngga bakal keberatan kok.. iya kan opa " ucap Naya pada suaminya.


" iya opa ngga keberatan sama sekali, selagi itu bisa buat senja bahagia " ucap papa Arya sambil membelai lembut rambut senja.


" kala.. " papa Arya memanggil putra satu satunya.


" iya pah.. " kala pun berjalan mendekati pak Fadhly dan juga senja lalu bersalaman.


" tolong ajak senja main ada yang harus papa dan mama bicarakan dengan pak Fadhly dan tolong panggil kakak kamu untuk ke sini " kala pun mengajak senja untuk mengikutinya dan juga memanggil kakaknya yang memang sedang berjalan ke arahnya.


" hai sayang " sapa Aya pada senja tapi senja malah memeluknya begitu erat setelah Aya mensejajarkan tubuhnya dengan senja.


Aya yang tau jika senja merindukan nya pun membalas pelukan senja tak kalah erat.


" ay sini duduk " ucap mama Naya menuntun Aya agar duduk di antara dirinya dan juga papanya.


Pak Fadhly menatap Aya yang terlihat sangat cantik hari ini, bahkan desiran di hatinya semakin terasa saat melihat Aya, sedangkan Aya yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan wajahnya tak berani menatap guru.


" ehhmm.. " suara papa Arya menyadarkan pak Fadhly akan tatapan nya yang begitu intens terhadap Aya.


" maaf pak .. Bu.. " ucap pak Fadhly merasa tidak enak hati.


" tidak apa apa saya memaklumi " ucap papa Arya.


" begini pak Fadhly " ucap papa Arya serius.


" saya mendengar dari Aya apa yang anda minta dari Aya satu Minggu lalu " papa Arya melihat pak Fadhly yang berusaha terlihat tenang di hadapannya.


" iya pak..maaf jika saya lancang berani meminta Aya untuk bisa menjadi istri dan ibu untuk senja, padahal usia Aya masih sangat muda bahkan langkah Aya juga masih sangat panjang dan jauh kedepan " pak Fadhly berbicara seperti itu sembari menatap Aya yang masih terlihat menundukkan wajahnya.

__ADS_1


" laku apa yang akan anda lakukan jika Aya tidak memberi kabar hari ini ?" ucap papa Arya ingin mengetes sejauh mana usahanya untuk mendapatkan Aya.


" saya dan senja sudah menyiapkan diri dengan apapun keputusan yang Aya ambil, Karena saya sadar saya tidak bisa memaksakan kehendak saya pada Aya "


Aya yang mendengar ucapan pak Fadhly memberikan diri menatap pak Fadhly yang terlihat lebih pasrah dengan keputusan yang akan iya ambil.


" saya tau sebagai orang tua banyak pertimbangan yang akan bapak ibu ambil terlebih kriteria calon menantu idaman untuk Aya putri kalian satu satunya " pak Fadhly mencoba menarik nafas entah kenapa terasa sangat berat merelakan Aya.


" mungkin selain dari status saya yang seorang duda beranak satu usia saya dan Aya juga terpaut hampir sebelas tahun akan sangat berat melepaskan Aya untuk saya "


Aya yang sudah tak tahan mendengar pak Fadhly yang begitu merendahkan dirinya sendiri pun akhirnya angkat bicara.


" pak.. kenapa bapak bicara seperti itu ?" tanya Aya langsung menatap pak Fadhly dengan tatapan tajamnya.


" katanya bapak akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan saya, tau kenapa bapak seolah menyerah dan tak ingin memperjuangkan saya " ucap Aya tanpa sadar air mata nya tiba tiba saja mengalir.


"kalo memang bapak sudah mau menyerah lalu untuk apa bapak datang ke rumah ini " ucap Aya semakin emosi karena pak Fadhly malah diam tanpa berkata atau menghentikan nya.


Papa Arya dan juga mama Naya tersenyum mendengar ungkapan hati Aya yang seolah tidak rela jika pak Fadhly mundur.


" ay.. saya hanya tidak ingin kamu terpaksa menerima saya dan juga senja, karena rumah tangga itu tidak akan berjalan dengan baik jika salah satunya merasa terpaksa " pak Fadhly mencoba menjelaskan apa yang ada dalam pikiran nya.


" kalo Aya tidak merasa keberatan apa bapak juga akan tetap menyerah ?" Aya pun beranjak dari duduknya meninggalkan papa mamanya dan juga pak Fadhly tentunya.


Pak Fadhly yang melihat Aya pergi ingin sekali mengejar Bahkan tubuhnya pun sudah berdiri tapi iya hentikan karena merasa tidak enak pada orang tua Aya.


✍️✍️✍️ kira kira apa yang akan di lakukan pak Fadhly dan juga papa Arya 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2