
" kangen... pengen..." ucap Arya tanpa rasa malu
" emang bisa ..." tanya Naya dengan tatapan menggoda.
Arya langsung mendorong naya dan menyatukan kembali bibir mereka berdua bahkan kini Indra perasa Naya ikut bermain seolah tak mau kalah dari Arya.
Nafas keduanya pun memburu bahkan tangan Arya sudah berpindah membuka kancing depan pakaian Naya, namun baru saja dia buah kancing yang terbuka pintu kamar Arya ada yang mengetuk sari luar.
" Arya.. Naya .. apa pak Dimas dan Bu Hera " ucap mami Nilam setelah naya membuka pintu tapi Naya lupa untuk menutup dulu kedua kancing bajunya.
" nay bilang sama Arya ini masih siang, kalo mau bikin kuping nanti malam aja biar ngga ada yang gangguin " goda mami Nilam yang tentu saja menyadarkan Naya akan pakaian nya yang acak acakan.
mami Nilam pun membenarkan kancing baju Naya sambil tersenyum simpul.
" tidak usah malu, mami juga pernah muda dan mami mengerti tapi ingatkan Arya jika kamu sedang hamil muda jangan main terlalu kasar ya " bluss sontak saja wajah Naya memerah mendengar mami mertuanya berbicara seperti itu.
" mau keluar atau pak Dimas yang datang ke kamar kalian " ucap mami nilam
" di luar aja mih " ucap Naya dan setelah itu mami Nilam pun pergi untuk menemui besannya. Naya langsung masuk ke kamarnya dan Arya yang langsung di tarik Arya dan otomatis jatuh tepat di tubuh Arya.
" mas ada bapak sama ibu baru datang dan Naya sudah bilang jika kita yang akan menemuinya di depan " ucap Naya sambil bangun dari tubuh Arya dan di hadiahi kecupan manis di pipi Arya.
" ayo " ucap Arya sambil bangun di atas tempat tidur nya.
Arya mencoba berpindah sendiri ke kursi roda tapi usaha Arya tidak membuahkan hasil bahkan dirinya hampir terjatuh jika saja Naya tidak berada di dekatnya dan berhasil menahannya.
" hati hati mas jangan terlalu memaksakan diri, yang penting kamu yakin kamu pasti sembuh hanya tinggal menunggu waktu " ucap Naya mencoba menenangkan Arya yang terlihat murung karena usahanya yang gagal.
Arya pun akhirnya di bantu naya berpindah ke kursi roda yang langsung di dorong oleh Naya menuju ruang keluarga dimana papi mami bapak dan ibunya sedang berkumpul.
" pak Bu.. " sapa Arya pada kedua mertuanya yang langsung mendapat anggukan dari kedua orang tua Naya.
" mih Aya mana ? " tanya Naya karena tidak melihat Aya di sana.
" Aya tidur siang " jawab mami Nilam.
" pih besok Arya sudah masuk kerja lagi, kasihan Raka yang sudah seminggu ini menghandle perusahaan sendiri " jelas Arya yang kini memikirkan nasib perusahaan nya.
__ADS_1
" tapi Arya kamu baru saja saja keluar dari rumah sakit, bahkan kamu masih belum benar benar pulih " sela mami Nilam sedangkan papi Arga yang mengerti kekhawatiran anaknya pada perusahaan yang iya bangun dengan tangannya sendiri.
" Naya yang akan gantiin mas di kantor, nay ngga bakal izinin mas ke kantor sampai keadaan mas pulih kembali " ucap Naya tegas
" tapi nay " Arya yang bingung bagaimana menjelaskan pad Naya pun menatap papi dan pak Dimas seolah meminta bantuan untuk menjelaskan pada Naya.
" mas, Naya pasti bisa apalagi di kantor ada kak Raka yang bisa menjadi tutor buat Naya belajar dan nanti Naya juga akan konsultasi sama mas untuk setiap keputusan yang akan nay ambil " ucap Naya.
" papi setuju sama Naya, kamu harus fokus sama kesehatan kamu dan biarkan Naya belajar jadi seorang pengusaha apalagi Naya anak yang cerdas iya pasti bisa cepat belajar "
Arya yang seolah tidak ada yang mendukung hanya bisa mengalah karena memang apa yang di ucapkan papi Arga memang benar dirinya harus fokus pada kesehatan nya.
" baik lah sayang, tapi jangan terlalu capek kerja dan jangan terlalu dekat dengan Raka " mode cemburu Arya pun aktif lagi
Mami Nilam pun melempar Arya dengan gulungan tisu sedang kan Bu Hera hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kecemburuan menantu nya.
Pak bu, Arya kedalam dulu ya " pamit Arya yang tiba tiba saja merasakan sakit di area lututnya dan Naya yang melihat perubahan di wajah suaminya langsung bergegas mendorong Arya ke kamarnya dan membantu Arya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" mas istirahat ya, jangan memikirkan apapun apa lagi pekerjaan. yang harus mas pikirin cuma tiga " ucap Naya sambil duduk di depan samping Arya sambil menggenggam tangan Arya.
" tiga ? apa saja ?" tanya Arya kepo.
" pikirin Naya dan anak yang sedang Naya kandung yang saat ini lagi kangen sama papinya " goda Naya sambil menggigit bibir bawahnya.
Arya yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil menarik hidung Naya.
" nakal ya sekarang " ucap Arya sambil mengecup bibir mungil Naya.
Di ruang keluarga papi Arga dan pak Dimas sedang membicarakan apa yang akan dan menantunya alami yang sepertinya saling berkaitan.
" ga kamu tidak merasa curiga jika penyekapan Naya dan penculikan Arya saling berhubungan?" tanya pak Dimas pada teman sekaligus besannya.
" kamu benar dim aku juga sebenarnya merasa curiga, apalagi kejadian itu saling menyambung seolah ada orang yang tak ingin melihat Arya dan Naya bahagia " ucap papi Arga.
" coba nanti aku tanya Raka, karena Raka diam diam seperti itu tapi otaknya sangat encer bahkan dia bisa dengan cepat menyelesaikan suatu masalah" puji papi Arga pada asisten anaknya di kantor.
" ngki.. nin.." panggil Aya yang baru saja turun dari kamarnya di lantai dua.
__ADS_1
" hai sayang .. abis dari mana ?" tanya Bu Hera pada cucu sambungnya.
" Aya baru bangun tidur " jelas mami Nilam.
" pintarnya cucu nin " ucap Bu Hera sambil mengelus rambut panjang Aya
" nin papa sama mama mana?" tanya Aya yang tidak melihat papa dan mamanya di sana.
" papa sama mama baru saja masuk kamar, mungkin papa sedang lelah " ucap mami Nilam yang langsung mendapat anggukan dari Bu Hera.
" ya.. tadinya Aya mau tidur bertiga sama mama papa " ucap Aya sedih.
" tapi malam ini nin sengaja datang ke sini mau jemput Aya buat nginep di rumah nin " Bu Hera menatap gadis kecil yang kondisinya sudah jauh lebih baik.
" ya udah deh, mih Aya bolehkan tidur di rumah nin ?" tanya Aya pada maminya.
" boleh dong sayang " ucap mami Nilam.
" Aya mau manggil mama dulu buat keluar ya" belum juga mami bilang untuk tidak mengganggu Arya dan Naya hanya berharap anak dan menantunya tidak melakukan hal macam macam.
" ada apa mih " tanya papi Arga yang melihat mami Nilam yang terlihat khawatir melepas Aya menuju kamar anaknya.
" Arya sama nay kayaknya lagi buka puasa " ucap mami Nilam tanpa rasa malu terlebih pada besannya.
" APA ??"..
✍️✍️✍️ Apa benar Arya dan Naya lagi buka puasa?🤔🤔 tapi masa buka puasa sore sore 🤭😜😜
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
mampir juga ya ke cerita receh R-kha yang lainnya
- memendam rasa ( andai aku bisa memiliki mu)
- setelah 15 tahun pernikahan
__ADS_1
- adikku kekasihku ( gagal move on) lanjutan dari novel setelah 15 tahun pernikahan.
love you moreeeee 😍😍🌹