Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Bonus chapter AYMM 2 - SAH ..


__ADS_3

Saat ini Aya dan juga pak Fadhly sedang dalam perjalanan ke rumah papa Arya, dimana mereka berhasil lolos dari pertanyaan Bu Rosa yang memergoki mereka dapat di rumah sakit.


" hubby hebat banget sih .. bisa ngalihin perhatian Bu Rosa" ucap Aya saat mengingat usaha apa yang pak Fadhly lakukan untuk bisa menghindari Bu Rosa.


flashback on


" pak Fadhly dan Aya bersaudara ?" tanya Bu Rosa saat melihat Fadhly yang sedang mendorong Aya yang kini duduk di kursi roda rumah sakit.


Tak ingin membuat cerita bohong pak Fadhly mencoba mengalihkan perhatian Bu Rosa agar bisa melupakan pertanyaan nya tadi.


" Bu Rosa kenapa ada di rumah sakit ? apa lagi ini hari Minggu ?" tanya Fadhly mengalihkan fokus Bu Rosa dari Aya.


" ah iya saya habis menjenguk saudara saya yang baru melahirkan, ah saya jadi ngga sabar nunggu bapak nikahin saya " ucapnya penuh percaya diri.


" kalo begitu mending ibu cepat cepat sebelum jam besuknya habis " ucap Fadhly dan itu berhasil membuat Bu Rosa bergegas pergi meninggalkan pak Fadhly juga Aya dan melupakan pertanyaan yang bahkan belum di jawab pak Fadhly.


flashback off.


" hubby tak ingin bohong jika orang bertanya dengan hubungan kita kelak, jadi dari ada hubby harus bohong sebisa mungkin kita menghindari memberikan jawaban yang mungkin akan menimbulkan kebohongan lainnya " ucap pak Fadhly


Dan Aya setuju dengan alasan yang di berikan calon suaminya itu, bahkan Aya pun mengagumi prinsip yang di pegang pak Fadhly meski mungkin kedepannya akan jauh lebih banyak ujian dan cobaan dalam pernikahan mereka nanti.


Tak terasa kini mobil yang membawa Aya dan jug Fadhly sudah sampai di depan rumah papa Arya tapi di sana juga ada mobil sangat Aya hapal siapa pemiliknya.


" za.. itu mobil siapa ?" tanya Fadhly Karen iya hapal mobil orang tua Aya dan juga mobil yang biasa menjemput Aya dan kala.


" itu mobil mama queen " ucap Aya sambil turun dari mobil Fadhly.


Meski bingung siapa yang di maksud mama queen tapi Fadhly tetap turun dan mengikuti Aya dari belakang menuju rumah papa Arya.


" assalamualaikum... " ucap Aya dan juga Fadhly bersamaan yang tentunya langsung di Jawab serempak oleh semua yang ada di dalam.


" mah.. pah " sapa Aya pada papa Arya dan juga Naya..


" mamah queen dan ayah broto kapan datang ?" tanya Aya sambil menyalami mereka semua yang ada di sana di ikuti Fadhly.

__ADS_1


" baru saja sampai sayang " ucap queen sambil melihat laki laki yang kini berada di samping Aya.


" mamah sengaja nelpon mama queen buat datang ke rumah " ucap Naya agar Aya tidak berpikir macam macam.


" sayang .. kamu mau nikah ?" tanya queen setelah mendengar kabar dari Naya dan juga Arya.


" iya mah .. doakan Aya ya.. " ucap Aya Yang sebenarnya sangat malu karena di usianya yang masih belia iya sudah memutuskan untuk menikah.


" tapi Ar.. apa tidak terlalu dini untuk Aya menikah, bahkan usianya saja baru enam belas tahun di tambah Aya belum lulus sekolah " ucap queen yang sebenarnya kurang setuju dengan keputusan Arya yang membiarkan Aya menikah muda.


" menikah di usia berapa pun tidak akan menjamin pasangan itu setia dan bahagia tapi jika Aya dan Fadhly yakin mereka bisa saling mengisi dan melengkapi kenapa tidak "


Pak Broto yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara terlebih melihat jika memang laki laki yang kelak akan jadi suami dari putri sambungnya adalah orang yang iya kenal.


" Fadhly ngga ingat sama om ?" tanya pak Broto pada calon menantunya sedangkan Fadhly yang sepertinya kenal tapi lupa akan nama orang tersebut hanya diam.


" saya om Broto Aryo saudara jauh bapakmu " ucap pak Broto mencoba mengingat kan Fadhly.


" om Aryo ?" tanya Fadhly tak percaya orang yang selama ini iya cari kini ada di hadapannya.


" gimana kabar ibu mu ?" tanya pak Broto saat mengingat istri dari saudara nya yang sempat iya taksir dulu.


" ibu sehat.. " ucap Fadhly singkat.


" ayah kenal anak ini ?" tanya queen yang kurang begitu kenal dengan saudara jauh suaminya.


" iya .. dan ayah bisa jamin dia bisa menjaga dan membimbing Aya dengan baik "


Queen pun hanya bisa mengalah dengan keputusan Arya dan juga suaminya pak Broto, berharap kepercayaan yang di berikan tidak akan pernah di patahkan oleh Fadhly.


Setelah yakin mendapat restu dari semua keluarga Aya, Fadhly pun pulang ke rumah ibu ya untuk menjemput nya bersama seorang ustadz yang akan menikahkan nya dengan Aya nanti.


Tak terasa kini tiba saat dimana Aya sedang di rias oleh mama queen, meski Aya hanya menggunakan kebaya modern tak membuat kecantikan Aya berkurang bahkan semakin terpancar jelas.


" mah... maaf kan Aya yang masih belum bisa berbakti pada mama " ucap Aya yang memang kurang dekat dengan queen bahkan untuk sekedar menginap di rumah queen saja sangat jarang di lakukan Aya.

__ADS_1


" bagi mama.. kamu sudah bisa menerima mama sama ayah broto saja itu sudah cukup untuk mama " queen yang tak bisa menahan air mata nya pun memeluk Aya yang terlihat sangat cantik mirip seperti dirinya saat muda dulu.


" Aya.. mba.. kenapa malah pada nangis disini ?" tanya Naya yang baru saja masuk ke kamar Aya, Aya pun bangkit dan memeluk Naya yang sudah sangat banyak berkorban untuk dirinya selama ini.


" makasih.. sudah mau jadi mama yang terbaik buat Aya dan juga kala " ucap Aya dalam pelukannya.


" terima kasih karena mama sudah rela melepas masa muda mamah untuk bisa menuruti keinginan Aya "


" dan doakan Aya agar bisa jadi mamah sambung seperti mama Naya yang tidak pernah membedakan anak anaknya "


Naya yang mendengar semua ungkapan hati Aya pun ikut menitipkan air mata nya dan mengusap lembut punggung Aya agar Aya lebih tenang.


" mulai sekarang Aya harus bisa lebih bahagia lagi, jaga diri Aya dan juga belajarlah untuk bisa menjadi seorang ibu dan istri yang baik untuk Fadhly dan senja " ucap mama Naya menasehati.


" iya mah.. "


" mah.. pak guru sudah sampai " ucap kala yang tiba tiba saja masuk ke kamar kakaknya.


" tuh denger.. pangeran berkuda putih Aya udah Dateng " ucap queen bangkit dan mulai memapah Aya di bantu juga oleh mama Naya.


Kini ketiga nya berjalan beriringan menuju ruang tamu dimana Fadhly dan keluarga nya pun sudah duduk di sana menunggu sang mempelai perempuan.


Fadhly yang terus melihat Aya yang berjalan mendekati dirinya pun tak berkedip seolah takut jika iya berkedip Aya kan hilang dari pandangan nya.


" sabar Fadhly.. tunggu setengah jam lagi pandangan mu pada Aya akan jadi halal .. " ucap ustadz yang mana membuat semua yang ada di sana tertawa.


Setelah mempelai duduk berdampingan dan ditanyakan kesediaan mereka untuk memulai acara, tanpa menunggu lama ijab Kabul pernikahan Aya dan Fadhly pun berlangsung khidmat. bahkan kala dan senja yang juga ada di sana pun ikut berteriak saat ucapan sah terdengar.


" SAH "


✍️✍️✍️ kira kira pak Fadhly dan Aya sudah boleh belah duren ngga ya ?? 🤔🤔🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2