
Sebagai seorang manusia pasti punya yang namanya masa lalu, tapi jangan jadikan masa lalu menghambat masa depan terlebih mempengaruhi kebahagiaan mu. Jangan biarkan masa lalu membelenggu mu hingga kamu malah kehilangan sesuatu yang berharga yang ada di genggam mu kini.
Arya yang sedang menikmati sarapan nya terbatuk saat mendengar ucapan naya.
" ngga sayang, mas hanya suka dengan masakanmu, bahkan masakan mami aja kalah sama masakan kamu " Naya hanya tersenyum.
" Aya mau sekolah ngga ? "
" mau mah... tapi kata papi Aya ngga boleh sekolah dulu ... " Naya menatap Arya seolah meminta penjelasan tentang alasannya tidak mengijinkan Aya sekolah.
" Aya ngga boleh terlalu capek, itu bisa mempengaruhi kinerja jantungnya " Naya hanya mendengarkan apa yang Arya katakan.
" mas ... yang nay tau kelainan jantung bawaan masih bisa beraktivitas seperti biasa, malahan aktivitas itu bagus untuk membiasakan jantung nya bekerja maksimal hanya saja semua nya itu harus bertahap " Arya hanya melihat Aya yang begitu berharap bisa sekolah.
" ya sudah nanti mas antar cari sekolah yang bagus buat Aya "
" horeee Aya sekolah, makasih mama.. papa.." Aya bergantian mencium pipi orang tua nya.
" sama sama sayang..." jawab serempak Naya dan Arya.
Arya merasa Naya banyak tau tentang kesehatan dan itu membuat arya penasaran tentang jurusan yang nay ambil dalam kuliah nya nanti.
" nay gimana hasil pendaftaran kuliahnya udah ada pengumuman..?"
" belum mas.. masih dua Minggu lagi hasilnya keluar, kenapa memangnya ? "
" kalo mas khawatir Naya ngga bisa bagi waktu antara kuliah dan rumah, mas tenang aja. Naya pasti bisa handle semua nya "
Naya mengucapkan semuanya dengan penuh keyakinan sedangkan Arya hanya percaya dengan keputusan Naya.
" mas berangkat dulu ya " Arya pun pamit untuk menuju kantor nya sedangkan Naya dan Aya hanya mengantar Arya sampai depan.
" mah.. kapan kita nyari sekolahan buat Aya ?" Naya mengusap lembut rambut Aya.
" nanti ya sayang, kita browsing dulu sekolah yang ada di sekitar sini ok !!" Aya hanya mengangguk sambil mengikuti mamahnya menuju ruang keluarga.
__ADS_1
Arya yang baru saja di kantor sudah di sambut Clara yang memang sedari tadi menunggunya, iya akan memaksimalkan usahanya agar Arya bisa berpaling padanya. meski sudah berkali kali dirinya di tolak, tapi Clara tidak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan Arya
" Ar.. aku menunggu mu dari tadi " seperti biasa Clara bergelayut manja di tangan Arya. Arya yang mulai risi dengan semua yang di lakukan Clara pun langsung menghempaskan tangan Clara.
" Ra... sudah berapa kali aku jelaskan aku tidak menyukaimu, aku mohon jangan ganggu hidupku lagi !! " Clara yang mendengar kembali penolakan dari Arya hanya bisa menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan kantor Arya menuju kantor ayahnya.
Clara begitu malu atas penolakan yang Arya lakukan padanya, jika biasanya Arya hanya melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan nya kini Arya sudah keterlaluan dirinya merasa di permalukan di depan karyawan kantor Arya.
" pah... Clara minta cabut semua kerjasama kita dengan kantor Arya, Arya sudah sangat menghina Clara pah..! " pak Doni hanya mengangguk karena baginya kebahagiaan clara yang utama.
" baik sayang, jika perlu papah akan membuat perusahannya hancur !"
sesuai dengan ucapannya pada Clara, pak Doni memutuskan kerja Samanya dengan perusahaan yang Arya pimpin dan itu berdampak dengan goyahnya saham perusahaan nya.
Arya yang baru saja dapat laporan dari Raka langsung membuka laptop nya dan melihat pasar saham dimana saham perusahaanya mulai goyah.
" ka.. kenapa ini bisa terjadi ? apa penyebab utamanya ? " Raka memang hanya memberitahu bahwa harga saham perusahaan Arya mengalami penurunan drastis.
" seperti nya pak Doni benar benar membuktikan ucapannya yang akan mencabut semua kerjasama yang sedang terjalin " Arya hanya diam memikirkan jalan keluar yang harus di ambil.
" apa bapak menyesal mengatakan itu pada Bu Clara ?" Raka menatap Arya penuh selidik
sedangkan Arya hanya mengangkat pundaknya.
" bapak memang harus tegas pada Bu Clara, kalo tidak maka Bu Clara akan jadi duri dalam pernikahan bapak dengan Bu Naya " Arya langsung menatap Raka karena apa yang di ucapkannya memang benar.
" Naya... apa Naya masih akan mau bersama dengan ku jika aku tidak punya apa apa? "
" ternyata bapak memang tidak mengetahui apapun tentang Naya ! "
" nay tidak pernah memandang seseorang dari apa yang dia miliki " Arya memicingkan matanya saat mendengar penuturan Raka tentang Naya.
" katanya kalian terakhir bertemu lima tahun lalu, terus bagaimana kamu tau jika Naya masih orang yang sama seperti saat kamu mengenal nya dulu..!"
" karena Naya memiliki prinsip yang kuat, jika dirinya sudah bertekad dan sudah sayang pada seseorang maka dia tidak akan meninggalkan orang itu sampai orang itu sendiri yang memintanya pergi.." Arya melihat jika Raka sangat yakin dengan ucapan nya itu.
__ADS_1
" baik lah mari kita atasi masalah ini agar kita terhindar dari hal buruk " Arya dan Raka mulai fokus pada masalah yang ada di kantor yang di sebabkan oleh pak doni.
Sedangkan dirumah Arya, Naya baru saja menerima panggilan telepon dari lalat pengganggu siapa lagi kalo bukan Clara.
π" ada apa?? "
π" apa kamu tau jika kantor resort yang Arya pimpin saat ini mulai goyah dan akan aku pastikan bahwa Arya akan bertekuk lutut padaku " Naya yang mendengar apa yang di katakan Clara hanya diam namun tak lama Naya tersenyum.
π" anda terlalu mengagungkan harta mba ! tapi aku yakin jika memang itu terjadi, mas Arya tidak akan patah semangat dan bisa bangkit lagi " panggilan telepon pun di tutup, clara,
" sebenarnya ada masalah apa di kantor sampai sampai Clara berbicara seperti itu.."
Naya yang begitu penasaran langsung menelpon Arya memastikan bahwa Arya nya baik baik saja..
π"halo sayang... assalamualaikum " ucap Arya yang heran karena tidak biasanya nya Naya menghubunginya terlebih ini masih jam kantor.
π" waalaikum sallam .. mas ? " jawab naya
π" mas kamu lagi ada masalah.?? " Arya hanya tersenyum tak ingin membuat Naya khawatir meski pun Naya tidak bisa melihat senyum Arya
π"hanya masalah kecil, mas masih bisa mengatasinya. " Naya hanya diam mendengarkan penjelasan arya
π" mas .. mas pernah bilang jika kita harus saling percaya dan saling terbuka, setidaknya kita bisa membagi masalah agar Naya tau kalo nay itu penting dan dianggap ada oleh suami Naya sendiri " setelah mengucapkan itu semua Naya mencoba memejamkan matanya dan tak lama sambungan telepon pun terputus.
sedangkan di kantor, setelah Arya menerima panggilan telepon dari Naya, Arya merasa bingung kenapa nay bisa tau jika perusahaannya mulai goyah. dan di saat Arya tengah asik dengan lamunannya, seseorang memanggil Arya dengan panggilan yang begitu di rindukan Arya.
" baby...
βοΈβοΈβοΈnah siapa coba yang manggil Ary dengan sebutan baby...?? terlebih saat perusahaan Arya yang sedang dalam masalah.
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
love you moreeeee πππΉ
__ADS_1