Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Bunda Aya...


__ADS_3

Bel pulang sekolah pun berbunyi dan seluruh siswa langsung berhambur keluar menuju dimana ada yang langsung menuju rumahnya tapi ada juga yang menuju parkiran untuk mengambil kendaraan yang mereka gunakan.


Sama halnya dengan Aya yang menuju parkiran untuk mengambil motornya tapi siapa sangka jika di motor nya itu sudah ada senja yang sedang duduk di jok motor nya.


" senja ?" Aya melihat ke kanan dan ke kiri mencari pak Fadhly tapi senja yang tau jika kak Aya sedang mencari ayahnya pun langsung mengerti.


" ayah masih rapat jadi senja mau ikut Kaka aja dulu " ucap senja meyakinkan Aya


" senja udah bilang kok sama ayah jadi nanti kalo ayah udah selesai ayah jemput senja di rumah Kaka boleh kan ?" senja menatap Aya penuh harap, sedangkan Aya hanya bisa menghela nafas melihat senja yang begitu gigih mendekati nya.


" kakak kirim pesan sama pak Fadhly dulu ya " ucap Aya sambil mengirim pesan pada wali kelasnya sedangkan senja yang melihat Aya yang sedang mengirim pesan pada ayahnya hanya bisa tersenyum penuh misteri.


" senja yakin mau ikut kakak ?" tanya Aya yang sebenarnya sedikit ragu membawa anak dari wali kelasnya untuk di ajak ke rumah.


Senja mengangguk antusias, akhirnya Aya pun melajukan motor nya menuju rumah nya sambil memikirkan jawaban apa yang akan iya berikan pada papa dan mama nya jika melihat dirinya membawa anak kecil bersamanya.


Dan tak lama Aya dan juga senja kini sudah sampai di rumah papa arya yang langsung di sambut oleh mama Naya yang mendengar suara motor kesayangan anak gadisnya.


" assalamualaikum mah " ucap Aya sambil mencium tangan mama Naya yang masih menatap heran padanya.


" waalaikum sallam " jawab mama Naya sambil terus melihat ke arah senja yang masih menggenggam tangan kiri Aya.


" sayang dia siapa ?" tanya mama Naya sambil mensejajarkan tubuhnya dengan senja.


" salam kenal nek, kenalkan nama aku senja calon cucu nenek "


" uhuukkkk uhuukkkk " Aya terbatuk saat mendengar cara perkenalan senja pada ibunya, sedangkan mama Naya hanya menatap anak gadisnya yang terbatuk saat mendengar ucapan polos gadis kecil di hadapannya.


" salam kenal juga, ok cucu nenek ... ih jangan nenek atuh tua banget rasanya " ucap Naya menimpali senja.


" panggil Oma aja ya, Oma Naya ok " senja mengangguk antusias karena Naya mau menerima dirinya sebagai cucunya.

__ADS_1


" sayang kok pulang cepet ?' tanya Naya sambil membenarkan posisinya menjadi berdiri.


" ada rapat dadakan mah jadinya senja ikut aya deh pulang pak Fadhly nya masih rapat " ucap Aya tapi langsung di ralat oleh senja.


" bukan pak Fadhly Bun tapi ayah Fadhly "


" uhuukkkk uhuukkkk " Aya kembali terbatuk saat mendengar ucapan senja barusan.


Sedangkan Naya malah tertawa puas saat melihat Aya yang sepertinya sedang di kerjain oleh senja karena Naya yakin senja punya niat saat memutuskan ikut dengan Aya pulang.


" anak pintar " ucap Naya sambil mencubit hidung senja.


" Oma senja lapar " ucap senja mendekati Naya yang hendak berjalan ke dalam rumah.


" senja makannya bareng sama bunda Aya aja ya "


" ay ajak anak kamu makan, kasian pasti dia laper karena bundanya masih sibuk belajar " ucap Naya sambil meninggalkan Aya yang memanyunkan bibirnya sedangkan senja tanpa rasa bersalah kembali menggenggam tangan Aya yang mulai berjalan menuju ruang makan.


" iya ngga papa Gimana senja aja mau manggil Kaka apa kalo di luar tapi kalo di depan ayah senja tetep manggilnya Kaka ok " ucap Aya yang mencoba memaklumi jika senja merindukan sosok seorang ibu seperti dirinya dulu.


" jadi senja boleh dong panggil Kaka dengan sebutan bunda kan ini bukan di sekolah ?" tanya senja penuh harap sedang Aya hanya bisa mengangguk agar senja bahagia dan bisa merasakan rasanya memiliki seorang ibu.


" ya sudah ayo makan dulu, senja mau makan sama apa ?" tanya Aya karena tidak tau apa yang di sukai dan tidak di sukai senja.


" Bun.. " senja memanggil Aya ragu ragu, sedangkan ay yang melihat senja yang sepertinya menginginkan sesuatu akhirnya bertanya pada senja.


" kenapa ? senja mau apa ?" tanya Aya berusaha bersabar menghadapi senja.


" senja belum pernah makan di suapi sama bunda, jadi boleh ngga sekarang senja minta di suapi sama bunda Aya ?" Aya hanya bisa tersenyum melihat senja yang seperti itu.


Dengan telaten Aya menyuapi senja bahkan dirinya pun ikut makan dari piring yang sama dengan senja, di sudut ruang makan Naya yang melihat hal menarik seperti itu malah mengabadikan nya lewat video di handphone nya yang langsung di kirim pada Arya suaminya.

__ADS_1


Jika di rumah papa Arya, senja sedang menikmati rasanya memiliki seorang ibu lain halnya di ruang kerja pak Fadhly yang begitu panik saat melihat jika senja tidak berada di ruangannya bahkan handphone nya saja yang tadi iya berikan pada senja pun tergeletak di atas meja.


" senja kamu kemana lagi sih sayang.. " ucap pak Fadhly sedikit frustasi menghadapi senja hari ini.


Pak Fadhly mencoba menghidupkan handphone nya berharap handphone nya menyala dan benar saja tak butuh waktu lama handphone nya kembali menyala, tapi yang membuatnya lemas tak bertenaga adalah saat membaca pesan yang di kirim Aya untuk dirinya.


📱" pak saya hanya memberi tahu jika senja ikut saya pulang ke rumah saya, katanya sudah bilang sama bapak dan saya juga sudah menghubungi bapak tapi tidak tersambung " tulis pesan yang di kirim Aya untuk pak Fadhly.


" ternyata kamu sangat gigih sayang untuk bisa mendekati Aya, tapi Ayah ngga yakin bisa membuka hati ayah untuk Aya, apa lagi orang tua Aya juga mungkin tidak akan rela anaknya menikah dengan duda anak satu " gumam pak Fadhly.


Pak Fadhly pun mulai menghubungi nomor Aya dan hanya butuh tiga kali sambungan Aya sudah mengangkat sambungan telepon darinya.


" halo Assalamualaikum " ucap Fadhly saat sambungan telepon nya sudah di angkat oleh Aya.


" waalaikum sallam " ucap Aya dengan mata terpejam karena memang setelah dirinya dan senja makan siang mereka menuju kamar Aya dan langsung tertidur pulang sambil saling berpelukan.


" senja mana ay ?" tanya Fadhly saat tidak mendengar suara senja tapi Aya tidak menjawab pertanyaan pak Fadhly tapi malah menatap senja yang tertidur pulas di sampingnya sambil memeluk nya erat


" ay.. Aya.. senja mana ?" ucap pak Fadhly mengeraskan suaranya.


" senja tertidur setelah makan siang tadi di rumah saya "


Aya melihat senja seperti melihat dirinya yang begitu memaksa saat meminta nay untuk bisa menjadi ibunya dulu.


✍️✍️✍️ happy reading.... semoga kalian masih setia baca cerita receh R-kha 😘😘 semangat Senin...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍

__ADS_1


__ADS_2