
Sudah satu Minggu Arya di rawat di rumah sakit tapi sampai saat ini Arya sama sekali belum ada perubahan. Naya begitu setia mendampingi Arya bahkan tak pernah Naya pulang ke rumahnya semenjak Arya di rawat.
Aya pun kini semakin dekat dengan papi dan mami Arya bahkan tak segan Aya tidur di rumah mami Nilam, seperti saat ini dimana Aya kini tidur di rumah mami Nilam.
" mih kapan papa pulang ? Aya kangen sama papa dan mama " ucap Aya dengan wajah sedihnya.
" kita doakan saja supaya papa Arya bisa cepet sehat dan bisa ngumpul lagi sama kita " meski sebenarnya mami Nilam pun sedih dengan kondisi anaknya.
" besok kita ke rumah sakit nengok papa Arya ya, sekarang Aya tidur ok " ucap mami Nilam sambil mengecup kening Aya dan melangkah keluar kamar Aya menuju kamarnya.
" Aya sudah tidur " tanya papi Arga saat melihat mami Nilam masuk ke kamar mereka.
" baru saja tidur " ucap mami Nilam sambil merebahkan tubuhnya di samping tubuh papi Arga.
" pih apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu kesembuhan Arya " tanya mami Nilam.
Papi Arga mengulurkan tangannya merengkuh tubuh istrinya yang sedang sedih memikirkan anak semata wayang nya.
" papi sudah berkonsultasi dengan dokter terbaik dan dokter akan memberikan yang terbaik untuk kita, jadi kita bantu dengan doa dan kita pasrahkan semuanya pada sang maha pencipta dan pemberi kesembuhan" ucap papi Arga menenangkan istrinya.
Papi Arga mengecup kening istrinya, istri yang begitu dia cintai dan sayangi bahkan begitu sabar menghadapi dirinya dan juga Arya yang memiliki sifat yang keras.
Pagi seperti pagi pagi sebelumnya Naya masih mengalami mual muntah TPI tidak separah sebelum Arya dirawat. mungkin sang anak tau jika papinya butuh perhatian lebih dari sang mama hingga mual dan muntah di pagi hari sudah jauh berkurang.
" yang lebih baik kamu pulang ke rumah, mas ngga papa " ucap Arya yang tidak tega melihat istrinya yang sedang hamil muda harus repot repot mengurusinya yang bahkan tidak bisa melakukan apapun sendiri.
" nay ngga papa mas, ini wajar untuk ibu yang baru saja hamil muda seperti nay " ucap Naya sambil mengelus tangan Arya.
" tapi yang " Arya tidak meneruskan ucapannya saat melihat Naya menggelengkan kepalanya.
" baik lah tapi jika Naya masih mual dan muntah periksa ya sekalian " ucap Arya mengalah.
" iya papa " Naya mencoba menirukan suara anak kecil yang di sambut senyum hangat dari Arya.
" papah mamah " Aya yang baru saja masuk ke ruang rawat Arya langsung memeluk Naya yang berada di samping tempat tidur Arya.
__ADS_1
" papah ngga di peluk? ucap Arya pura pura merajuk, Aya langsung memeluk Arya dari samping bahkan Aya menyandarkan kepalanya di dada Arya.
" mah kapan papa bisa pulang ? Aya kangen bobo bareng " ucap Aya setelah puas memeluk papanya.
" kita doakan saja ya " ucap Naya dengan senyum yang menghiasi bibir mungilnya. Arya yang melihat dua wanita yang begitu di cintai nya bersedih semakin teriris hatinya.
' maaf kan papa Aya, maaf kan mas nay yang belum bisa sembuh seperti sedia kala ' ucap Arya dalam hati.
Mami dan papi Arya yang melihat itu semua
sangat terharu dengan bakti yang di lakukan Naya untuk putranya.
tok tok tok
Tak lama pintu ruangan Arya pun terbuka dan muncul Clara yang membawa buket bunga yang begitu indah .
" pagi Ar " sapa Clara saat sudah dekat dengan posisi Arya bahkan tanpa malu Clara melewati Naya yang sat itu ada di sisi dekat Aya yang masih duduk di atas tempat tidur Arya.
" pagi " jawab Arya malas.
" bagaimana kondisimu ar " ucap Clara sambil menarik kursi tunggu agar dirinya lebih leluasa berbicara dengan Arya.
Naya yang melihat wajah pucat Arya segera berlari kekamar mandi untuk mengambil baskom untuk menampung muntahan Arya.
" huekkk huekkk " Arya benar benar memuntahkan isi perutnya yang bahkan hanya terisi sedikit.
Clara yang melihat itu semua tampak jijik melihatnya.
" iuhhh Ar kamu jorok sekali, apa tidak bisa kamu muntah di kamar mandi ?" tanya Clara yang memang belum tahu penyebab Arya tidak bisa berjala.
" papah ngga bisa jalan lagi Tante " ucap Aya dengan wajah sedih.
" apaaa? " tanya Clara tidak menyangka kejadian satu Minggu mengakibatkan Arya menjadi tidak.
Clara yang melihat Arya yang kini tidak berdaya merasa sangat ilfil dengan keadaan Arya dan memilih untuk pergi meninggalkan
__ADS_1
Arya dan keluarga.
" apa kamu masih mau menikah dengan ku Clara? " tanya Arya hanya ingin melihat sejauh mana Clara mencintainya.
" maaf Arya tapi aku tidak ingin mempunyai suami yang lumpuh seperti mu " ucap Clara yakin dengan keputusan nya.
Setelah mengucapkan kata yang menyakitkan itu Clara berlalu pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumah Lexi, berharap Lexi sudah kembali hangat seperti dulu.
Clara pun melajukan meninggalkan rumah sakit menuju rumah Lexi yang letak rumah nya tidak begitu jauh dari sana. kini Lexi sudah berada di depan rumah Lexi namun entah kenapa Clara merasakan sesuatu yang berbeda dengan rumah Lexi kini.
Clara penuh dengan percaya diri memasuki rumah Lexi, Clara menghentikan langkahnya kala melihat ada wanita di rumah Lexi bahkan wanita itu sedang memasangkan dasi di leher Lexi.
" Lex " panggil Clara yang otomatis membuat dua orang yang saling berpandangan itu memutuskan pandangannya meski hanya tangan Nisa saja yang tergerak memasang simpul di leher Lexi.
" Clara ?" tanya Lexi setelah Nisa menyelesaikan simpul dasinya.
" Lex kenapa wanita itu ada dirumah ini ? tanya Clara yang tentu saja cenderung tidak suka dengan hadirnya wanita itu di rumah Lexi.
" kenapa ? apa ada masalah jika dia tinggal di sini ? bahkan dia memiliki hak penuh atas rumah ini bahkan hak untuk bisa mengizinkan siapa saja yang boleh dan tidak boleh datang dan masuk ke rumah ini " ucap Lexi tegas.
Clara yang mendengar apa yang di ucapkan Lexi barusan malah membuatnya sangat marah bahkan kini Clara maju mendekati Nisa yang masih berdiri di samping Lexi dengan senyum manis di bibirnya.
" memang siapa dia hingga memiliki hak atas rumah ini ? " tanya Clara penuh emosi.
" DIA ISTRIKU " ucap Lexi tegas yang tentu saja membuat Clara mundur dua langkah saking kagetnya dengan apa yang di dengarnya barusan.
" kapan kamu menikah Lex ? ( kapan ya.. kasih tau ngga ya 🤭😜😜 ) apa karena wanita ini juga kamu menolak ku malam itu ?" tanya Clara yang terus saja menatap tajam wajah Nisa.
" tiga hari lalu dan untuk yang kamu ucapkan tadi itu juga benar " ucap Lexi sambil menggenggam tangan Nisa dan menciumnya lembut.
" DASAR PEREBUT SAMA SEPERTI TEMAN MU NAYA"
✍️✍️✍️ Jadi kasian sama Clara !! apa kalian juga kasian sama Clara atau malah seneng liat Clara yang seperti itu ??🤭😜😜
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍 🌹