
Naya benar benar menikmati soto buatan ibunya yang memang sudah beberapa hari ini iya bayangkan.
" yang.. pelan pelan makannya, ngga ada yang akan minta kok " ucap Arya yang melihat Naya makan dengan sangat lahap.
" mungkin Bu Naya sudah lama menginginkan makanan itu pak jadi seperti itu sekarang " ucap Raka yang memang sedari tadi memperhatikan Naya.
Arya menatap curiga pada Raka yang dari tadi memperhatikan Naya.
" ka .. jaga pandangan mu.. dia istriku sama saja atasan mu " ucap Arya yang tiba tiba saja mendadak cemburu dengan perhatian Raka pada naya.
Naya tetap menikmati makan malam nya tanpa memedulikan perdebatan Arya dan juga Raka.
" sayang makan yang banyak ya " ucap Naya sambil sesekali menyuapi makanan Aya.
Jika Naya sedang menikmati makan malamnya, lain lagi dengan Clara yang harus menahan mual muntahnya saat mencium bau makanan apa pun itu.
papa Doni yang sebenarnya masih sangat kecewa dengan kelakuan Clara pun akhirnya menanyakan kira kira makanan apa yang ingin Clara makan agar tidak terlalu mual.
Tapi belum saja papa Doni menanyakan pada Clara, asisten rumah tangga nya mengehentikan papa Doni.
" maaf tuan mengganggu, di depan ada pak Angga yang ingin bertemu non Clara " tapi bukannya pak Doni yang menjawab tapi Clara langsung bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menemui Angga.
Clara yang baru saja sampai di depan Angga langsung mengarahkan matanya pada tangan Angga yang membawa sesuatu yang baunya terus memanggil Clara semenjak di ruang makan tadi.
" hai Clara.. aku tiba tiba ingin memberikan kamu ini " ucap Angga jujur yang entah kenapa iya ingin sekali Clara memakan masakan nya ini.
" apa itu ? " tanya Clara tapi bau makanan yang di bawa Angga terus menggoda hidungnya bahkan liurnya terasa ingin menetes.
" hanya masakan sederhana yang aku buat tadi, entah kenapa aku ingin kamu memakan ini untuk ku " ucap Angga sambil mengulurkan tangannya yang masih memegang masakannya.
Meski Clara heran dengan apa yang di ucapkan Angga tapi Clara tetap menerima makanan yang di berikan Angga.
" terima kasih " ucap Clara sambil mencium bau makanan yang kini sudah ada di tangannya.
__ADS_1
Tanpa menyuruh Angga untuk masuk, Clara langsung menuju ruang makan dan meminta bibi mengambilkan piring kosong untuknya.
Setelah Clara mendapatkan piring kosong nya, Clara langsung menuangkan makanan tapi papa Doni langsung melihat ke arah Angga setelah melihat makanan yang di bawa Clara.
" Angga apa yang kamu masak ? kenapa tampilannya seperti itu ?" tanya papa Doni saat melihat mie goreng dengan campuran keju dan juga telur setengah matang.
" tiba tiba Angga ingin memasak itu tapi ingin Clara yang memakannya " ucap Angga jujur.
" apa itu enak ? sehat ?" papa Doni sampai bergidik melihat tampilan makanannya saja yang terlihat tidak menarik.
" enak pah.. enak banget malah " ucap Clara yang sudah menghabiskan separuh nya bahkan telur kuningnya saja sudah meleleh karena kurang matang.
" kalian berdua ngidam?" tanya papa Doni pada anak dan calon mantunya.
'" mungkin .. makanya pak izinkan Angga menikahi Clara " ucap Angga mencoba kembali meyakinkan papa Doni.
" baiklah '" ucap papa Doni, tapi jawaban papa Doni membuat Clara menghentikan suapannya.
" papah ngga buat kesepakatan kan dengan pak Broto ? " ucap Clara penuh curiga.
Tapi papa Doni hanya bisa memalingkan wajahnya karena memang apa yang Clara tanyakan memang benar adanya.
Flashback on
Siang tadi papa Doni mendapat kabar dari asistennya jika utusan pak Broto mengirim pesan akan datang ke kantor nya. Dan benar saja tak lama setelah mendapat kabar seperti itu asisten pak broto benar benar datang
" maaf mengganggu waktu siang anda pak Doni " ucap asisten pak Broto yang baru saja tiba di ruangan pak Doni.
" maaf anda siapa ?" tanya pak Doni yang memang tidak mengenal asisten pak broto.
" perkenalkan saya Cahyo asisten pak broto " ucap Cahyo memperkenalkan diri.
" lalu ada perlu apa anda datang kesini ?" tanya pak Doni yang memang tidak mengetahui tujuan di urusnya Cahyo oleh pak Broto.
__ADS_1
" Pak Broto bersedia menanamkan sahamnya di perusahaan bapak tapi ada beberapa syarat yang harus di penuhi oleh anda dan juga Clara putri anda " ucap Cahyo menjelaskan.
" syarat ? " dan apa hubungannya putri saya dengan syarat dari pak Broto?" tanya pak Doni yang mulai menebak nebak apa yang di inginkan pak Broto darinya dan juga anaknya.
" pak Broto hanya ingin anda menikahkan Angga dengan Clara secara siri dan setelah anak itu lahir " ucapan Cahyo terhenti saat pak Doni memotong ucapannya.
" siri ? kenapa harus siri ?" tanya pak Doni yang tak bisa membayangkan kehidupan anaknya kelak jika hanya di nikahi secara siri.
" tunggu dulu biar sala jelaskan "ucap Cahyo yang melihat kekhawatiran seorang ayah terhadap anaknya.
" tuan Angga akan menikahi Clara secara sah setelah anak itu lahir " ucapan Cahya langsung membuat emosi pak doni tiba tiba hilang tapi kembali muncul setelah Cahyo melanjutkan ucapannya.
" dan setelah anak itu lahir maka anak tersebut akan di ambil dan di asuh oleh istri ke tiga pak Broto yang baru saja di nikahi " ucap Cahyo panjang lebar.
" kenapa harus seperti itu padahal setelah anak itu lahir Clara dan Angga akan nikah resmi jadi kenapa anaknya harus di pisahkan dari ibunya" tanya pak Doni sedikit curiga.
" saya tidak mengetahui alasan pak Broto memerintah seperti itu "
" apapun keputusan anda , pak Broto semua serahkan pada anda, tapi satu yang pasti perusahaan anda akan hancur " ucap Cahyo menakut nakuti.
" baik lah..saya setuju " ucap pak Doni sambil menjabat tangan asisten nya.
flashback off
" apa ada syarat yang harus di penuhi papah ?
✍️✍️✍️kira kira apakah papi doni akan menceritakan semuanya pada Clara🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1