Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Keikhlasan Naya Kekuatan Arya


__ADS_3

" kamu tidak bisa melakukan itu padaku Lex " teriak Clara.


"kamu sudah janji kita akan melakukannya saat aku menceritakan kejadian sebenarnya tentang kecelakaan Arya, dan sekarang kamu pergi begitu saja " ucap Clara sam bil menarik tangan Lexi agar kembali menghadapnya.


Terbersit rasa kasihan pada Clara, wanita yang selalu memuaskannya bahkan mereka saling memuaskan tanpa adanya sebuah ikatan yang pasti hanya partner *** semata.


Bahkan Clara hampir naked dimana Clara hanya memakai segitiga berenda saja dengan pepaya Bangkok yang menggantung indah.


" maaf Clara tapi aku benar benar hilang selera " setelah mengucapkan itu Lexi melanjutkan langkahnya meninggalkan Clara yang jatuh terkulai karena untuk kedua kalinya dirinya di campakkan oleh Lexi.


Di rumah sakit Naya masih setia menunggu sang suami agar segera siuman dan akhirnya apa yang di tunggu Naya datang juga dimana Arya mulai menggerakkan tangannya dengan mata yang masih terpejam tapi bola mata nya aktif bergerak.


" mas.." Naya menggenggam tangan arya setelah memencet tombol darurat untuk memanggil suster jaga


Tak lama suster jaga pun datang dan mulai memeriksa keadaan Arya dan Arya kini mulai membuka matanya. Arya menatap Naya lalu memejamkan matanya lagi yang tentu saja membuat Naya sangat khawatir.


" mas udah sadar kan ?? jangan buat Naya takut mas " ucap Naya sambil mencium tangan Arya yang masih di genggaman Naya.


Arya pun membuka matanya dan kembali menatap Naya tapi kini Arya tersenyum menatap Naya istri tercinta.


" sayang.." ucap Arya lirih yang tentu saja membuat Naya menangis bahagia karena Arya masih mengenalinya.


" mas.. " Naya memeluk tubuh Arya menyalurkan rasa yang bercampur aduk antara khawatir rindu dan ketakutan.


" sayang Auhhh.." rintih Arya saat tak sengaja Naya menyenggol Luka di tangan Arya.


" maaf maaf Naya ngga sengaja " ucap Naya.


" nay mas mau ke kamar kecil " ucap Arya ragu dan malu.


" ya udah ayo nay bantu " ucap Naya sambil bangun dari duduknya berniat memapah Arya menuju kamar mandi, tapi sungguh sesuatu di luar dugaan Naya apalagi Arya dimana Arya tidak bisa menggerakkan kakinya.


" nay kaki mas nay.." ucap Arya dengan wajah bingung menjelaskan pada Naya.


" sebentar Naya panggil dokter dulu " Naya pun menuju meja sister jaga untuk bisa segera mendapat penanganan dokter.

__ADS_1


" dok tolong suami saya " ucap Naya saat sudah sampai di meja jaga dokter.


Dokter dan suster langsung bergegas menuju kamar rawat Arya dan mendapati jika Arya sedang memegang kedua lututnya.


" dok kenapa lutut saya dok ?" tanya Arya menahan segala rasa curiga pada kakinya.


" sebentar ya pak kami periksa dulu" ucap dokter sambil memeriksa keadaan kaki Arya yang dari luar tampak baik baik saja.


Naya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan suaminya, dan berharap apa yang di pikirkan ya tidak lah benar.


" seperti nya bapak mengalami kelumpuhan sementara, tapi untuk lebih jelasnya dokter ortopedi yang akan memeriksa lebih lanjut " ucap dokter menjelaskan.


Naya mencoba tersenyum di depan Arya karena hanya itu yang bisa dirinya lakukan agar Arya juga kuat menghadapi ujian yg di berikan tuhan.


" nay " Arya menatap Naya dengan rasa bersalah yang tiba tiba saja merasuki hati nya. Naya mendekat ke arah Arya dan duduk di kursi tunggu yang memang sudah di sediakan.


" apa mas " ucap Naya sambil menggenggam tangan Arya memberikan kekuatan pada suaminya yang mungkin sedang rapuh dan rendah diri.


" apa kamu masih mau bersama mas yang seper..." Naya menghentikan ucapan Arya dengan menutup mulut Arya dengan telapak tangannya.


" jangan berbicara seperti itu, nay cinta sama mas bukan hanya karena fisik mas tapi Naya mencintai mas karena Allah " ucap nay sambil mengecup tangan Arya yang dia genggam.


" atau jangan jangan mas akan ninggalin Naya jika Naya seperti mas sekarang?" ucap Naya menggoda suaminya, Arya menggeleng dan mengecup tangan Naya.


" mas akan selalu ada di samping Nay apapun kondisinya " Naya tersenyum bahagia mendengar suaminya kembali semangat.


" nay Aya dimana?" tanya Arya saat tidak melihat gadis kecilnya.


" Aya di rumah bapak sama ibu, mereka baru saja pulang sebelum mas sadar ini kan udah mau tengah malam mas " ucap nay memberitahukan.


Arya menggeser tubuhnya dan menyuruh Naya untuk tidur di tempat tidurnya, tapi Naya hanya menatap Arya seolah tidak mengerti dengan permintaan Arya.


" mas ingin tidur sambil peluk kamu" ucap Arya menjelaskan, Naya hanya tersenyum lalu menaiki ranjang rumah sakit untuk tidur di samping Arya dan langsung saja Arya memeluk ya erat bahkan Arya mengecup kening Naya.


" mas bersyukur kamu jadi istri mas, memang Aya ngga salah pilih kamu buat jadi ibunya dan juga istri untuk mas " Naya yang mendengar ucapan Arya hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada Arya tanpa ada niatan menjawab ucapan Arya.

__ADS_1


Kini keduanya tertidur sambil berpelukan menyalurkan rasa rindunya. Tak terasa pagi menjelang dimana kini papi dan mami Arya baru saja masuk ke ruang rawat Arya.


" hei bangun!!" panggil mami Nilam membangunkan anak menantunya.


Naya yang mendengar suara mami mertuanya kini membuka matanya dan alangkah terkejutnya saat melihat bukan hanya mami tapi papi dan kedua orang tua nya bersama Aya sudah ada di ruangan Arya.


" mas bangun ada papi mami " Naya membangunkan suaminya yang masih memeluknya erat.


" nay kapan Arya sadar ? " Tanya pak Dimas.


" semalam pak, jam sebelas malam kayaknya" ucap Naya sambil turun dari tempat tidur setelah berhasil melepaskan pelukan Arya.


" nay " ucap Arya yang masih belum sadar jika orang tua mereka ada di sana.


" hadeh mentang mentang baru sadar udah ngga mau jauh jauh dari istrinya " ucap papi Arga yang belum tau kondisi anaknya kini.


" nay mas mau ke kamar mandi " ucap Arya yang tidak Mau meladeni ucapan papinya.


Naya pun meninggalkan ruangan Arya dan berjalan menuju meja suster jaga untuk meminta bantuan membawa Arya ke kamar mandi tapi suster malah memberikan kursi roda agar lebih memudahkan.


Naya berjalan memasuki ruangan Arya dengan mendorong kursi roda yang masih di lipatnya. semua yang ada di sana menatap heran dengan apa yang di lakukan Naya.


" nay sebenarnya apa yang terjadi pada Arya ?" tanya mami Nilam, Naya menatap ke semua yang ada di sana seolah menyakinkan hatinya sendiri jika semuanya akan baik baik saja.


" mas Arya mungkin lumpuh sementara tapi kita harus menunggu hasil pemeriksaan dokter ortopedi dan dokter syaraf " ucap Naya menjelaskan kondisi suaminya.


Bu Nilam dan Bu Hera hanya menatap nanar Naya yang terlihat begitu tegar saat mengucapkan semuanya.


" Arya kamu baik baik saja nak ? " tanya mami Nilam


" Arya baik Mi selama nay baik baik saja Arya pasti bisa melewati semua nya "


✍️✍️✍️ kekuatan suami ada pada keikhlasan istrinya dalam menerima semua ujian dan cobaan karena sumber ketenangan dalam rumah tangga ada pada seorang istri.


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2