Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Dua garis merah...


__ADS_3

pak Dimas dan Bu Hera yang baru saja melewatkan malam panjang mereka pun mengambil handphone yang sempat mereka abaikan dan alangkah terkejutnya pak Dimas saat anak nya yang baru saja menikah kurang dari dua bulan kini mengalami masalah setelah membaca pesan yang Naya kirim.


" anak kita Bu.. " pak Dimas mencoba membangunkan Bu Hera yang baru saja tertidur setelah kelelahan melayani suaminya yang malam ini terasa beringas.


" Naya kenapa pak ..??" Bu Hera menjawab dengan mata terpejam.


" Naya kayaknya lagi ada masalah sama suaminya Bu " Bu Hera sontak saja bangun dan terduduk di atas tempat tidur bahkan dirinya lupa jika kini dirinya tidak memakai pakaian sehelai pun bahkan selimutnya kini ikut terjatuh.


" Bu kita telpon Naya dulu atau mau yang itu dulu " ucap pak Dimas saat melihat pepaya Bangkok Bu Hera yang menggantung bebas dengan begitu banyak kissmark hasil karyanya.


Bu Hera yang baru saja tersadar langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


" bapak ih.. bukannya mikirin anaknya malah mikirin ini terus " ucap Bu Hera.


pak Dimas pun langsung menghubungkan anak nya


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž kringggg


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž kringggg


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž kringggg


namun hingga panggilan ke tiga Naya tidak mengangkat telepon nya, pa Dimas pun dengan sabar menunggu panggilan nya tersambung dan akhirnya di panggilan yang ke lima Naya mengangkat panggilan nya


πŸ“ž" halo Bu.. assalamualaikum"


πŸ“ž" waalaikum salam, sayang kamu dimana?? apa ada masalah ??" ucap bapak Dimas to the points.


πŸ“ž" Naya ada di rumah temen, nanti Naya jelaskan yang pasti Naya saat ini sedang butuh ketenangan saja pak, tapi Naya mohon jangan kasih tau papi Arga ya jika Naya menghubungi bapak " dari nada suaranya saja Bu Hera dan pak Dimas tau jika putrinya sedang tidak baik baik saja.


πŸ“ž " ya sudah kamu istirahat ya nak ... jaga diri kamu.. kalo kamu butuh apapun hubungin bapak atau ibu ya..??" Naya hanya mengangguk meski sebenarnya bapak dan ibunya.


πŸ“ž" iya pak.. assalamualaikum salam buat ibu.." tanpa menunggu jawaban dari bapak ibunya Naya langsung menutup sambungan telepon nya sambil menghapus derai air matanya.


' ya Allah hamba ikhlas melalui jalan yang telah engkau gariskan untukku sebagai bagian dari takdir...' ucap Naya dalam hati sembari memejamkan matanya dan merebahkan tubuh dan hatinya yang lelah

__ADS_1


pagi terasa begitu cepat menyapa padahal naya baru saja memejamkan matanya, ditambah perutnya yang tiba tiba saja mual .


Naya berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan apa yang membuatnya mual.


" huekkk ... huekkk ya Allah aku kenapa ya... apa jangan jangan aku hamil.. " ucap Naya di sela sela mual nya


" huekkk ... huekkk " Naya mengelap keringat yang kini membasahi kening dan seluruh wajahnya


" nay kamu kenapa ??" Nisa berlari setelah mendengar Naya yang terus terusan muntah.


" apa jangan jangan kamu hamil nay.." Naya yang juga menduga jika dirinya hamil pun hanya bisa menjawab dengan suara lemahnya.


" aku ngga tau.. kan kamu tau sendiri kalo siklus menstruasi ku memang sering kacau "


" coba aku periksa " Nisa pun mulai memeriksa keadaan nay. ya Nisa juga memiliki minat yang sama dengan Naya yang ingin menjadi seorang dokter.


" tunggu ya nay aku keluar dulu buat beliin kamu testpack agar lebih akurat atau kamu mau sekalian periksa aja.. "


" tapi ini masih pagi nis kalo kita ke rumah sakit sekarang.. mending pake testpack aja dulu.." tanpa menunggu lagi Nisa pun membelikan apa yang Naya butuhkan.dan untungnya di dekat rumah Anisa terdapat testpack jadi memudahkan nya mendapatkan itu.


' sayang ... jika kamu sudah ada di perut mamah.. kamu harus bisa jadi anak yang sehat kuat dan selalu bisa menguatkan satu sama lain karena mungkin kita hanya akan hidup berdua ' Naya menghapus air mata yang mengalir di pipinya


" andai Aya tau jika dia mau jadi Kaka pasti Aya seneng banget.. apa lagi papa kamu sayang... tapi itu dulu... tapi sekarang mungkin jika papa tau kamu ada mama ngga tau papa masih bisa sama kita atau ngga "


Nisa yang baru saja membeli dari apotik tak sengaja mendengar Naya yang sedang berbicara sendiri,


' kamu harus kuat nay.. jika ayahnya tidak mau mengakuinya ada aku tantenya yang akan jadi orang nomor satu yang akan selalu menjaga dan melindungi kamu dan anak kamu..'


" nay ini testpack nya cepet kamu coba dulu aku ngga sabar ingin tau apa aku akan punya ponakan atau belum..? Nisa mencoba mengalihkan pikiran nay.


Naya pun beranjak dari tidurnya untuk menuju kamar mandi, dengan tangan gemetar Naya mencoba alat tes kehamilan itu dan ternyata apa yang di pikirkan ya itu benar.


dua garis merah nampak jelas di alat itu.


" ya Allah apa yang harus aku lakukan ? apa aku salah jika aku tidak memberitahukan kehamilanku pada mas Arya atau aku tetap memberitahu kan padanya " gumam Naya masih di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" nay... kamu kenapa lama... apa ada sesuatu.." Nisa menggedor pintu kamar mandi karena di rasa Naya sudah lama di sana.


ceklek ...


Naya membuka pintu dan langsung menunjukan hasil dari alat tersebut ke Anisa.


" ya Allah nay kamu hamil... dan aku akan jadi seorang Tante.." Nisa langsung memeluk Naya meluapkan rasa gembiranya mendengar kehamilan Naya.


" tapi nis apa yang harus aku lakukan jika mas Arya akan kembali pada wanita itu ??" Nisa tau jika Naya hanya sedang bimbang, Nisa pun menuntun Naya untuk kembali duduk di tempat tidurnya lagi.


" nay... kamu cinta ngga sama dia..?? " Naya yang di tanya seperti itu hanya bisa diam bahkan air mata yang menjawab semuanya.


" lalu kamu mau ngga mempertahankan rumah tangga kamu ?? Naya masih saja diam bahkan kini bukan hanya air mata tapi isakan Naya pun terdengar jelas.


Nisa langsung memeluk Naya memberikan dukungan yang mampu dia berikan.


" nay jika kamu masih ingin memberikan dia kesempatan jangan mudah memaafkan dia beri dia pelajaran yang akan selalu dia ingat dan biarkan dia membuktikan kesungguhan nya untuk kembali padamu "


Naya menatap nisa dengan seksama karena apa yang nisa katakan itu benar, jika dia ingin memberi kesempatan pada Arya maka Arya harus bisa meyakinkan dan membuktikan padanya bahwa dia akan bersungguh-sungguh.


" kamu benar nis .. aku akan kembali setelah benar benar yakin bahwa Arya berubah.. "


" nah ini nay yang aku kenal dulu.. semangat demi buah hati kalian.. " Nisa kembali memeluk naya. Sampai suara ketukan pintu mengusik mereka.


" nay...


✍️✍️✍️nah nah... kira kira siapa yang menemukan Naya lebih dulu .. papi Arga bapak Dimas Raka atau Arya πŸ€”πŸ€”πŸ€”


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


love you moreeeee 😍😍🌹


"

__ADS_1


"


__ADS_2