
" hubby tunggu sampai sepuluh menit jika kamu masih diam seperti ini kita balik, ngga usah ketemu ibu dan tunda pernikahan kita sampai kamu siap " ucap Fadhly yang sebenarnya tidak rela jik sampai Aya memilih menunda pernikahan mereka.
Setelah hampir sepuluh menit Fadhly menunggu dan tak ada ucapan apa pun dari aya, dengan berat hati pak Fadhly pun bersiap memutar arah mobilnya untuk kembali ke rumah papa Arya untuk mengantarkan Aya. tapi baru saja pak Fadhly hendak menginjak pedal gas mobilnya Aya memegang lengan Fadhly.
" by.. maaf.. Aya " Fadhly menarik nafasnya begitu dalam sebelum menatap Aya.
" ngga papa.. mungkin memang belum waktunya " ucap Fadhly menghibur diri meski sebenarnya dia sangat kecewa dengan Aya.
" by.." belum selesai Aya berbicara Fadhly terus saja memotong ucapan Aya.
" hubby ngerti.. "ucap Fadhly lagi tak membiarkan Aya menyelesaikan ucapannya.
" hubby.. zawja belum selesai bicara " ucap Aya yang gemas dengan calon suami nya yang salah mengartikan ucapannya.
Aya menarik wajah Fadhly dengan tangan kirinya agar Fadhly mau menatap wajahnya.
" by.. dengerin dulu jangan main potong ucapan orang " ucap Aya setelah Fadhly menatap wajahnya.
" maafkan zawja yang sempat labil, mungkin Aya hanya gugup jadi Aya bersikap seperti tadi " ucap Aya sambil menatap mata Fadhly.
" kamu yakin ay.. karena setelah ini kamu tidak akan dapat kesempatan untuk mundur " ucap Fadhly yang kini kedua tangannya mengapit wajah Aya.
Sedangkan Aya hanya bisa mengangguk sambil memejamkan matanya kala melihat wajah Fadhly yang begitu dekat dengan wajahnya. Tapi semua tidak seperti yang di pikirkan Aya apalagi para reader yang mungkin ngarep buat Fadhly nyium Aya.
" ayah ... bunda.. kalian mau apa ?" Aya dan Fadhly langsung kembali ke posisi semula setelah tau jika senja sudah bangun.
" ini kan udah mau sampe rumah nenek ya " tanya senja yang baru saja bangun tidur.
" iya dikit lagi sampe " ucap Fadhly yang kembali mengemudi kan mobilnya ke arah rumah ibunya Fadhly.
Tak sampai lima menit kini mobil Fadhly sudah sampai di rumah ibunya Fadhly bahkan dari luar terlihat jika di rumah ibunya Fadhly sedang ada tamu.
__ADS_1
" by .. tapi kayaknya lagi ada tamu " ucap Aya yang kembali merasa gugup, Fadhly menggenggam tangan Aya yang terasa sangat dingin.
" kamu percaya sama hubby ?" tanya Fadhly yang langsung di sambut anggukan oleh Aya.
Setelah dirasa cukup tenang Fadhly keluar dari mobilnya dan memutar untuk membukakan pintu untuk Aya, sedangkan senja langsung turun saat mobil ayahnya berhenti.
" ayo.. " Fadhly mengulurkan tangan nya agar di genggam oleh ay agar bisa mengurangi rasa gugup Aya. Aya dan jug Fadhly berjalan menuju rumah ibunya Fadhly yang pintunya terbuka lebar dan benar saja di dalam sedang ada tamu.
" assalamualaikum " ucap Fadhly dan juga Aya saat memasuki rumah ibunya.
" Bu.. " Fadhly menyalami ibunya dan juga semua tamu yang ada di sini dan di ikuti Aya dan juga senja tentunya.
" Bu.. " ucap Fadhly menyapa mantan mama mertuanya dan juga adik dari almarhum istrinya.
" Fadhly apa kabar ? ucap ibu mertua Fadhly yang memang sudah lama tidak bertemu mungkin ada sekitar dua tahun tidak bertemu.
" baik mah.. " ucap Fadhly yang mulai curiga dengan kedatangan ibu dan mantan adik iparnya dulu.
" kebetulan Fadhly nya ada di sini, ibu bisa sekalian bertanya pada Fadhly tentang niat kami datang ke sini " ucap mama Zahra mantan mertua Fadhly.
" mamah minta sama ibu buat izinin mas nikah sama Ocha " ucap Ocha yang tak lain adalah mantan adik ipar Fadhly.
ibu nya Fadhly yang bernama Sekar hanya bisa meraih senja yang sebenarnya kurang suka dengan niat mantan besannya yang ingin agar Fadhly turun ranjang yaitu menikahi adik iparnya sendiri.
" maaf Bu.. perkenalkan saya Kanaya Az-zahra calon istri mas Fadhly " ucap Aya memperkenalkan diri agar orang yang menginginkan pak Fadhly pun mundur setelah tau Fadhly datang membawa calon istri nya.
ibu Sekar menatap anak lelaki satu satunya dan juga menatap Aya yang memang terlihat jika Aya berkata jujur akhirnya bisa bernafas lega saat anaknya membawa calon menantu di saat yang tepat.
" salam kenal juga, saya Bu Sekar ibu dari Fadhly " ucap ibu Fadhly bersemangat.
Ocha dan mama Zahra Langsung menatap Aya penuh selidik bahkan mereka melihat Aya dari atas sampai ke bawah, seolah mencari sela untuk bisa menghina Aya. tapi sayang tidak ada satu pun yang membuat mereka bisa menghina Aya.
__ADS_1
" mas kenapa kamu harus mencari orang luar hanya untuk mencari ibu sambung untuk senja ?" tanya Ocha yang masih belum menyerah.
" maaf saya bukan orang luar.. bahkan hubby sudah mengenal saya lebih dari satu tahun bahkan hubby sudah melamar saya tadi malam di depan orang tua saya " ucap Aya yang tidak mau kalah.
" bunda senja mau masuk dulu ya.." ucapan senja menambah rasa kesal di hati mama Zahra dan juga Ocha tentunya, tapi tidak dengan ibu Sekar yang mendengar cucunya memanggil Aya dengan sebutan bunda dan juga Aya yang menyebut anaknya dengan panggilan hubby.
Tanpa banyak bicara mama Zahra dan juga Ocha pun pergi meninggalkan rumah Bu Sekar bahkan tanpa pamit.
" syukur kamu datang tepat waktu " ucap Bu Sekar pada putranya sambil melihat ke arah Aya.
" Fadhly dia benar calon mantu ibu ?" tanya Bu Sekar yang msih belum percaya dengan yang di ucapkan Aya tadi.
" iya Bu.. kita bicara di dalam ya Bu, kasian senja di dalam sendiri " ucap Fadhly sambil merangkul pinggang Aya.
Kini semuanya sudah ada di ruang keluarga sedangkan senja malah tertidur di atas karpet depan televisi.
" Bu.. Fadhly mau nikahin Aya secepat nya " ucap Fadhly langsung.
" jadi Fadhly minta ibu temenin Fadhly buat melamar aya besok malam, dan rencananya Fadhly mau nikahin Aya Minggu depan " ucap Fadhly yang kini duduk bersama dengan Aya bahkan tak segan Fadhly merangkul pinggang Aya di depan ibunya.
" tapi ada satu yang harus ibu tau " ucap Fadhly meski sebenarnya iya ragu apa ibu bisa menerima nya.
" Aya masih sekolah dan sekarang baru kelas sebelas " ucap Fadhly sambil menggenggam tangan Aya
" kami akan menikah secara siri dulu dan setelah Aya lulus baru kami akan menikah secara resmi "
Ibu Sekar menatap anak dan calon menantunya yang memang terlihat sangat serius dan memang jika di lihat dari wajah terlihat jika memang Aya masih sangat belia, tapi saat memikirkan mantan besan dan juga mantan adik ipar Fadhly Bu Sekar tidak memiliki pilihan lain.
✍️✍️✍️ hai hai hai... terimakasih buat yang masih setia baca cerita receh R-kha 😘😘
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹