Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Panggil dia Bu Naya...


__ADS_3

Jangan membuat seseorang nyaman bersama kita jika kita tidak bisa bersamanya selamanya, jangan bersandar pada orang yang mungkin tidak bisa selalu ada bersama kita... karena saat orang itu pergi maka kita akan kehilangan sandaran itu dan butuh waktu lagi untuk bangun dan tertatih..


" ngga usah kayak gitu mas.. jangan buat Naya bergantung sama mas... jika suatu saat mas sendiri yang akan meninggalkan Naya.." Aya yang sedang sarapan pun hanya mendengar tanpa bisa mengerti apa yang di bicarakan papah dan mamahnya.


" tapi nay.. " ucapan Arya terpotong saat tamu tak di undang itu hadir bahkan menempel di dekatnya.


" hai sayang..." Clara merangkul pundak Arya dan mencium pipinya seperti yang biasa dirinya lakukan, Arya yang di perlakukan seperti itu langsung berusaha melepaskan rangkulan tangan Clara dari pundaknya dan melihat ke arah Naya dan Aya


" Aya ayo sayang habiskan sarapannya ada lalat di rumah ini... nanti kalo kita Deket Deket orang yang di hinggapi lalat bisa kena bakteri" naya mengucapkan itu sambil sesekali melihat ke arah Arya dan Clara, sedang Aya hanya menuruti permintaan mamah barunya. dan menuntun Aya menuju kamarnya karena sarapan mereka yang telah habis.


" sayang.. Naya..." Arya panik saat Naya dan Aya mulai meninggalkan dirinya dan clara di meja makan.


" clara lepas...!!!" Arya melepas paksa tangan Clara yang dari tadi berusaha dia lepas. tangan Clara pun terhempas dengan keras, sedangkan Arya beranjak dari duduknya untuk menghampiri Naya yang sudah beberapa langkah dari hadapan Arya.


" nay sayang... " Arya menarik tangan Naya agar menghadapnya.


" nay ngga papa ... silahkan lanjutkan temu kangennya nay mau temenin Aya di kamar.. ya kan sayang ..!! "


" oh iya sayang... Aya masuk dulu ya ke kamar... mamah mau bicara dulu sama papah ok.." Aya pun meninggalkan mamah dan papahnya.


" mas.." Naya melangkah mendekati Arya yang masih diam menghadapnya sedangkan Clara hanya duduk di dekat meja makan melihat interaksi Arya dan Naya meski hatinya mulai bergemuruh terlebih saat Naya mengalungkan tangannya di leher arya.


" mas... hati hati di kantor ... nanti saat sampai kantor jangan lupa semprot badan mas dengan cairan desinfektan agar kuman yang tadi menempel mati .." cup Naya mengecup bi bir Arya bahkan arya sampai takjub dengan yang di lakukan Naya yang menunjukkan bahwa dirinya memang milik Naya


setelah mengucapkan itu semua Naya dengan percaya diri meninggalkan Arya meski dalam hati jengkel melihat Arya yang seolah membiarkan Clara terus mengganggu rumah tangganya.

__ADS_1


setelah melihat Naya pergi menjauh Arya langsung mengambil jas dan tas kerjanya meninggalkan Clara tanpa berniat mengajaknya. sedangkan Clara yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menghentakkan kakinya lalu mengikuti langkah Arya.


" Ar tunggu ada yang harus kita bicarakan.." Arya berhenti namun posisinya masih membelakangi Clara. dan Clara menarik pundak kiri Arya agar bisa menghadap padanya.


" Ar... aku akan membujuk papah agar tetap meneruskan kerjasama kita, tapi kamu harus nikahi aku Ar... aku mau jadi istri kedua kamu Ar... yang penting kamu jadi milikku Ar.." Arya melebarkan matanya kala mendengar apa yang Clara sampaikan lalu dengan kasar Arya melepas tangan Clara tanpa membalas ucapannya.


" Ar... Arya... arhhhh .. aku ngga akan biarin kamu merebut Arya dari aku.. aku akan buat kamu sendiri yang mundur dalam pernikahan ini." Clara sungguh emosi karena Arya yang tidak menyetujui permintaan nya.


Naya hanya melihat itu semua dari jendela atas kamar Aya.


' bahkan wanita secantik Clara saja tidak bisa menggoyahkan hati kamu mas... apa lagi aku..'


Naya berusaha menghibur hatinya yang mulai goyah pada arya, iya akan meyakinkan hatinya dulu dengan apa yang akan dia ambil... apakah membiarkan cinta ini hadir atau mencoba memberi batasan agar hatinya tidak akan terluka suatu saat nanti.


Arya melajukan mobilnya membelah jalanan menuju kantor tapi sungguh hati nya memikirkan Naya..


kita tidak pernah tau isi hati seseorang, karena tidak semua yang kita ucapkan keluar dari dalam hati. sedekat apapun kita dengan seseorang tapi hatinya tidak mungkin bisa kita Selami. seperti halnya Arya yang bersikap manis dan hangat di hadapan Naya tapi di hatinya masih tersimpan rasa yang begitu mendalam untuk orang yang sampai saat ini tidak pernah dia lupakan.. bahkan rasa cintanya pada queenza tidak pernah hilang.


Clara pun telah mencoba berbagai cara untuk bisa mendapatkannya tidak bisa menggoyahkan rasa cintanya untuk queenza meskipun queenza telah meninggalkan nya bersama Aya yang saat itu masih sangat merah dan masih sangat membutuhkan ibunya.


tak terasa Arya telah sampai di kantornya dan kini dirinya sedang menuju ke ruang kerjanya di ikuti Raka di belakangnya.


" Raka... kamu bisa jelaskan hubungan kamu dengan Naya ... bagaimana kamu kenal dia dan apa ada yang belum selesai di antara kalian..." Arya masih ingat akan ucapan Raka yang akan menjelaskan hubungannya dengan Naya saat di kantor..dan kini iya menagih janji Raka padanya.


Raka menatap atasannya itu berharap apa yang iya jelaskan bisa di percaya.

__ADS_1


" saya dan Anaya..."


" tunggu mulai sekarang panggil dia dengan sebutan Bu Arya atau Bu Naya.. tidak ada panggilan lain .." Raka hanya tersenyum mendengar apa yang di sampaikan atasannya


" baik pak... "


" saya dan Bu Naya sejak kecil berteman dia itu tetangga saya saat saya tinggal di rumah ayah regi kalo tidak salah umurnya sekarang ini sama dengan ayu calon istri saya...terakhir saya bertemu Bu Naya saat saya berkunjung ke rumah ayah regi lima tahun lalu tapi saya bisa pastikan saya dan Bu Naya tidak memiliki hubungan spesial mungkin tatapan yang di berikan Bu Naya pada saya itu hanya tatapan kerinduan kepada Kaka atau teman kecil nya dulu.." Raka berusaha meyakinkan atasannya.


Arya bisa melihat jika Raka memang berbicara jujur tanpa ada usaha untuk menutupi sesuatu.


" baik lah saya percaya dengan ucapan mu... jadi saya bisa minta bantuan sama kamu.." Arya sebenarnya malu meminta bantuan pada Raka terlebih masalah Naya.


" kalo memang saya bisa bantu saya pasti bantu..pak...!!" ucap Raka yakin


" saya ingin Naya percaya bahwa saya menerima dirinya bukan hanya karena ayu atau apa pun yang di pikirkan ya..!?


" maksud bapak ...?? bapak dan Naya tidak saling mencintai ??" Arya hanya mengangguk membenarkan apa yang di tanyakan Raka..


sedangkan Raka kini mulai sadar kenapa setelah pernikahan nona Clara masih saja berusaha mendekati atasannya.


✍️✍️✍️kira kira Raka mau ngga ya bantuin Aray buat dapetin Naya sedangkan dirinya saja belum bisa berdamai dengan masa lalu dan mantan di hatinya...


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2