
Arya menghentikan mobilnya di depan rumah pak Dimas dan Bu hera, berharap pak Dimas mau memaafkan semua kesalahan yang iya lakukan ada Naya dan mau memberi kesempatan padanya untuk kembali kembali pada Naya.
tok tok tok
" assalamualaikum " tak lama terdengar derap langkah seseorang yang mendekati pintu dan membukakan pintu itu dari dalam.
" nak Arya ... ayo silahkan masuk " ucap Bu Hera sambil membuka lebar pintu rumahnya.
" siapa Bu..??" tanya pak Dimas dari belakang.
" ada nak Arya pak.." pak Dimas memasang wajah yang tidak begitu ramah saat menemui Arya di ruang tamu rumahnya sedangkan Bu Hera menuju dapur untuk mengambil kan makanan dan minuman untuk suami dan menantunya.
" pak.." Arya mencium takzim tangan bapak mertua nya meskipun pak Dimas menyambutnya dengan setengah hati.
" mau apa kesini..??" ucap pak Dimas ketus.
" saya mau minta maaf atas apa yang saya lakukan pada Naya.. " ucap Arya sembari menundukan pandangan nya.
" saya tau dan sadar jika yang saya lakukan itu salah.. tapi saya bisa jelaskan semuanya.." ucap Arya berusaha meyakinkan bapak mertuanya.
" harusnya kamu berbicara seperti itu pada Naya bukan pada saya.." pak Dimas masih ketus menghadapi Arya.
" saya tau dan saya sudah berbicara pada Naya lewat sambungan telepon.. dan saya hanya ingin meminta izin pada bapak untuk bisa menjemput Naya kembali.." ucap Arya pantang menyerah.
" jika saja saya tidak memandang Arga ingin sekali saya menghajar kamu, agar kamu tau bagaimana sakitnya saya saat anak saya di perlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri "
pak Dimas berusaha meredam emosinya.
" bapak boleh menghajar saya jika itu bisa membuat bapak lega dan mau memaafkan saya.. saya akui saya khilaf dan mungkin karena terbawa suasana jadi saya melakukan semua itu !!" pak Dimas menatap sinis mendengar alasan Arya.
" alasan klasik.. kalo kamu memang tidak mencintai anak saya ya sudah lepaskan dia karena saya masih mampu dan sanggup untuk menghidupi anak saya.." pak Dimas masih belum bisa memaafkan Arya terlebih mendengar alasan yang di utarakan Arya padanya.
" tapi pak anak yang di kandung Naya juga membutuhkan bapaknya "
deg..
__ADS_1
pak Dimas menatap Arya mencari tau melalui matanya apakah Arya tau jika Naya sedang mengandung dan Arya yang bisa membaca tatapan pak Dimas pun langsung meyakinkan nya.
" semenjak Naya pergi saya mengalami kehamilan simpatik dimana saya mengalami mual dan muntah tanpa sebab yang jelas terlebih saat ada wanita yang mendekat saya, mual dan muntah itu tiba tiba saja kembali.."
hahahaha.... pak Dimas tertawa puas seolah apa yang di alami Arya merupakan balasan dari anak yang masih ada dalam kandungan Naya dalam menghukum papahnya yang sempat main gila dengan mantan kekasihnya.
" pintar nya cucuku... masih di dalam perut saja sudah bisa menghukum papahnya yang berbuat tidak adil pada mamahnya " pak Dimas seolah puas mendengar penderitaan Arya saat ini.
Namun tiba tiba Arya bangun dari duduknya dan berlutut di hadapan pak Dimas dan memegang kedua lutut nya sebagai tumpuan.
" pak.. saya tau jika bapak mengetahui dimana Naya saat ini.. saya mohon beritahu saya dimana Naya karena saya ingin menjemput nya dan " belum selesai Arya bicara sudah di potong oleh ucapan pak Dimas
" dan kamu bisa menyakitinya lagi iya ??" Arya menggeleng
" pak jangan bicara seperti itu.." seru Bu Hera menenangkan suaminya.
" bukan seperti itu pak.." Arya mencoba mengatur nafasnya agar lebih tenang.
" saya ingin memulai semuanya lagi dari awal.. saya sadar saya sudah cinta sama Naya dan saya tidak mau kehilangan Naya dan anak kami pak..." ucap Arya yakin.
" apa bukti kesungguhan kamu sama Naya ..?? dan apa yang bisa menjamin jika kamu kedepannya tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama lagi ?? Arya yang mendengar penuturan pak Dimas berfikir keras untuk bisa membuktikan kesungguhan nya.
" kalo dengan saya menyerahkan semua saham perusahaan yang saya miliki pada Naya bisa membuat bapak percaya pada saya maka saya akan memberikannya tanpa ragu"
" tapi saya tidak butuh harta kamu.. dan jika saya menerima apa yang kamu ajukan itu sama saja saya menjual anak saya sendiri " ucap pak Dimas yakin.
" jadi bapak mau nya gimana??"ucap Arya pasrah.
" saya akan memberitahu kamu dimana Naya saat ini tapi kalian tidak akan tinggal di rumah kalian selama tiga bulan.." ucap pak Dimas memberikan penawaran.
" lalu kami harus tinggal dimana??" perasaan Arya mulai tidak enak.
" kalian akan tinggal di sini " ucap pak Dimas dengan senyum penuh arti.
" disini ??" tanya Arya meyakinkan
__ADS_1
" ya.. kenapa ..?? kamu ngga mau.. ?? ya sudah.. saya tidak akan memberitahu kamu dimana Naya.." ucap pak Dimas sambil berdiri hendak meninggalkan Arya.
Arya pun bangun dari berlutut nya dan menyanggupi apa yang di inginkan mertuanya.
" baik lah saya setuju.. jadi saya bisa tau dimana Naya saat ini..??" Arya menatap bapak mertuanya penuh harap..
" Naya ada di rumah temannya di kota c mungkin dari sini ke sana kalo tidak macet dua jam.. tapi kalo macet bisa lebih dari tiga jam.." Arya menatap jam yang melingkar di tangannya menghitung berapa waktu yang tersisa.
" baik pak.. terima kasih.. saya langsung berangkat sekarang " Arya pun pamit pada bapak dan ibu Naya setelah menerima alamat pasti teman Naya yang berada di luar kota.
arya melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan Naya tapi baru beberapa kilo meter Arya mengingat pesanan Naya jika ingin menemuinya.. soto Betawi.. Arya memutar arah menuju restoran yang tak jauh dari kantor KUA tempat Naya dan Arya melangsungkan pernikahan mereka.
Sambil menunggu pesanannya Arya menelpon papi dan maminya jika kini dirinya sedang dalam perjalanan menjemput Naya.
📞📞📞 kringggg
📞📞📞 kringggg
hanya butuh dua kali dering telepon nya telah tersambung
📞" mih.. doakan Arya ya.. Arya sekarang sedang dalam perjalanan menjemput Naya ... titip Aya.. karena mungkin malam ini arya ngga pulang.."
📞" iya ... kamu juga hati hati..jangan terlalu ngebut bawa mobilnya.."
Arya pun menutup sambungan telepon nya karena soto pesanan Naya sudah selesai di buat. Tanpa menunda waktu Arya mulai melajukan mobilnya menuju kota c karena kini waktunya tinggal tiga jam lagi dari waktu yang Naya berikan padanya.
' ya Allah semoga perjalanan kali ini lancar tanpa hambatan dan tanpa macet agar hamba bisa datang tepat waktu dan izinkan hamba bisa kembali bersama dengan istri hamba aamiin 'ucap doa Arya dalam hatinya.
✍️✍️✍️ apakah Arya bisa datang tepat waktu ataukah masih akan ada drama dalam perjalannya kali ini..??🤔🤔
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1