Anakku Yang Memilih Mu

Anakku Yang Memilih Mu
Mas atau Hubby


__ADS_3

Aya yang merasa di permainkan oleh pak Fadhly pun pergi meninggalkan mama papa dan pak Fadhly tentunya menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


Papa Arya yang tau jika pak Fadhly ingin sekali mengejar Aya pun mengijinkan pak Fadhly.


" kejar dan selesaikan urusan kalian, saya yakin anda bisa bijak dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk anda dan juga untuk Aya "


setelah mendapatkan izin dari papanya Aya, pak Fadhly langsung mengejar Aya yang memasuki kamarnya, meski sempat diliputi keraguan terlebih dirinya yang akan memasuki kamar seorang gadis akhirnya memantapkan hatinya dan mulai membuka pintu kamar Aya.


" ay.. " pak Fadhly membuka pintu kamar Aya dengan sangat lebar, jujur ini kali pertama setelah kepergian istrinya, Fadhly mendekati seorang wanita terlebih ini adalah anak didiknya yang bahkan usianya jauh di bawahnya.


Aya yang mendengar suara pak Fadhly pun berbalik menatap laki laki di hadapannya yang kini berada di dalam kamarnya dan Aya juga bisa melihat pak Fadhly sengaja membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar.


" ay.. " pak Fadhly mendekati Aya yang masih diam terpaku tanpa berusaha mendekatinya.


" ay.. maaf jika sikap saya secara tidak langsung menyakiti kamu, tapi jujur saya hanya tidak ingin kamu terpaksa menerima saya dan juga senja " ucap pak Fadhly mencoba meraih tangan Aya yang terasa sangat dingin.


" apa kamu menerima saya dan juga Aya " tanya pak Fadhly yang sudah tidak sabar terlebih melihat reaksi Aya di bawah membuatnya yakin jika kesempatan itu masih ada.


" kak .. kata papa pintunya tutup aja dan selesaikan semua ya dengan pikiran yang tenang " ucap kala sambil menutup pintu kamar Aya sedangkan pak Fadhly menatap tak percaya bahwa orang tua Aya sangat mempercayai dirinya.


Pak Fadhly menarik nafasnya begitu dalam seolah itu semua bisa menghilangkan kegugupannya, karena kini iya berada di dalam kamar berdua dengan seorang gadis.


Bahkan kini bukan hanya kegugupan yang iya rasakan tapi desiran itu kembali hadir di tambah nafsu yang tiba tiba saja muncul di dalam hatinya.


" ay.. tolong jawab.. apa kamu menerima saya untuk bisa menjadi suami kamu dan juga menerima senja untuk menjadi anak sambung kamu " ucap pak Fadhly sambil menggenggam tangan Aya.


" saya laki laki normal yang pernah merasakan indahnya dunia, akan tidak baik jika kita berlama lama di dalam kamar yang tertutup apa lagi kamu begitu menggemaskan ay " ucap pak Fadhly sambil memejamkan matanya karena has rat yang tiba tiba saja hadir.


" Aya mau menerima bapak tapi.. " belum selesai Aya mengucapkan semua nya pak Fadhly malah langsung memeluknya begitu erat, dan Aya bisa merasakan dada pak Fadhly yang begitu keras berdetak bahkan denyutan di bawah pun terasa oleh Aya meski samar.

__ADS_1


" kamu bisa merasakannya ay.. " meski malu tapi pak Fadhly tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk wanita yang sudah bersedia menjadi istrinya, Aya hanya bisa mengangguk meski sebenarnya iya pun malu terlebih saat bagian bawah keduanya yang menempel sempurna.


" jika kamu mengijinkan saya akan menikahi kamu secepatnya " ucap pak Fadhly masih memeluk Aya.


" tapi Aya baru kelas sebelas pak, nanti sekolah Aya gimana ?" tanya Aya yang tidak ingin sampai putus sekolah.


" kita akan merahasiakan pernikahan kita dan kamu masih bisa sekolah seperti sekarang " Aya menengadahkan wajahnya menatap pak Fadhly tapi di luar dugaan pak Fadhly malah meraup bi birnya yang hanya berjarak dua senti.


Aya yang mendapat serangan mendadak hanya bisa memejamkan matanya seperti adegan di film film yang sering Aya tonton jika sedang melakukan adegan ci uman.


Pak Fadhly yang melihat Aya memejamkan matanya seolah mendapat izin dari Aya pun mulai memperdalam ci umannya di bi bir ranum Aya.


Pak Fadhly yang mulai terbawa suasana pun menghentikan ci umannya dan menyatukan keningnya dengan kening aya.


" kita langsung nikah ya Aya.. "


" bapak minta Aya pada papa, mama " ucap Aya dengan pipi yang merona karena perlakuan pak Fadhly tadi.


" keluar yu, akan tidak baik jika kita lama lama berdua di dalam kamar " ucap pak Fadhly sambil menuntun Aya untuk keluar kamarnya.


" pak.. memang ibu nya bapak ngga keberatan jika bapak nikahin Aya ?" Aya yang baru ingat jika pak Fadhly masih memiliki seorang ibu pun tak bisa tidak menanyakan restu yang akan di dapatnya.


" itu jadi urusan mas ok " pak Fadhly pun memutuskan panggilan yang ingin iya dengar dari Aya.


" mas " Aya menunduk malu kala harus memanggil gurunya yang juga calon suaminya dengan sebutan mas.


" iya mas.. atau mau hubby " ucap pak Fadhly mengehentikan langkahnya dan berbalik menatap Aya sedang menunduk.


" hubby.. " meski malu tapi Aya lebih suka dengan sebutan hubby untuk pak Fadhly.

__ADS_1


" hubby " pak Fadhly mengulang ucapannya dan mencuri kecupan di bi bir Aya.


Setelah keduanya sepakat dengan panggilan hubby untuk pak Fadhly mereka pun turun dan langsung di sambut oleh senja yang sedang bermain dengan kala.


" bunda.. eh .. kakak " senja langsung meralat panggilan nya untuk Aya setelah menatap ayahnya.


" senja kenapa kok sekarang panggilnya kakak lagi.. " Aya menatap senja dan juga pak Fadhly yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.


" kata ayah panggilnya kakak karena kita ngga bisa memaksa kakak untuk mau jadi bunda buat senja " ucap senja jujur.


Aya yang mendengar itu menatap pak Fadhly yang malah membuang wajahnya ke arah lain, sedangkan Aya langsung mencubit lengan pak Fadhly yang sudah membuat senja berfikir seperti itu.


"auhh sakit ay.." pak Fadhly pura pura mengusap lengannya yang di cubit aya padahal iya tidak merasakan apapun.


" loh kok malah disini.. papa masih nungguin loh " ucap mama Naya yang melihat Aya dan pak Fadhly ada di ruang keluarga bersama senja dan kala.


" iya mah ini juga mau ke sana " ucap Aya sambil melihat ke arah senja.


" sayang nanti kita bicara ya.. sekarang bunda mau ketemu opa dulu " kala yang melihat wajah berbinar Aya pun yakin jika kakaknya dan ayah dari senja sudah sepakat untuk menikah.


" pah.." Aya memanggil papanya yang sedang membaca berita di portal online langsung meletakkan handphone nya di atas meja dan mempersilahkan Aya dan juga pak Fadhly untuk duduk.


" gimana hasilnya ?" tanya papa Arya langsung tapi melihat wajah keduanya seperti ABG yang baru mengenal cinta, papa Arya yakin jika memang dirinya akan mendapatkan menantu dan juga cucu sambung tentunya.


" bismillah... kami sepakat untuk menikah pak"


✍️✍️✍️ wisss.. papa Arya duwe mantu Karo putu rek 🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2