Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Sakit


__ADS_3

Mereka mampir ke toko buku, mencari beberapa buku dongeng untuk kai, setelah nya mereka makan siang, Berjam jam mereka habis kan berdua


Vin tersenyum akhirnya Naera kembali ceria, Vin tau seberapa trauma nya Naera dengan kejadian 2 tahun lalu.


Sakitnya Naera, lukanya Vin, sebegitu besarnya rasa sayang Vin pada Naera.


"Jangan senyum terus Vin, bibirmu ga cape"


Vin malah terkekeh dengan ucapan Naera. Meraih gelas minuman di depan nya tapi matanya masih menatap Naera yang juga masih sibuk dengan makanan nya


"Vin, kita liburan Yo"


"Ayo, mau liburan kemana"


"Korea"


"Jauh banget sayang , ga ada yang dekat dekat sini aja, Bali , Bandung, Lombok, ga kalah keren"


"Tapi aku maunya ke Korea, mau ketemu Bts"


"Bts?"


"Iya, Bts , mereka ada konser bulan depan"


"Bts, yang buat kamu senyum senyum sendiri kalo liat hp"


Naera mengangguk antusias


"Ga ah, males"


"Loh, kenapa Vin"


"Aku ga suka sama mereka"


"Loh kenapa"


"Mereka, yang membuat wanita ku lebih bahagia dari pada aku"


Naera tersenyum , dia tau suaminya itu cemburu, agak geli juga sebenarnya, bisa bisanya Vin cemburu dengan idola nya yang jelas jelas sampai kapan pun ga akan bisa dekat dengan nya ,aneh memang si Vin


"Kamu cemburu yaaaa" balik kini Naera yang menggoda Vin ,anggap balasan buat Vin


"Iyaaa, puas" sarkas Vin


"Sayang, Aku cuman ngefans sama mereka ga ada juga niatan buat selingkuh Sama dia, kalo pun ada sampai minyak berubah menjadi air tawar pun, itu mustahil suami ku"


Di genggam nya tangan Vin, yang mulai berubah ekspresi wajahnya


"Vin" panggil Naera lembut


"Hemm" jawab Vin singkat


"Boleh ya"


"Engga, boleh ke Korea asal jangan nonton konser"


"Loh, aku mau nonton konser makanya mau ke Korea, kalo ga boleh ya mending gau usah kesana"


Kesal dengan sikap Vin, Naera melepas genggaman tangan nya membuang pandangannya ke arah lain

__ADS_1


"Loh ko malah kamu yang marah"


"Makanya nonton konser"


"Nae, kita udah punya anak sayang , masa kamu tega ninggalin dia jauh jauh ke sana, kalaupun di bawa ke Korea masa kamu tega ninggalin aku sana kai"


Dan akhirnya vin yang harus membujuk istrinya, dengan menggunakan kai sebagai alasan padahal dia cemburu berat dengan idola istrinya, Vin tidak suka ada pria lain yang bisa membuat Naera tersenyum selain dirinya. Egois memang si Vin , tidak papa karena dia cinta


Naera terlihat mempertimbangkan ucapan Vin, ada benarnya juga, Naera mana bisa jauh jauh dari kai, kalo pun kai ikut masa dia ninggalin anak sama Suami untuk bersenang senang sendiri. Mana tega Naera.


"Iya kamu benar Vin"


Vin tersenyum puas


"Jadi mau liburan kemana"


"Nanti deh aku pikirkan lagi, semoga Indonesia masuk list tour Dunia bts tahun ini jadi aku ga perlu jauh jauh ke luar negeri biar bisa ketemu mereka"


Vin melongo, iya benar juga kenapa dia melupakan satu hal itu. Vin memutar bola matanya jengah.


...........


Selesai sudah kencan pasutri itu, sekarang saatnya kembali ke kehidupan nyata. Menjemput pangeran kecil di sekolah


10 menit mereka menunggu akhirnya kai pulang. Mereka turun menghampiri kai yang berjalan Dengan salah satu guru di sekolah nya


"Makasih" ucap Naera lembut pada guru yang sudah mengantar putranya, Vin mengendong kai sedangkan tasnya di bawa Naera


"Gimana sekolah nya" tanya vin


"Cape" kai memeluk erat leher ayahnya, sesekali menggesek wajah nya di leher sang ayah


" Kenapa cape" sekarang Naera yang bertanya


Di dalam mobil Naera mendudukkan kai di atas pangkuannya, biyasanya kai duduk di kursi belakang tapi entah kenapa anaknya itu merengek minta di gendong terus


"Mamah beliin buku dongeng baru Lo"


Kai yang biasanya kegirangan kalo Naera membelikan nya buku baru, sekarang malah tidak ada respon .kai yang duduk menghadap Naera di atas pangkuan Nara, hanya diam dengan wajah di tengelam kan Di dada sang ibu


"Anak mamah kenapa"


Naera merasakan dahi putra nya hangat, naera membenarkan posisi kai , mengusap kembali kepala kai memastikan kalo anaknya itu tidak demam


Tapi nyatanya kai demam, wajah nya pun sudah memerah, matanya sayu,


"Vin , kai demam"


"Kita bawa kerumah sakit atau pulang"


"Kita pulang aja kai, kalo demamnya ga turun baru kita bawa kerumah sakit, aku ga mau kalo anakku nanti di suntik, atau lebih parahnya darahnya di ambil untuk keperluan tes, aku ga mau , aku masih bisa merawat anak ku di rumah kalo hanya dengan biasa"


Vin mengangguk mengiyakan perkataan Naera yang begitu panjang


Kalo bisa memilih Naera ingin kai masuk kerumah sakit lagi


Waktu kau umur 6 bulan , kai juga demam Naera dan Vin membawanya kerumah sakit , karena ini kali pertamanya mereka mengurus bayi , mereka kawatir setengah mati melihat anaknya demam


Saat di rumah sakit, mereka di sarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut takutnya ada hal lain di sakitnya kai , mereka setuju akhirnya untuk di lakukan prosedur pengambilan darah

__ADS_1


Entah apa yang salah perawat yang menangani kai kesulitan mencari titik yang pas untuk di ambil darahnya.


Naera mulai resah karena untuk kedua kalinya si perawat memasukkan jarum ke tangan Mungil putranya. Sukur nya berhasil kali ini


Tapi tidak berhenti di situ perawat juga kesulitan memasang kan infus di tangan kai, melihat hal itu Naera sudah tidak tahan lagi, dia membawa kai di dalam gendongan nya menolak untuk di lakukan tindakan pemasangan infus pada kai.


Tapi itu penting, setelah di bujuk Naera akhirnya setuju kai di pasang kan infus, untungnya berhasil


Semenjak itu Naera selalu merawat anaknya sendiri dirumah.


Takut kejadian beberapa tahun lalu terjadi lagi pada putranya


Karena trauma mendengar tangisan kai.


...........


Sesampainya di rumah Naera mengganti pakaian kai dengan baju yang lebih nyaman, membaringkan tubuh kai di atas kasurnya, yang bisa di bilang besar untuk di tiduri anak umur 4 tahun.


naera mengompres kai, mungkin kai hanya kelelahan makanya demam,


Naera memberikan obat yang tadi mereka beli saat di perjalanan, Setelah meminum obatnya kai tidur dengan pulas nya.


Naera masih setia di samping kai sesekali mengusap kepala putra nya, sampai lupa kalo dia belum memasak apapun untuk Vin, entah dimana Vin sekarang tadi dia ada ikut menjaga kai tapi keluar setelah kai tidur


............


"Vin kamu dimana"suara Naera mencari Vin di dalam kamar


"Vin , kamu di dalam"


Naera juga mengetok kamar mandi tapi Vin juga tidak ada di sana, kemana perginya Vin.


"Vin"suara Naera sedikit mengeras


"Aku di bawah sayang"


Naera turun setelah mendengar suara Vin ternyata suaminya itu sedang sibuk di dapur.


"Masak apa"


Naera berdiri disebelah Vin yang sibuk dengan masakan nya, Vin terlihat sempurna dengan bandana hitam di kepala nya, rambut panjang sedikit bergelombang benar benar membuat Naera terpesona, hanya dengan baju kaus rumahan, kenapa Vin bisa terlihat begitu sempurna


Naera bukan menatap masakan Vin tapi pandangan nya menatap sang suami.


"Jangan di pandang terus nae"


Naera jadi salah tingkah sendiri karena ucapan Vin, Vin jelas tau kalo Naera sejak tadi menatap nya. Naera lekas mengambil pisau lain untuk membantu Vin mengupas bawang merah yang sudah di siapkan Vin sebelumnya.


Vin hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya, Vin memang suka menggoda istrinya.


Kalo sudah urusan memasak mereka akan diam,fokus dengan masakan di depan nya , tidak terasa semua selesai karena mereka memasak nya berdua.


Bukan makanan mewah hanya spaghetti untuk makan malam.


Selesai memasak mereka langsung menikmati masakan nya di meja makan. Di meja makan mereka suka berbicara random ada aja topik yang mereka bicarakan. Itu kalo lagi berdua beda lagi kalo ada kai. Vin seakan menjaga image di depan anak nya kalo hanya Naera Vin bisa membicarakan apa aja asal suasana makan nya menyenangkan


"Enak ga"


Naera menganguk, susah kalo harus menjawab saat mulut penuh makanan

__ADS_1


Tangan Vin terulur mengusap ujung bibir Naera yang sedikit kotor . Sontak hal itu membuat Naera terkejut karena sentuhan Tiba tiba belum lagi pandangan mata Vin


Pada akhirnya mereka saling Menatap, pandangan mereka bertemu lama, sampai suara tangisan kai menyudahi acara tatap tatapan itu.


__ADS_2