
"iyaa, sebentar"
Teriak naera dari dapur, setelah mendengar pintu nya di ketok dengan cukup kuat, siyapa yang bertamu sepagi ini, hari ini akhir pekan naera sedang menyiapkan sarapan untuk kai yang masih tidur di balik selimut tebalnya
Naera tersenyum hangat melihat siyapa yang datang, ibu mertuanya yang datang, dengan membawa satu tas berisi mainan.
Walaupun ibu mertuanya tidak memberikan kesan hangat sama sekali naera tetap tersenyum menyambut nya
"Masuk mah"
Belum selesai ucapan naera, ibu mertuanya sudah melenggang masuk melewatinya bahkan bahunya sedikit di dorong dari jalannya.
Walaupun di perlakukan seperti itu, naera tetap berusaha baik dengan mertuanya walau bagaimanapun wanita itu ibu dari suaminya mertuanya seperti apapun sikapnya tidak akan merubah posisinya sebagai menantu.
Tanpa mau berbasa basi lebih dulu , keren ibu dari Vin naik ke lantai 2 tepatnya ke kamar kai.
Membuka pintu kamar kai ternyata cucunya itu masih tidur , keren mendekat duduk di tepi ranjang kai, mengusap lembut Surai kai senyum tulus nampak dari wajah yang sudah tidak muda lagi, senyum yang sama sekali belum pernah ia tampakkan untuk naera.
Jangan kan senyum berbicara saja keren enggan sebegitu bencinya kah keren dengan naera.
Keren menyusun berbagai macam mainan di atas nakas kai, setelah nya dia kembali keluar turun kelantai dasar
"Saya ingin minum teh" keren mengucapkan itu dengan kaki yang terus melangkah keruang tamu
Ada rasa syukur di hati naera, baru kali ini ibu mertuanya meminta sendiri di buatkan teh, naera membuat kan teh hijau kesukaan keren, sama persis dengan kesukaan Vin.
Selesai menyiapkan teh , naera juga menyiapkan cake cookies yang tadi dia buat untuk kai, meletakkan nya di atas nampan putih polos.
"Di minum mah"
"Vin ada menghubungi mu"
Keren meletakkan kembali cangkir tehnya di atas nampan
"Belum ada mah, kayanya Vin masih sibuk"
"Sukur deh" keren tersenyum sinis, menatap intes wajah naera , yang tadinya terlihat bahagia tapi setelah mendengar ucapan keren berubah seketika
"Saya berharap Vin bisa menemukan kebahagiaan nya di sana"
Dahi naera berkerut tidak paham dengan ucapan mertuanya,tapi naera juga enggan bertanya Takut jika keren marah lagi padanya
"Mah cookies nya di coba, Vin bilang mamah suka cookies"
"Iya, saya suka tapi tidak dengan buatan mu
Naera menelan ludah nya kasar, memang apa yang naera harapan kan, mendapatkan perlakuan hangat tidak jangan harap.
Dengan hanya minta di buatkan teh bukan berarti keren mau menerima nya , jangan konyol naera.
Keren berdiri dari duduknya , merapikan pakaian dengan harga selangit yang selalu ia kenakan.
Menenteng tasnya, sebelum pergi keren mengucapkan sesuatu,
"Vin sudah bahagia disana, tidak perlu menunggunya , dan bersiap lah"
Hanya itu , tapi kalimat itu benar benar terdengar ambigu di telinga naera , apa maksut dari keren kenapa keren berucap demikian
Pikiran naera sudah melayang kemana-mana naera bukan wanita lugu dia paham betul maksut dari ucapan keren.
Tapi naera masih berusia berpikir positif, menghilang kan semua pemikir aneh di dalam Kepala nya
__ADS_1
Vin hanya sibuk,ya Vin sibuk
Seberapa kerasnya naera untuk berpikir positif tapi sulit, kalimat yang ibu mertuanya ucapkan sangat jelas, naera bisa memahami setiap kata yang keren ucapan kan
Tidak, tidak, jauhkan segala pirasat buruk itu dari pikiran naera
Dreet
Dreet
Dreet
"Vin" dengan cepat naera menyambar ponsel yang dia letakkan di meja mekan
"Vin, aku kangen"
"Aku juga sayang, maaf baru bisa nelpon"
"Vin"
"Iya, kenapa sayang"
"Aku kangen" terdengar kekehan dari Vin
"Iya sayang , aku juga kangen"
"Vin kapan pulang"
"Sebentar lagi nae, kai mana"
"Dia masih tidur, tadi malam dia nangis tau"
"Kangen sama papahnya"
"Aku juga kangen banget sama kalian"
"Vin, tadi mamah kerumah"
"Mamah?"
"Emm"
"Kamu , ga di marahin lagi kan"
"Engga ko Vin mamah datang cuman nganterin hadiah buat kai , habis itu pulang"
"Syukurlah, kabar kalian gimana sehat kan
"Iya, kami sehat kamu gimana"
" Aku juga sehat"
"Vin kau tau......"
Tit
Tit
Tit
Sambungan telepon terputus sepihak, naera menatap ponselnya Vin menutup panggilan nya secara sepihak, ada apa , apa Vin mendapat masalah di sana, apa Vin baik baik saja. Bukanya merasa kesal karena Vin mematikan ponselnya padahal dia sendiri ingin bercerita banyak pada Vin tentang keseharian nya bersama kai, tentang tumbuh kembang kai yang akhir akhir ini di lewatkan Vin. Naera malah kawatir, Vin mendapat masalah karena tidak biasanya Vin memutuskan panggilan secara sepihak seperti ini.
__ADS_1
........
"Clara , ada apa dengan mu "
Clara yang merebut ponsel dari tangan Vin , memutuskan panggilan secara sepihak.
"Aku tidak suka kau menghubungi nya jika sedang bersama ku"
"Dia istri ku , aku bisa menghubungi nya kapan saja, kau tidak berhak melarang ku"
Terlalu muak dengan sikap kurang ajar Clara, Vin meninggalkan Clara sendiri , menutup pintu kamar hotel nya dengan cukup kuat, Clara bahkan sampai terkejut di tempat nya.
"Dasar wanita tidak tau diri, Vin membentak ku karena kau naera, tunggu saja aku akan membalas mu naera "
Clara menyusul Vin dengan cepat, Vin yang belum jauh dengan mudah di temukan Clara, Clara menggandeng lengan kiri Vin, tidak ada juga penolakan dari pria itu , Vin membiarkan Clara bersikap manja padanya.
"Mau kemana"
"Makan"
"Vin hari ini akhir pekan, kau tidak kekantor kan"
"Hemm"
Clara yang tadi berjalan disamping Vin dengan antusias berdiri tepat di hadapan Vin, mengehentikan langkah vin
"Bagaimana kalo kita ke pantai"
"Malas, kau saja"
"Viin, kau masih marah yaa, maaf"
Tidak di gubris, Vin lebih memilih masuk kedalam mobilnya, Clara yang merasa di abaikan berdecik kesal dan ikut masuk kedalam mobil
"Viin" terdengar lirih
"Maaf" Clara menggenggam tangan kiri Vin, matanya tidak lepas memandangi wajah Vin
"Hem"jawab Vin singkat
"Jadi mau ke pantai"
Malas berdebat, Vin tau tabiat Clara semakin di tolak semakin gencar memaksa, malas sebenarnya , Vin ingin istirahat saja, tapi Vin tau jika memang menolak permintaan Clara , Clara akan mengacaukan hari liburnya . Dan pilihan terbaik mengiyakan permintaan Clara
Vin hanya mengangguk mengiyakan permintaan Clara, Clara yang kelewat bahagia mencium pipi kanan Vin .
Tidak ada respon, tidak marah, tidak juga menolak sebagai mana mestinya, Vin seakan membiarkan apapun yang ingin di lakukan Clara,
Sesuai rencana, setelah makan di restoran cepat saji, vin melajukan mobilnya menuju pantai indah yang selalu menjadi tempat tujuan wisatawan baik dari dalam maupun luar selalu menjadi pilihan .
Clara turun dari mobil berlari lebih dulu meninggal vin , terpancar raut yang teramat bahagia dari wajah Clara, tidak bohong, Vin juga tersenyum melihat Clara yang begitu bahagia
Selama mereka pacaran , Vin suka mengajak Clara traveling kesetiattp tempat indah di Indonesia, Clara memang suka traveling, dan tujuan utamanya pantai. Mereka berdua sering bertraveling saat masih pacaran.
Bagaimana untuk sekarang, apa mereka masih bisa di sebut pacaran, sedangkan tidak ada kata putus dengan hubungan mereka. Entah lah Vin sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.
Di satu sisi dia senang Clara wanitanya yang hampir membuat Vin gila karena kepergiannya kembali dengan keadaan sehat di sisi lain ada naera yang sekarang punya tepat tersendiri di hatinya
"Vin sini" Clara melambai kan tangannya, karena vin terlalu lama Clara berlari menghampiri Vin menarik tangan pria itu untuk berlari bersama nya
.........
__ADS_1