
Sesampainya mereka di rumah sakit kai langsung di ambil alih tenaga medis.
Rasa Kawatir Naera semakin menjadi karena putra semata wayangnya itu enggan juga membuka mata.
Setelah selesai mendapatkan perawatan, dokter memberitahu Naera kalo kai tipes.
Untung nya Naera cepat membawa anaknya itu ke rumah sakit, jika terlambat sedikit saja entah apa yang akan terjadi pada kai
Jika sudah berurusan dengan putranya air mata Naera akan mudah jatuh tanpa permisi.
Ibu mana yang tega melihat anaknya terbaring lemas tidak berdaya, anak yang biyasanya tersenyum bahagia tertawa bermain riang kini hanya bisa berbaring lemah di atas kasur rumah sakit
Anda bisa, Naera ingin sakit kai di pindah kan Saja ke dirinya. Asal anaknya itu bisa sehat lagi.
Vin yang mendapat pesan dari Naera kalo kai di bawa ke rumah sakit dengan cepat menyusul keluarga nya di rumah sakit.
Vin berjalan dengan tergesa meyusuri setiap lorong rumah sakit, setelah tau kalo putri nya di rawat di ruang VIP yang terletak di lantai 3 rumah sakit
Mungkin karena terlalu kawatir, Vin malah tidak sengaja menabrak seorang dokter wanita hingga keduanya sama sana terjatuh
"Maaf, maaf, saya kurang hati hati"
Vin berdiri lebih dulu mengulurkan tangan untuk membantu dokter yang dia tabrak tadi
"Maaf saya tadi buru bu,,,,,"
Ucapan Vin terhenti setelah tau siyapa dokter wanita yang ia tabrak .
"Clara" mata Vin membola tidak percaya
"Vin" keduanya sama sama terkejut, wanita yang bernama Clara itu dengan lancangnya memeluk Vin yang masih mematung
"Vin, aku merindukan mu"
Tangan Vin terangkat membalas pelukan Clara, bahkan Vin menenggelamkan kepalanya di pundak Clara , mereka sekarang terlihat seperti sepasang kekasih yang baru bertemu
Vin bahkan mengusap lembut rambut Clara sama persis seperti yang ia lakukan pada Naera.
"Kamu kemana aja"
"Vin, aku merindukanmu mu"
"Aku juga"
...........
__ADS_1
"Vin kenapa belum datang juga "
Naera berbicara dengan dirinya sendiri sudah 2 jam sejak Vin menelpon nya, memberitahu kalo dia akan segera kerumah sakit tapi sampai sekarang batang hidung Vin belum terlihat juga, kemana Vin
Naera yang ingin menelpon Vin terhenti, melihat kai mulai sadar matanya sedikit memincing menyesuaikan lampu rumah sakit yang berbeda dengan lampu kamarnya
"Anak mamah sudah bangun"
"Yang mana sakit na, bilang sama mamah "
"Kepala nya pusing"
Kai menggeleng , tangan nya terangkat meminta Naera menggendong nya
Karena susah , untuk mengendong kai seperti biasa Naera ikut bergabung di atas ranjang membaringkan kai di atas pangkuannya
Mengusap pelan Surai hitam legam milik kai
"Mah,papah mana"
"Papah di jalan , mungkin sebentar lagi sampai"
"Mah mau makan"
"Iya, kai mau makan bubur mah, bubur yang biasa mamah buatin"
Naera teringat bubur yang tadi ia buat di rumah, ingin pulang mengambil buburnya tapi Siyapa yang menjaga kai , vin belum juga datang
Naera sekali lagi menelpon kai, tapi nihil hanya suara operator yang menjawab panggilan nya
Siyapa sekarang yang bisa ia mintai tolong , anaknya ingin makan bubur
Tidak ada pilihan Naera terpaksa meninggalkan kai sebentar, sekalian juga Naera ingin mengambil beberapa baju ganti untuk kai.
Entah kemana perginya suaminya sekarang, harusnya Vin ada menemaninya merawat anak mereka
"Kai tunggu di sini sebentar ya, mamah pulang dulu buatin kai makan"
Kai menganguk
"Anak mamah pintar"
"Mah jangan lama ya, kai takut sendirian"
"Iyaa sayang"
__ADS_1
...........
Naera pikir mungkin Vin ada di rumah, tapi sesampainya Naera di rumah tidak juga menemukan Vin , kemana sebenarnya suaminya itu, tidak ada kabar Naera cemas takut terjadi sesuatu pada Vin
Bantu Naera menyingkirkan pikiran pikiran buruk di kepala nya sekarang
Naera memanaskan bubur yang sebelumnya ia letakkan di lemari pendinginan.
Selesai dengan bubur kai, Naera ke lantai dua menyiapkan beberapa setel pakaian untuk kai.
Ta lupa Naera juga mengambil beberapa buku dongeng untuk dia bacakan di rumah sakit
Selesai semuanya, Naera kembali menghubungi Vin tapi lagi lagi hanya suara operator yang menyambut nya
Belum sempat Naera keluar dari kamar kai, sakit kepala kini kembali menyerang nya. Naera meringis kesaksian setiap sakitnya datang tubuhnya seakan di timpa berton ton beban
Sakit luar biasa, darah segar juga mulai mengalir dari hidungnya, Naera meringis dengan tangan mencengkeram kuat rambutnya.
Sebenarnya naera sudah merasakan denyutan di kepalanya tapi ia abaikan, dan sekarang rasa sakit nya semakin terasa, naera sudah tidak tahan lagi.
"Akkhh" sakittt
Dengan kesusahan Naera mencoba berdiri berjalan keluar dari kamar kai menuju kamar nya
Badannya lemas, benar benar lemas, tidak mampu lagi menahan beban tubuhnya , sakit kepalanya nya sungguh menyiksa Naera, belum sempat Naera sampai ke kenari nya
Tubuhnya ambruk ke lantai. Perlahan tatapan nya berubah menjadi samar dan kesadaran nya hilang.
...........
Entah berapa lama Naera pingsan, dia bangun dengan keadaan langit yang sudah gelap.
Dengan tubuh lemah nya Naera berusaha bangun, duduk di tepi ranjang.
"Kai" Naera teringat anaknya yang ia tinggalkan sendirian
Dengan cepat Naera mengambil tas yang sudah ia persiapkan, tanpa memperdulikan penampilan nya yang sudah tidak karuan.
Sayangnya bubur kai sudah basi, Naera terpaksa membuat ulang bubur untuk putranya.
Dia juga berpikir mungkin sudah ada Vin disana, atau setidaknya ada perawat yang selalu datang mengontrol putranya.
Sudah selesai, Naera kembali ke kamarnya untuk sekedar membersihkan diri dan mengganti pakaian
.............
__ADS_1