Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Bertemu lagi


__ADS_3

..."Untuk memaafkan memang mudah, tapi untuk melupakan rasanya tidak mungkin, terlalu dalam luka yang kau goreskan, Hingga aku tidak tau lagi cara menyembuhkannya selain menghilang"...


"Duduk nae"


"Daf ada yang salah yaa di muka ku"


"enggak ko"


Naera sedikit tidak nyaman karena Daffa terus menatapnya, naera berusaha mengalihkan perhatian Daffa ke kai tapi pria tetap saja memandanginya,


"Nae"


"iyaa kenapa daf"


kamu cantik banget malam ini"


Naera semakin tidak nyaman mendapat pujian dari Daffa, sejak ia turun tadi , Daffa terus memandanginya__sampai sekarang, bahkan Daffa tidak segan memuji naera di hadapan kai, untung anaknya itu sibuk dengan dunianya sendiri.


rasanya naera ingin menggendong kai pergi dari tempat makan mewah itu sekarang juga, naera benar benar merasa tidak nyaman dengan sikap bosnya.


Naera tertawa hambar merespon ucapan Daffa, berusaha memandangi hal lain dari pada harus melihat wajah Daffa


Naera semakin di buat terkejut dengan apa yang Daffa lakukan, pria itu menyelipkan rambut naera ke belakang telinganya, ia hanya bisa diam mematung seakan aliran darahnya berhenti mengalir,.


"Maaf nae, aku ga maksud, tadi refleks aja pengen benerin rambut kamu"


"ah, ga pa__pa, naera menyeruput minumannya untuk mengurangi sedikit rasa gugup karena ulah Daffa


"Mamah__ lapar"


"iya sebentar ya kai" Daffa menenangkan anak itu yang mulai merengek, Daffa juga mengangkat tubuh kecil kai di atas pangkuannya


"Daf aku kebelakang sebentar yaa


"iya nae, kamu ga papa ke belakang sendiri apa mau aku temani"


"a ga___aa usah daf, aku titip kai sebentar yaa"


"sumpah demi tuhan ga papa daf" batin Naera


itu hanya alasan naera saja iya ingin menghilangkan rasa canggung di hadapan Daffa.


saat menyusuri lorong tangan Naera di tarik kasar oleh seseorang, membawanya masuk ke ruangan dan menutup kasar pintunya.


"lepaskan saya, lepaskan" naera memberontak dengan wajah menunduk takut.

__ADS_1


naera diam saat pria itu menariknya masuk ke dalam dekapannya, naera mengenali pelukan hangat siapa itu, naera masih mengingat betul seberapa hangat dulunya pelukan itu, pelukan yang biasanya sangat naera rindukan, tapi sekarang keadaannya berbeda naera ingin melupakan semuanya, termasuk pelukan hangat itu.


wangi tubuhnya masih sama tidak ada yang berubah, dekapannya masih sama seperti terakhir kali mereka melakukannya, deru nafasnya pun masih sama , tidak ada yang berubah, hanya saja perasaan naera yang berubah, ia tidak lagi menginginkan hal itu.


"nae, aku merindukanmu nae" iya__ itu Vin.


flashback on


Vin yang baru sadar dari tidurnya keluar untuk mencari makan, dan sampai lah ia di tempat yang sama dengan Naera dan Daffa, Vin yang datang lebih dulu di sana, Vin yang duduk tidak jauh dari mereka melihat anaknya untuk pertama kali setelah satu tahun.


"kai, anakku " Vin ingin beranjak tapi ia urungkan, perhatiannya __ fokus nya teralihkan dengan dua orang dewasa yang saling melempar senyum.


"naera" gumam Vin


Vin tidak ingin berpikir yang macam-macam, ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, tapi hati Vin terasa teriris saat melihat pria itu menggendong anaknya, mereka begitu dekat Sampai kai menciumi pipi pria itu seperti yang biasa anak itu lakukan pada Vin.


Vin mengepal tangannya menahan sesak di hati ketika tangan pria itu dengan berani menyentuh rambut naera.


flashback off


"Naee aku kangen"


Vin mengeratkan pelukannya tapi Naera sama sekali tidak membalas pelukan Vin, naera jiga tidak berusaha melepaskan diri,


Naera tidak tau harus berbuat apa, hal yang paling ia takutan justru terjadi di saat yang ta terduga.


"naee, kamu kemana aja"


"nae jangan diam aja bicaralah"


naera memberanikan diri menatap wajah Vin, tidak ada rasa selain rasa muak dengan Vin, hinaan Vin kembali terngiang di kepalanya, cacian keren, tuduhan menyakitkan suaminya sendiri kembali berputar di dalam sana.


Naera ingin pergi dari sana tapi jelas Vin tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, sudha cukup Vin menahan kerinduan selama satu tahun ini, sudah cukup Vin merasa kehilangan selama ini, kali ini Vin tidak akan membiarkan Naera nya pergi lagi


"lepasin aku Vin" naera berusaha melepaskan cekalan tangan Vin di pergelangan tangannya


"enggak nae kita pulang yaah, kita mulai semua dari awal"


"ga bisa Vin , aku ga bisa, kiat ga akan bisa kaya dulu lagi"


"KENAPA NAE, KENAPA " Tanpa sengaja Vin membentak nya lagi, naera menatap dalam manik Vin yang mulai berkaca-kaca, merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"KARENA SEKARANG SEMUANYA SUDAH BERUBAH VIN, ga ada Naera yang naif lagi, ga ada Naera yang rela mengorbankan segalanya untuk pria seperti kamu Vin, ga ada Naera yang rela bertahan meski harga dirinya berkali kali di rendahkan, ga ada Naera yang selalu menutup mata dari kebenaran tentang semua hal yang kamu lakukan dengan Clara di belakang aku Vin, ga ada"


"naee, aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi , kita mulai semua dari awal, aku mohon "

__ADS_1


naera menggeleng,


"tidak ada yang perlu di perbaiki lagi Vin, semuanya sudah berjalan seperti seharusnya, semuanya sudah sesuai dengan apa yang ibu kamu mau selama ini Vin"


"pulang lah, dan mulailah hidup yang baru"


"tentang kita___ biarlah semua menjadi kenangan"


Vin kembali mendekap naera, menumpahkan semua air matanya di pundak naera.


sampai Dering ponsel milik Naera membuat Vin melepaskan pelukannya.


"*iya daf"


"kamu di mana nae, kamu ga papa kan"


"iya daf ini juga udah mau kelar, sebentar yaaaa*"


"mamahh cepat " teriak kai dari sebrang sana


"iyaa sebenar nak"


Naera melengos pergi begitu saja, meninggalkan Vin


"setidaknya ijinkan aku bertemu kai" teriak Vin , tapi berhasil menghentikan langkah naera, naera tidak sejahat itu memisahkan Vin dengan kai, sudah cukup baginya memisah Vin selama satu tahun dari anaknya, naera kembali memutar tubuhnya menghadap Vin


"ini nomor baru ku, datang lah temui kai kapan pun kamu mau, aku tidak ada hak melarang kai bertemu dengan papah nya, kai juga sangat merindukan kamu"


"gimana dengan mu, apa kamu tidak merindukan aku"


naera menunduk dan kembali menjauh


"aku tau nae kamu juga merindukan aku , sama seperti aku__ kamu juga begitu tersiksa akan semuanya, dan aku masih percaya dengan takdir, jika memang kamu di takdirkan untuk ku, mau bagaimana pun caramu menjauh aku akan tetep bisa menemukan kamu naera, ingat janji ku nae, aku ga akan pernah mau berpisah dengan mu "


naera mengabaikan teriakan Vin, sudut matanya kembali mengeluarkan air mata.


naera menemui anaknya, naera menggendong putranya, mata Naera berkaca kaca , hal itu jelas dapat di lihat oleh Daffa,


"nae kamu nggak papa " naera menggeleng,


"daf, aku mau pulang"


tidak ada bantahan atau pertanyaan lagi dari Daffa, ia mengambil jas yang ia lepas tadi.


Daffa memasangkan jasnya di bahu naera, udara terlalu dingin di tambah naera hanya menggunakan pakaian Langen pendek.

__ADS_1


"ayoo"


dari jauh Vin memperhatikan ke tiganya, Vin mengepalkan tangannya menahan emosi.


__ADS_2