
waktu terus berjalan, tidak terasa tinggal beberapa hari lagi Vin harus kembali ke Jakarta, itu tandanya perpisahan mereka sudah di depan mata, sekeras apapun Vin berusaha mendapat kembali kepercayaan naera tali hasilnya sia sia.
naera tetap pada pendiriannya, ingin berpisah dengan Vin, sudah hampir satu bulan juga Naera menghabiskan waktu bersama Vin, mencoba mencari alasan atau berusaha menerima Vin lagi di hidupnya, tapi tetap saja akal dan logikanya memintanya untuk tetap berpisah
naera juga mengambil cuti akhir tahunnya, sebenarnya naera hanya belum bisa bertemu dengan Daffa, setelah kejadian di ruangan Daffa waktu itu, menatap wajah Daffa saja rasanya sulit ia lakukan, akhirnya naera memilih mengajukan cuti, sebenarnya ia ingi Risen tapi ia juga merasa tidak enak dengan Jehan yang sudah susah payah membuatnya bisa bekerja di sana, tapi ia justru dengan mudah meminta Risen hanya karena alasan pribadi. satu satunya pilihan yaitu mengajukan cuti akhir tahun, berharap dengan waktu sebulan ia bisa kembali bekerja seperti biasa dengan Daffa.
bukan hanya menghabiskan waktu sebagai orang tua untuk kai, mereka juga menghabiskan waktu bersama di atas ranjang, saling bertukar peluh di bawah selimut yang sama, melakukan penyatuan tanpa henti. tapi tetap saja hal itu tidak menggoyahkan keputusan naera, setiap selesai berhubungan dengan Vin naera selalu meminum obat tanpa sepengetahuan Vin
seperti sekarang, Naera hampir lupa meminum obatnya
"nae" panggil Vin membuat Naera menjatuhkan obat itu dari tangannya, membuat obat itu berhamburan kemana mana
Vin membuka pintu kamar mendapati naera yang sedang meminum sesuatu, Vin kembali karena ada berkas yang tertinggal.
"kamu lagi apa nae ?, kamu minum obat?, kamu sakit yaa?" naera panas dingin tidak tau harus melakukan apa, ia dengan cepat memunguti obat obatan yang berserakan di mana-mana,
"v__vin, kamu ko masih di rumah bukannya tadi sudah be___berangkat yaa" tanya Naera gugup bukan kepalang.
Vin tidak menjawab pertanyaan naera, ia berjalan mendekati Naera
"kamu sakit nae"
"kamu minum obat apa nae?"
"e__e__enggak ko Vin bukan apa apa"
"jangan bohong nae aku lihat kamu meminum sesuatu "
naera takut, takut Vin marah dengan apa yang ia lakukan, entahlah naera hanya berpikir Vin sengaja terus menidurinya setiap malam agar ia hamil dan ia tidak ada alasan untuk bercerai dengan Vin
naera menyembunyikan botol obat itu di Balik tubuhnya, ia mencoba menghindari tatapan Vin
Vin merampas botol obat yang di sembunyikan naera di balik tubuhnya, Vin hanya takut Naera sakit , dan menahan sakitnya lagi seorang diri
__ADS_1
Vin mengerutkan keningnya menatap obat yang ia pegang
"kamu minum ini nae?" tanya Vin dengan sorot mata berharap apa yang sekarang ada dipikirannya salah, naera bungkam, membuat emosi Vin tersulut
"JAWAB AKU NAERA, KAU MEMINUM OBAT SIALAN INI " , naera mengangguk ketakutan, ia kembali mendengar bentakan Vin yang begitu menakutkan, bentakan Vin yang membuatnya kembali mengingat saat dimana Vin juga membentaknya, menuduhnya dengan tuduhan menyakitkan."
"AGGRGH"
Vin mengerang prustasi, melempar botol obat itu, tanpa ia sadari kai berdiri ketakutan di depan pintu, menyaksikan pertengkaran orang tuanya
"kenapa nae kenapa" lirih Vin sambil menggoyangkan pundak naera
"KENAPA, JANGAN DIAM AJA "
"nae aku harap apa yang aku pikirkan salah" Vin melunak, ia berusaha setenang mungkin, masih berharap Naera tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"iya Vin aku meminum obat itu"
"KENAPA NAE, KENAPA, JAWAB" Vin dengan emosi yang memuncak mendorong tubuh naera hingga terbentur meja riasnya.
"KAMU PIKIR AKU BODOH, KAMU PIKIR AKU NGGAK TAU APA YANG ADA DI DALAM KEPALAMU, APA YANG KAMU RENCANAKAN, DENGAN MENIDURI KU HAMPIR SETIAP MALAM , HAHH , AKU TAU AKAL BUSUK MU VIN"
"Lo egois nae, LO HANYA MENITINGIN EGO LO DARI PADA ANAK LO"
"ya Lo bener, gw sengaja menggagahi Lo hampir setiap malam , agar Lo hamil dan gw punya alasan untuk tidak bercerai dengan Lo, gw lakuin semua bukan untuk diri gw sendiri, TAPI UNTUK KAI, ANAK KITAAAA NAERAA, apa. Lo nggak bisa liat gimana terlukanya anak Lo saat teman temannya saling membanggakan orang tua mereka, sedangkan kai?, kai justru di jadikan bahan olokan anak lain karena gw, karena papahnya nggak pernah ada untuk mengantar jemputnya, hal sesepele itu Lo nggak bisa ngerti nae, hati nurani Lo , hati kecil Lo, kasih sayang seorang ibu yang Lo punya kalah, kalah dengan EGOOOK LOOO"
"BANGSAAAAAAAAT"
"BANGSAAAAAAAAT "
"BANGSAAAAAAAAT "
"EGOIIIIIIS LO NAE EGOIIIIIIS"
__ADS_1
"AGRRRGGH"
Vin menghantam cermin rias di belakang Naera, hingga cermin itu hancur tak berbentuk lagi, cairan merah mengalir di tangan Vin, sedangkan Naera duduk bersimpuh dengan tangan menutup telinganya.
vin mengacak rambutnya prustasi, Sedangkan naera hanya bisa menangis
"Gw lakuin demi Vin, gw ga mau anak gw merasa kehilangan orang tua yang utuh lagi naee, gw nggak mau anak gw di anggap gak punya orang tua lengkap, gw ingin memulai semuanya dari awal, tapi apa yang Lo lakuin nae ,APAAAA"
"Lo hancurin impian anak Lo sendiri, gw sudah melakukan semuanya agar kita bisa kembali berkumpul, agar Lo mau memulai semuanya lagi, gw berusaha mencari cara agar Lo bisa kembali mempercayai gw, tapi semuanya sia sia, karena yang gw lawan bukan lagi takdir tapi EGOO LO , naera.
"gw nggak nyangka ternyata Lo SE egois itu"
Vin tidak sanggup lagi ia menyibak rambutnya, memilih pergi, barulah mereka sadar ada kai yang sejak tadi menangis ketakutan melihat pertengkaran mereka, mereka melupakan kai yang juga ada di rumah.
"p__papah ma__ Mamah, kai takut"
"k__kai" ucap Vin bersamaan dengan Naera.
kai berlari menjauh saat orang tuanya ingin menenangkan
"kai jangan lari nak, dengerin mamah dulu"
"kai" anak itu tidak peduli ia terus berlari dengan air mata yang berderai, tas sekolah masih ada di pundak anak kecil yang malang itu.
"kai jangan lari nak bahaya" naera mulai ketakutan melihat anaknya ingin berlari turun ke bawah
"KAIIIIII" teriak naera dan Vin bersamaan saat tubuh mungil itu bergelinding Hingga mencapai anak tangga yang paling bawah
tubuh naera melemas, otot kakinya kehilangan pungsi, Narea terduduk melihat ke bawah, melihat putra kesayangannya bersimpah darah
"kai"
Vin mengangkat tubuh kecil itu ke gendongnya, baju seragam putih yang kai kenakan berubah jadi merah.
__ADS_1
"k__kaiii, anak papah" hancur sudah kedua orang tua itu, hancur se hancur hancurnya melihat putra semata wayang mereka berlumuran darah