Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Kesalahan yang sama


__ADS_3

Sejak tadi Vin melihat istrinya berdiri di depan closed menggosok gosok tangan nya, Vin tau apa yang sedang istrinya itu rasakan sekarang, tangan nya yang bersih pun tidak luput dari pelampiasannya


Vin menghela nafas sebelum beranjak dari duduknya, Vin berdiri lebih dekat dari Naera, tepatnya di samping sang istri, sontak naera bergeser.


"nae, jangan di gosok terus, tangan kamu bisa luka" Vin mematikan kran air, membuat Naera berhenti menggosok tangan nya,Vin melingkar kan tangan nya di pinggang naera, wanita itu merasa tidak nyaman dengan perlakuan Vin, entah lah, naera hanya merasa sentuhan Vin seolah ingin kembali melecehkan dirinya.


trauma nya begitu besar dengan sentuhan paksaan dari seseorang, naera berlalu dari sana, membuat Vin melepaskan pelukannya


"naee" Vin menahan pergelangan tangan istrinya, kening naera mulai di basahi peluh


"l--lepas Vin"


"nae, ini aku suami kamu, jangan takut"


"l--lepas Vin" gugup naera


Vin tidak menghiraukan, ia tetap menggenggam jemari istrinya yang mulai mendingin.


"aku harus apa agar kamu bisa menghilangkan Trauma itu nae" Vin menarik kebelakang tubuh naera, ia peluk tubuh naera dari belakang, Vin bisa merasakan tubuh istrinya bergetar ketakutan


"v--viin, l,--lepas" Vin menggeleng,


"aku akan buat kamu melupakan trauma itu nae"


Vin menggendong tubuh istrinya ala bridal style, ia tidur kan tubuh naera di atas ranjang


di tatapnya dalam wajah Naera yang ketakutan dari atas, Vin mengusap peluh yang terus turun di kening istrinya


Vin mencoba menyatukan bibir nya dengan bibir ranum naera, tapi wanita itu mengalihkan wajahnya, Vin bisa melihat dengan jelas, tanda kebiruan di leher istrinya..


"sejauh mana brengsek itu menyentuh mu, nae" mata yang tadi sendu, berubah marah, dengan sejuta luka melihat tanda orang lain di tubuh istrinya, naera menutup dalam matanya mendengar pertanyaan Vin, wanita itu mulai terisak lagi.


"aku akan hilangkan tanda yang ia tinggalkan di tubuh mu nae, begitu juga dengan trauma nya, aku janji" Vin menghirup dalam, tanda biru itu, naera mencengkram kuat seprai kasur untuk menyalurkan rasa takutnya, tubuhnya semakin bergetar akan ulah Vin


"v--vin" eluhan naera terdengar


"malam ini aku akan hilang kan rasa trauma itu nae, juga bekas yang pria itu tinggal kan" naera akhirnya memeluk erat tubuh suaminya, naera menumpahkan air matanya di depan Vin, naera merasa wanita paling kotor, dua kali ia mengalami hal serupa meskipun tidak terjadi hal lebih karena Vin selalu datang tepat waktu, tapi Naera merasa berdosa, ia merasa tidak bisa menjaga dirinya , tubuh yang seharusnya ia berikan pada Vin, tapi tubuh itu juga sudah di jamah pria lain, meskipun sekedar sentuhan dan ciuman, tapi tetap saja trauma itu ada.


..


Vin mengusap punggung polos naera, yang Tidur menghadap dada bidangnya


wanita itu tidak tidur hanya merasa nyaman dengan pelukan suaminya, begitu pula dengan Vin, ia terus mengusap punggung naera.


Vin benar-benar membuat Naera melupakan Trauma nya, pukul sudah menunjuk jam 10 malam, ber jam jam mereka habiskan di atas ranjang.

__ADS_1


Vin tidak lagi merasakan getaran dari tubuh naera, keringat akan rasa takut di lecehkan pun , sudah tidak naera tunjukan lagi, Vin sungguh sungguh dalam ucapannya, ada perasaan lega di hati Vin melihat kondisi istrinya


"kamu laper gak Vin?"


"Hem, Tiba tiba Nanya lapar"


"iyaa-- kamu laper gak, aku laper banget Vin" Vin terkekeh singkat, mungkin tenaga mereka benar benar terkuras tadi, padahal makan malam sebelum nya, tapi Naera sudah mengeluh lapar lagi


"Ya udah kita mandi dulu, baru kita makan" naera mengangguk


...


Naera menggulang atas rambutnya, setelah mendudukkan bokongnya di kursi depan Vin duduk


"makan Vin"


"iyaa"


vin tidak melepaskan tatapan nya dari Naera yang dengan Diam memakan makanannya


"jangan liatin aku terus Vin, makanan kamu nanti dingin, Vin"


Vin tersenyum kikuk, ia ketahuan mencuri pandang terus pada Naera


"aku ketahun yaa"


"nae, kamu kenapa"


naera terus memuntahkan isi perutnya , kakinya melemas, Vin membatu naera duduk di kursi


"minum dulu nae"


"makasih Vin"


"sudah enakan "


"iyaa"


"kamu sakit nae" sungguh Vin kawatir melihat kondisi naera, wajahnya pucat lemas karena muntah


"perutku rasanya di aduk di dalam sana vin"


"apa jangan jangan"


"jangan jangan apa?"

__ADS_1


"kamu hamil nae" naera menatap perutnya yang rata, hamil ?, bisa jadi, mereka tinggal dua bulan lebih bersama setelah kai keluar dari rumah sakit, bukan tidak mungkin Naera hamil sekarang, secara naera tidak meminum obat apapun lagi


"masa sih Vin"


"besok kita tes yaa"


"emm" Vin begitu berharap istrinya hamil, itu yang ia inginkan sejak dulu, Vin ingin menebus kesalahannya yang dulu, di mana ia menyia-nyiakan anak yang di kandung istrinya karena ego juga cemburu, Vin tidak ingin. mengulang kesalahan yang sama lagi


naera memeluk Vin, wajahnya tepat menempel di perut suaminya, Vin membalas pelukan naera, ia mengusap kepala Naera lembut, naera mendongak menatap wajah Vin, yang tersenyum manis di sana


"kalo ternyata aku gak hamil , kamu kecewa gak, sayang"


"apapun hasilnya aku terima, kalo kamu hamil aku senang, kalo ternyata kamu gak hamil pun aku senang, karena aku nantinya punya banyak kesempatan untuk membuat kamu hamil" Vin tersenyum jahil, naera yang kesal memukul lengan Vin, bisa bisanya Vin mengatakan hal itu secara langsung


"aw, sakit nae"


"makanya mulutnya di filter dulu jangan asal sebut"


"kenapa emangnya, salah?"


"gak salah ko,sayang, cuman gak enak aja di dengarnya"


"Kan ga ada yang denger juga"


"tau ah terserah kamu, aku ngantuk mau tidur" naera pergi meninggalkan Vin , kembali ia ke ruang makan, membereskan bekas makannya


"kamu gak makan lagi nae "


"udah gak nafsu Vin, gara gara muntah rasanya pahit aja gitu"


."kamu gak lapar nae, apa lagi Tadi habis muntah"..


"enggaaak"


...


Naera sekarang sudah ada di dalam kamar mandi, ia menggenggam benda kecil di tangan nya, naera tidak berani menatap benda itu, takut hasilnya tidak sesuai yang Vin harapkan, naera menghitung mundur dan hitungan ke 3...


naera keluar dengan wajah kecewa, ia menatap Vin yang sudah menunggunya keluar sejak tadi, Vin yang paham memperlihatkan senyum di sana, ia mendekat memeluk Naera,


"sudah gak papa nae, mungkin bukan hari ini, mungkin besok atau besoknya lagi"


"aku hamil Vin" ucap Naera setelah nya, Vin masih mencerna ucapan Naera, kia berhenti mengusap kepala Naera, melonggarkan pelukannya, menatap wajah Naera Belo,


"naee.."

__ADS_1


"iya, sayang, aku hamil, tadaaa" naera memperlihatkan 3 benda kecil bergaris 2 yang ia gunakan dalam waktu yang berbeda beda, DNA hasilnya tetap sama positif.


Vin tidak bisa menyembunyikan ke bahagianya, ia kembali memeluk tubuh naera.


__ADS_2