Antara Rasa Dan Luka

Antara Rasa Dan Luka
Kegilaan Dafa


__ADS_3

"kaii, om kangen nak , maaf yaa om baru bisa jenguk"


"iyaa om gak papa, kai juga kangen om Daffa"


Daffa mendudukkan kai di atas pangkuannya, satu tangannya mengusap kepala anak kecil itu .


"om kira kai sudah lupa sama om" Daffa mengalihkan pandangannya pada Naera yang baru saja meletakkan cangkir berisi teh hangat di depan Daffa


"di minum daf" Daffa Hanya mengangguk, sedangkan kai merangkul leher Daffa, setelah mendengar ucapan pria itu


"enggak ko om, kai juga kangen om, kai sering ko minta Mamah ketemu sama om, tapi papah yang gak ngizinin"


"nak.." naera jadi kalang kabut mendengar kepolosan anaknya


"papah kai larang kai ketemu sama om"


"iyaaa, katanya....."


'kai masuk kamar aja sayang" naera mencoba menghentikan kepolosan sang anak, tapi daffa justru mempererat pelukannya pada anak itu


" Papah kai bilang apa nak ?"


"papah bilang...kai gak usah ketemu om lagi kan sudah ada papah" Daffa kembali menatap Naera yang diam berdiri kikuk


"bener ya nae, kamu gak bolehin KAI ketemu aku lagi, tega banget kalian"


"eng.... enggak gitu daf, kamu salah paham"


"kai... kai masuk kamar dulu ya nak , om mau ngomong berdua dengan mamah" kai mengangguk dan turun perlahan dari pangkuan Daffa


"om, ini untuk kai kan"


"iyaa, itu punya kai, kai bawa masuk sekalian yaa"


"makasih om"


"iyaaa sayang , sini om gendong kai ke kamar yaa"


kai mengangguk.


...


Naera duduk di samping Dafa dengan tangan yang saling bertaut di atas pahanya


"Tega banget kalian misahin aku dengan kai'


"enggak gitu daf, itu gak sama seperti apa yang kamu pikir"


"gak sama apa sih nae, jelas jelas kai bilang gitu"


"kai hanya anak anak, dia gak ngerti apapun '


"tapi dia gak akan bohong kan nae"

__ADS_1


"yaa udah aku minta maaf kalo itu bikin kamu kesel"


"bukan cuman kesel nae, tapi marah"


"maaf yaa daf, aku gak maksud Sama sekali"


"iya aku ngerti ko, pasti semua karena suami kamu kan"


"Papah nya kai emang agak sensitif kalo sudah urusan anaknya, dia baik ko, gak maksut juga ngelarang kai ketemu kamu, mungkin dah lama gak ketemu, jadi Vin mau Deket terus sama anaknya "


"sama kamu juga kan nae ?" Daffa menatap intens wanita yang duduk menunduk di samping nya,


"kenapa diam nae, iyakan, sampai kamu gak ada waktu buat ketemu aku "


"kenapa jadi ngomongin itu sih"


"Emang cuman itu yang ada di kepala aku sekarang Naeraaa" dafa bergeser sedikit demi sedikit, begitu pula naera yang semakin duduk menjauh, Dafa tidak sama sekali melepaskan tatapan nya dari Naera


"kenapa bergeser nae, Hem, duduk lah lebih dekat dengan ku"


"ba--baiknya kamu pulang aja daf, ga--ga enak sama tetangga, suami aku juga udah gak ada di rumah, nanti malah jadi omongan tetangga "


"Ema itu Yang aku mau nae, itu yang aku inginkan, aku gak peduli apa kata orang tentang kita nae , aku gak peduli, yang aku mau cuman kamu nae, aku sudah Lama memendam perasaan ini untuk kamu, tapi kamu justru menghempaskan aku ke dasar lubang terdalam dengan kenyataan kalo kamu masih lah sah istri orang"


"d--daf kamu kenapa " naera semakin takut di buatnya, naera bisa merasakan kilat amarah dan kecewa di mata pria itu, naera ingin menjauh tapi dengan cepat Dafa menarik pergelangan tangan nya, hingga naera kembali duduk di samping nya


ingatan masa Lalu akan hal yang hampir serupa kembali berputar jelas di kepalanya, di malam yang sama , tangannya di tarik paksa masuk ke dalam kamar


"aku mau kamu naera, kenapa kamu gak ngerti juga, kenapa gak pernah jujur dengan ku, kalo kamu masih punya suami"


"KENAPAAAA" bentak Daffa


"andai kamu jujur, aku gak akan segila inj dengan mu"


"A--aku gak maksud gak jujur daf, a--aku punya alasan"


"alasan apa nae, alasan apa, alasan kamu itu yang sudah buat aku seperti ini, malam ini kami harus. menjadi milik ku seutuhnya naera"


"daf, aku mohon jangan kaya gini sadar lah daf, sadar aku mohon, ini bukan Dafa yang aku kenal"


"YAAAAA, INI BUKAN DAFA YANG SAMA, INI DAFA YANG Sudah KAMU BUAT KECEWA AKAN KEBOHONGAN KAMU" naera menutup matanya mendengar teriakan Dafa


"dafff" naera menahan tangan dada bidang pria itu yang mulai mendekat


"apa nae, apa"


"sadar lah daf, jangan kaya gini, aku mohon "


"aku kaya gini itu karena kamu nae, aku cinta mati sama kamu, aku sayang sama kamu, aku tulus Sama kamu, nae berpisah lah dengan Vin, kita menikah yaa, aku akan buat kamu bahagia, aku akan menjadi ayah terbaik untuk kai, untuk anak anak kita nanti, yaaa menikah lah dengan ku " naera menggeleng dengan mata yang sudah menganak sungai


"kenapa, Hem" bisik dafa sensual tepat di depan wajah naera, sedikit saja lagi Dafa maju, wajah mereka akan saling bersentuhan


"a-aku sudah menikah daf, aku mencintai suami ku"

__ADS_1


"CINTA CINTA, Perseta dengan cinta mu itu" kai yang ada di dalam kamar mendengar teriakan teriakan itu, anak kecil itu berusaha keluar, tapi dengan liciknya Daffa yang sudah mengantar kai kembali ke kamar, sudah mengunci pintu kamarnya.


kai yang ketakutan mendengar suara teriakan Dafa, menangis sejadi jadinya di dalam kamar yang terkunci


"kamu pria sempurna daf, aku y--yakin kamu bakalan dapat wanita yang lebih baik , jauh sempurna dari pada aku daf"


"gak nae, aku gak mau, aku maunya kamu, nae"


Dafa mengelus wajah Naera sensual


"kamu cantik banget nae malam ini, kecantikan kamu ini yang sudah buat aku gila" naera mengalihkan wajahnya


"malam ini kita akan bersenang-senang nae, suami kamu yang gak guna itu gak akan ada menjadi penghalang kita "


"jangan macam macam kamu daf, jangan berbuat sesuatu yang akan kamu sesali seumur hidup kamu"


"gak akan , sayang, justru ini lah yang aku tunggu, kesamaptaan, naera bisa mencium bau alkohol dari pria itu, matanya sudah merah


"Kamu gak sadar daf, aku tau itu, kamu minum sebelum datang kerumah ku, ini bukan Dafa yang aku kenal, Dafa bahkan tidak pernah menyentuh minuman haram itu"


"ini semua karena kamu nae, karena kamu, sayang"


dafa dengan kasar meraup bibir ranum naera, naera dengan cepat mengalihkan wajahnya, tapi pria itu justru beralih pada perpotongan leher Naera, naera merasakan desiran saat Dafa menghirup dalam perpotongan lehernya. air matanya kian deras, naera mencoba mendorong tubuh kekar pria yang sudah ada di atasnya itu, tapi sayang ia tidak akan mampu, tenaganya tidak sama kuat dengan Daffa


"Da--dafa,aku mohon jangaaan" Dafa kian gencar mencumbu leher wanita itu, dengan cepat dafa melepas jas dan dasi yang mencekik lehernya.


"malam ini kamu akan menjadi milik ku"


"lapaskan aku daf, lepas"


"gak akan sayang, gak akan, malam ini kamu akan menjadi milikku"


satu tarikan berhasil membuat baju kaos yang digunakan naera sobek bagian atasnya, Dafa bisa melihat dengan jelas kulit putih mulus naera, juga dalaman yang wanita itu kenakan, Naera menutup matanya merasa benar benar telah di nodai harga dirinya , dengan erat Dafa menCengkram pergelangan tangan Naera, sedangkan ia berusaha meraup bibir ranum naera.


"kamu akan menyesal daf,s--suamiku tidak akan pernah melepaskan kamu daf"


"Perseta dengan nya Naera".


"TOLOONG, VIIINN TOLOONG" teriak naera tidak ada yang bisa mendengar


"KAIII TOLONG MAMAH NAK"


"ma--mamah" Sama halnya dengan Naera, kai sudah menangis sejadi jadinya, anak itu terus memegangi gagang pintu kamar,


"KEVIIIIIN, TOLOOOOONG"


"gak akan ada yang mendengar teriakan kamu nae"


"aku mohon jangaaan Dafa, jangan" lirih naera dengan air mata berderai, pria itu tidak peduli dengan tangisan naera, ia terus melakukan aksinya menciumi perpotongan leher Naera, sampai ia berhasil meraup bibir ranum di depan nya,


"d--dafa"


"Viiinn tolooong" lirih naera

__ADS_1


__ADS_2