
..."Begitu dalam luka yang kau beri, hingga aku tidak tau lagi , dengan cara apa aku menyembuhkan semuanya...
"
"nak, kalo kamu ada di dalam sana, bertahan lah nak, bertahan demi mamah nak"
naera mengelus perutnya yang masih rata, mengurangi rasa sakit dengan menggigit bibir bawahnya
....
Mereka kembali ke rumah, suasana mobil Vin begitu mencengkam, hawa kurang nyaman begitu dapat di rasa, naera yang pucat bahkan tidak dapat membuat Vin sadar jika istrinya itu sedang tidak baik baik saja
"mereka baru saja mengantarkan kai ke sekolah, Vin yang masih marah meninggalkan naera begitu saja ,
terpaksa naera berjalan kaki untuk sampai ke rumah, tas nya tertinggal di mobil Vin, Vin menelantarkannya begitu saja.
ingin tetap di sekolah kai rasanya juga tidak mungkin, Narea ingin pulang memastikan anak dalam kandungannya benar benar ada dan dalam keadaan baik
keringat bercucuran jatuh dari pelipisnya, naera mengusap wajahnya dengan punggung tangan, pernapasannya tidak beraturan lagi, bahkan naera hampir pingsan saat di jalan, untungnya ada wanita baik yang menolongnya, wanita itu juga memberinya makan, naera makan seperti orang yang tidak pernah di beri makan, wanita Malang itu kelaparan, wajah pucatnya begitu terlihat jelas, wanita itu sampai ta tega melihatnya.
naera mengganti pakaiannya yang sudah tidak nyaman untuk di gunakan, basah juga lengket karena keringat, naera bercermin menatap wajahnya yang begitu pucat, naera kembali mengeluarkan air matanya, mengingat semua yang Vin lakukan padanya,
naera tidak percaya Vin tega menyakitinya begitu dalam, Vin bahkan menelantarkan saat ia benar benar membutuhkan Vin di sisinya, rapuh, itu lah gambaran yang pas untuk Naera.
hari ini juga jadwal ia melakukan pemeriksaan di rumah sakit, cuci darah seperti biasanya, sebelum Naera pulang ia di beri uang ongkos dari wanita yang menolongnya, naera tidak bisa menolak, wanita itu pergi tergesa karena pekerjaannya yang sudah menunggu
naera mampir ke apotik untuk membeli alat tes kehamilan, dan di sinilah naera sekarang duduk di atas kloset dengan tangan terlipat ke belakang, naera menutup mata sesaat, sebelum melihat hasilnya
hasilnya positif, seulas senyum nampak di wajahnya, ada penguat kembali hadir saat ia sedang rapuh,
entah cara seperti apa ia memberitahu Vin jika ia hamil sekarang, mengingat hubungan mereka yang sedang tidak baik baik saja.
naera bersiap untuk ke rumah sakit
__ADS_1
..
pertama naera membuat janji untuk memeriksakan keadaan kandungannya, setelah beberapa lama menunggunya tibalah giliran naera.
syukurlah tidak terjadi hal buruk pada janinnya, hanya saja kandungan naera lemah,
"usahakan jangan banyak pikiran dulu Bu, makan yang teratur, jangan stress yang paling penting "
"makasih " naera terus menatap hasil USG dengan senyum merekah, sekarang ia harus memeriksakan kondisinya seperti biasa
"kamu hamil nae"
naera mengangguk, dokter tampan itu melepas kacamatanya, tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"nae, bukan aku mau ngelarang tapi kamu sendiri kan tau kondisi kamu sekarang kaya gimana, kehamilan kamu bisa berakibat fatal untuk kesehatan kamu nae"
naera menunduk memandangi tangannya yang mengusung usap perutnya
"iya aku tau Ken"
"ya karena aku punya suami Ken, tidak ada alasan aku tidak hamil karena suamiku" naera sedikit bercanda di tengah keadaannya yang keruh, Ken , dokter yang sudah seperti sahabatnya itu hanya bisa pasrah dengan jawaban Naera
"ikut aku bentar nae"
"kemana"
"ikut aja, ayoo"
Clara mengikuti naera yang tanpa sengaja ia lihat berjalan dengan dokter yang ada di foto bersama naera waktu itu, Clara tidak menyia-nyiakan kesempatan, naera memotret kebersamaan mereka, Clara bahkan mengambil gambar saat Naera tersenyum mendengar cerita Ken
"Kenapa harus Ken yang jadi dokter naera, kenapa bukan yang lain aja, Ken sudah menikah, apa Vin dan Nene tua itu tau , naera menjalin hubungan dengan Ken ,yang sudah menikah
"kenapa gue pusing mikirin hal itu, sekarang kartu as nya sudah ada di tangan gue, Vin sudah masuk ke dalam perangkap gue, sedikit lagi, gue berhasil merebut Vin dari wanita ga tau diri itu.
..
__ADS_1
naera pulang terlambat, kai juga sudah di jemput Vin, naera mampir sebentar untuk membeli buah mangga yang sejak kemarin ingin ia makan. setelahnya naera kembali, di rumah sudah ada Vin yang menunggunya, naera melewati Vin begitu saja , mencari kai di dalam kamar
"kaiii, nak, Maman pulang sayang"
"kai"
naera mencari keberadaan putranya tapi , kai tidak ada, naera kembali menemui Vin, memastikan jika Vin sudah menjemput kai
"kamu sudah jemput kai"
naera mencekal tangan Vin yang ingin pergi, tapi dengan kasar Vin menepisnya, hingga genggaman tangan Naera terlepas
"aku jijik sama kamu nae, wanita murahan, ga punya harga diri kaya kamu, emang ga pernah pantas ada di dalam keluarga ku"
naera meneguk salivanya susah payah, Vin, teganya iya menyebut nya wanita murahan, apa lagi sekarang masalahnya, tidak puas kah Vin dengan tuduhan nya tadi malam.
"harusnya aku dengerin kata mamah, kamu memang ga pantas buat jadi istri aku nae, kita memang ga sebanding akan apapun itu" Vin duduk di kursi tamu, membelakangi naera, yang matanya sudah memerah, berkaca kaca, mendengar semua hinaan dari mulut Vin
"maaf nae, aku ga bisa terima jika kamu sudah kaya gini, selingkuh bukan sesuatu yang bisa di maafkan nae, aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini nae, kai sudah aku jemput, kai sekarang ada di rumah mamah, kamu tetap bisa tinggal di rumah ini, perceraian kita biar aku yang urus"
Vin melenggang pergi Tanpa mengatakan sepatah kata pun, tanpa mau menatap Naera yang sudah bersimpuh di lantai
naera berteriak sekencang-kencangnya, teriakan itu masih bisa di dengar oleh Vin, tapi Vin di kalahkan oleh rasa cemburunya, Vin seakan tidak pernah mau mendengar penjelasan naera , hari ini ia memutuskan hubungannya dengan wanita yang ia nikahi 5 tahun lalu, menghina juga merendahkan harga dirinya.
di dalam rumah, Naera menangis histeris, ia di campakkan begitu saja tanpa alasan yang jelas, baru ia sadari kesalahan terbesar saat ia kembali menginjakkan kakinya ke rumah mertua, yang tidak pernah menginginkan kehadirannya
dunia naera hancur, kebahagiaannya di rebut secara paksa, suaminya menceraikannya tepat ia mengetahui kehamilan keduanya.
"aaa,aaaaa,aaa, viiiiiiin, kamu jahaaaat Vin, jaaaahat"
hilang semua kebahagiaan sesaat yang ia dapatkan setelah tau sekarang ia mengandung, tersisa sekarang hanya rasa sakit.
lagi dan lagi keram di perutnya ia rasakan, naera mencoba mengatur nafasnya, ia tidak ingin kejadian tadi malam terulang lagi.
"sa___sa___sayang, kamu juga bisa rasain, rasa sakit mamah nak, bertahan nak , jangan buat mamah takut yaa"
__ADS_1